Berbelas Kasihan di Tengah Penderitaan

Lukas 23:27-31

Hati Tuhan Yesus yang penuh belas kasihan tidak berubah, sekalipun Ia sedang menanggung penderitaan fisik dan mental yang paling menyakitkan. Sejumlah besar orang mengikuti perjalanan Tuhan Yesus ke Golgota. Di antara orang-orang itu, ada banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia (ayat 27). Ini adalah respons yang menunjukkan simpati kepada Tuhan Yesus di tengah kebencian, penghinaan, hujatan, dan kutukan kepada-Nya oleh mayoritas orang.

Continue reading

Views: 90

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 1 Comment

Kehinaaan Berujung Kemuliaaan

Luke 23:26-31

Setiap orang yang mau mengikut Kristus, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari, dan mengikut Dia (Luk. 9:23). Di hari itu, Tuhan Yesus menjalani sendiri apa yang diajarkan-Nya kepada murid-murid: Ia memikul salib-Nya–balok kayu besar yang akan dipakai untuk menggantung Tubuh-Nya. Tuhan Yesus sudah lebih dahulu melakukan dan menghidupi apapun yang diajarkan-Nya. Kasih, kemurahan hati, pengampunan, kerendahan hati, penundukan diri, penyerahan total–semua sudah lebih dulu dilakukan-Nya.

Continue reading

Views: 76

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Kehendak-Mulah yang Terjadi

Lukas 23:13-25

Mula-mula Tuhan Yesus diadili oleh Sanhedrin, yaitu para pemimpin agama orang Yahudi. Kemudian Ia dibawa ke hadapan Pilatus, yang mewakili pemerintahan Roma. Setelah itu Dia dihadapkan kepada Herodes, mewakili pemerintahan Israel. Sekarang, Tuhan Yesus dihadapkan kepada orang banyak–publik yang selama ini mengagumi-Nya, yang pernah berharap bahwa Ia adalah Mesias (versi mereka). Tuhan Yesus ditolak oleh semua pihak! ”

Continue reading

Views: 53

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Terang Menyingkapkan Kegelapan

Lukas 23:8-12

Tuhan Yesus dibawa ke hadapan Herodes–yang saat itu berada di Yerusalem, kemungkinan besar untuk merayakan Paskah. Pilatus ingin memindahkan tanggung jawab atas masalah dari tangannya kepada orang lain; biar orang lain yang mengambil keputusan. Dari tangan pemimpin yang tidak mau bertanggung jawab, Tuhan Yesus dibawa kepada pemimpin yang tak bermoral. Herodes ini adalah raja yang membunuh Yohanes Pembaptis untuk menuruti keinginan perempuan yang berzinah dengannya. Kesucian dan kerohanian bukan hal yang bernilai bagi Herodes–kesenangan dan keinginannya yang paling utama.

Continue reading

Views: 45

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Against All Odds, HIS Will Be Done

Lukas 23:1-7

Sanhedrin telah memutuskan bahwa Tuhan Yesus bersalah karena mengaku sebagai Mesias, Anak Allah–itu dianggap sebagai tindakan menghujat Allah, dan pantas untuk mendapat hukuman mati. Menurut Hukum Musa, orang yangterbukti menghujat Nama TUHAN harus dihukum mati dengan cara dilempari batu oleh seluruh jemaat (Ima. 24:16). Tetapi, para pemimpin Yahudi tidak mau melakukan itu, melainkan membawa Tuhan Yesus ke pengadilan Romawi.

Continue reading

Views: 87

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment