Ibrani 2:5-9
Tuhan Yesus pernah menjadi manusia–menjalani semua pengalaman manusia: sejak menjadi janin dalam kandungan, menjalani keterbatasan dan kelemahan sebagai manusia, dan mengalami siksaan dan akhirnya kematian. Ia tahu rasanya menjadi manusia dengan segala keterbatasan, masalah dan penderitaannya. Sekarang Ia bertakhta sebagai Raja dan Penguasa dan Penakluk atas segala sesuatu, tapi Ia juga tahu bagaimana rasanya menjadi manusia.
Ayat 5. Allah tidak menempatkan dunia yang akan datang di bawah kekuasaan para malaikat, tetapi di bawah kekuasaan Kristus, Anak Allah. Pengajaran ini untuk membantah adanya pemikiran/ajaran yang berkembang: bahwa masa yang akan datang akan dikuasai oleh Mikael dan para malaikat bawahannya.
Ayat 6-8. Penulis Ibrani mengutip Mazmur 8 untuk membantah ajaran yang salah tadi. Bahwa, sekalipun Tuhan Yesus pernah menjadi manusia–yang lebih rendah secara keberadaan dibandingkan dengan para malaikat (mengalami ketrrbatasan atau kelemahan fisik, bahkan kematian), akan tetapi kemudian dengan kebangkitan-Nya Allah Bapa telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kekuasaan Tuhan Yesus. “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” demikian deklarasi Tuhan Yesus dalam Mat. 28:18.
Ayat 9. Penulis Ibrani menegaskan Siapa yang dimaksudkannya, yaitu Yesus, yang memberikan DiriNya untuk menderita dan mati bagi semua manusia, dan kemudian bangkit dan dimakhotai dengan kemuliaan dan hormat. Tuhan Yesus–yang adalah Allah, di mana semua malaikat harus menyembah dan melayani-Nya–untuk waktu yang singkat, sekitar 33 tahun, dibuat sedikit lebih rendah daripada para malaikat, ketika ia menjadi manusia dan mengalami kematian. Kemudian dikembalikan ke kedudukanNya yang semula: lebih tinggi daripada semua malaikat, dan semua malaikat–bahkan segala sesuatu–ditaklukkan di bawah kekuasaannya.
“Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai … Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.” (Ibr. 2:18; 4:15).
Penerapan:
Memuji dan menyembah Tuhan Yesus, sebab Ia ditetapkan Allah Bapa sebagai Penguasa atas segala sesuatu: baik di sorga maupun di bumi; dan Tuhan Yesus bisa memahami dan merasakan apa yang menjadi pergumulan saya.
Views: 0