Wahyu 8:7-13
Bencana yang ditimpakan atas bumi adalah bentuk hukuman Tuhan, tetapi juga bentuk pengingat dan pernyataan bahwa Tuhan adalah Sumber Kehidupan, bahwa Tuhan adalah Pemilik dan Penguasa semua sistem pendukung kehidupan di bumi ini. Sehingga, kalau Tuhan menghentikan support system kehidupan di bumi, laut, dan langit–apa yang bisa diperbuat manusia? Ketika Tuhan menghentikan sistem pendukung itu, Tuhan sedang membuka mata manusia bahwa hidup mereka rapuh dan tergantung mutlak kepada-Nya.
Ayat 7. Malaikat pertama meniup sangkakala, dan terjadilah bencana alam berupa hujan es dan api bercampur darah. Bencana alam ini membakar sepertiga bumi sehingga sepetiga pohon di bumi hangus terbakar dan seluruh rumput-rumputan hijau hangus. Kerusakan pertama yang terjadi adalah: hancurnya pohon, tumbuhan, dan rerumputan. Ini berarti kehancuran pada sumber pangan dari pertanian dan peternakan.
Ayat 8-9. Malaikat kedua meniup sangkakala, dan ada semacam gunung besar menyala dilemparkan ke dalam laut, sehingga sepertiga air laut menjadi darah. Kemungkinan ini ada meteor besar yang jatuh ke laut atau gunung berapi dalam laut yang erupsi. Peristiwa ini menyebabkan sepertiga ikan dan segala makhluk di laut terbunuh dan membuat sepertiga samudera menjadi darah. Juga sepertiga dari semua kapal yang ada di laut musnah. Ini menjadi bencana lingkungan yang tak pernah terjadi sebelumnya.
Ayat 10-11. Malaikat ketiga meniup sangkakala, maka jatuhlah dari langit sebuah bintang besar (meteor) yang menimpa sepertiga dari sunga dan mata air–kalau sangkakala kedua tadi merusakkan air laut, maka bencana alam ini menghancurkan sepertiga sumber air tawar di bumi. Bintang besar itu bernama Apsintus (wordmwood), yang berarti pahit seperti empedu. Bintang yang jauh tadi meracuni sumber-sumber air minum di bumi, sehingga banyak orang yang mati karena keracunan.
Ayat 12. Malaikat keempat meniup sangkakala, dan bencana menimpa sepertiga dari matahari, bulan, dan bintang. Sepertiga dari benda-benda penerang bumi itu menjadi rusak dan gelap. Mathari adalah “sumber kehidupan” di bumi. Kalau sepertiga dari matahari berhenti berfungsi, maka seluruh bumi juga kehilangan sumber energinya. Terjadi perubahan iklim yang sangat ekstrem menimpa seluruh bumi.
Bencana alam sebagai bentuk murka Tuhan atas bumi menimpa semua support sistem kehidupan manusia: tanaman, laut, sumber air tawar, dan benda-benda langit. Betapa mudahnya bagi Tuhan untuk menghentikan semua sistem kehidupan, betapa rapuhnya sebenarnya manusia itu. Tetap betapa arogan dan pemberontaknya manusia itu, sehingga merasa tidak memerlukan Tuhan, merasa bisa hidup dan sukses dengan kekuatannya sendiri.
Penerapan:
Berdoa meminta hati yang terus menyadari bahwa saya itu sangat rapuh dan tergantung mutlak kepada kemurahan Tuhan. Mengingat bahwa sangat mudah–kalau Tuhan berkehendak–semua yang menopang kehidupan saya itu hilang dalam sekejap.
Views: 17