Wahyu 10:1-11
Tuhan itu panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya. kalau Ia menunda jatuhnya murka, itu karena Iia memberi kesempatan agar ornag bertobat. “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” (2 Pet. 3:9).
Ayat 1-4. Yohanes melihat malaikat yang kuat turun dari sorga, malaikat ini penampilannya sangat menakjubkan: diselimuti awan, ada pelangi di atas kepalanya, wajahnya seperti matahari, dan kakinya seperti tonggak api. Di tangan malaikat itu ada buku kecil terbuka. Dia berdiri satu kaki di darat satu kaki di lautan. Ketika ia berseru, suaranya seperti suara singa-singa mengaum, dan dibarengi dengan suara tujuh halilintar.
Penampailan malaikat kuat ini begitu menakjubkan, melambangkan otoritas dan kekuasaan yang diberikna oleh Tuhan kepadanya. Malaikat ini juga menyatakan kekuasaannya atas segala sesuatu, dilambangkan dengan kakinya yang satu menginjak darat, dan yang satu mengnjak laut.
Ayat 4b. Yohanes menedengar suara yang diutarakan oleh ketujuh halilintar yang mengiringi seruan malaikat itu, dan hendak menuliskannya. Tetapi, suara dari sorga melarangnya. Apapun yang dinyatakan oleh malaikat kuat dan ketujuh halilintar itu harus dimeterai sebagai rahasia Tuhan–hanya Tuhan yang akan menyatakannya.
Tuhan yang memiliki segala sesuatu, memiliki segala pengetahuan dan pernyataaan, Ia berhak menyatakannya kepada siapa saja yang dikehendakinya. Akan tetapi Ia juga berhak mengatur pakah pernyataan-Nya itu boleh disampaikan kepada orang lain atau tidak. Seorang hamba Tuhan harus mendengarkan dan mentaati Tuhan: kapan membagikannya kepada orang lain, kapan menytimpannya untuk dirinya sendiri.
Ayat 5-7. Yohanes melihat malaikat yang kuat itu mengangkat tangan kanannya ke sorga dan bersumpah demi nama Tuhan, bahwa tidak ada lagi penundaan. Selama ini Tuhan “menunda” pencurahan murka-Nya, untuk memberikan kesempatan kepada manusia agar bertobat, tetapi sekarang sudah tiba waktunya penundaan itu tak lagi dilakukan, sekarang semua yang akan dilakukan Tuhan akan digenapi. Ketika sangkakakala ketujuh nanti dibunyikan, maka semua yang telah dinyatakan Tuhankepada para nabi akan digenapi.
Benarlah apa yang dinyatakan firman Tuhan: “Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan ‘hari ini’, supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa … Tetapi apabila pernah dikatakan: ‘Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman’” (Ibr. 3:13,15).
Ayat 8-11. Kemudian ada suara dari sorga berkat akepada Yohanes untuk mengambil kitab yang ada di tangan malaikat kuat itu. Yohanes pergi kepada malaikat itu untuk memintanya, dan malaikat itu berkata agar Yohanes mengambil dan memakannya–di mulut Yohanes akan terasa manis, tapi itu akan terasa pahit di dalam perutnya. Yohanes melakukannya dan terjadi seperti yang dinyatakna malaikat itu. Kemudian malaikat itu berkata kepada Yohanes: ia masih harus bernubuat lagi tentang banyak bangsa, kaum, bahasa, dan raja.
Firman Tuhan tidak hanya untuk dibaca untuk menambah pengetahuan, tetapi untuk dikunyah, untuk dimakan, untuk diinternalisasikan di dalam kehidupan. harus diproses agar menjadi bagian dari kehidupan seseorang: firman Tuhan menjadi cara pandang, tata nilai, dan pengatur setiap aspek kehidupan. Firman Tuhan harus dihidupi, menyatu dengan kehidupan orang yang menerimanya.
Penerapan:
Berdoa agar mereka menyadari bahwa waktu Tuhan sudah dekat, sehingga mereka bertobat dan diselamatkan dari murka Tuhan.
Views: 0