Wahyu 9:13-21
Tuhan menjatuhkan hukuman secara bertahap, makin lama makin berat, dengan tujuan agar manusia bertobat dari dosa mereka dan dari pemberontakan mereka kepada Tuhan. Akan tetapi, dosa bisa membuat hati manusia begitu keras, dan mata manusia begitu buta–sehingga sekalipun sudah melihat dan mengalami kedahyatan murka Tuhan–yang tidak bsia disangkal–mereka memilih untuk terus berbuat dosa dan melawan Tuhan.
Ayat 13-15. Sangkakala keenam ditiup, kemudian Yohanes mendengar suara dari altra di hadapan Tuhan, memerintahkan agar malaikat keenam itu melepaskan 4 malaikat/roh yang selama ini dibelenggu di Sungai Efrat. Empat malaikat/roh jahat itu sudah ditetapkan waktunya secara spesifik (tanggal, bulan, tahun) dilepaskan untuk membunuh sepertiga dari manusia.
Ada malaikat/roh jahat yang selama ini dibelenggu di Sungai Efrat–lokasi yang menjadi permulaan kerajaan manusia, lokasi di mana Babel didirikan, lokasi di mana manusia secara kolektif melawan Allah dengan simbol membangun menara yang menjulang ke langit. Di lokasi itu, dipenjara roh-roh jahat yang kuat dengan pasukan yang sangat besar (200 juta), yang mematikan. Tapi mereka hanya bisa bergerak/bekerja ketika Tuhan memberikan ijin sesuai dengan waktu yang ditetapkan-Nya!
Betapa besar dahsyatnya sebenarnya kekuatan roh-roh jahat, mereka bisa membunuh sepertiga manusia di bumi. Akan tetapi, seberapa pun besar dan dahsyat kekuatan dari roh-roh jahat–atau kekuatan apapun di semesta ini, tidak ada satu roh, kuasa, kekuasaan, kekuatan, pemerintahan, atau individu yang bisa bekerja tanpa perkenan Tuhan. Tuhan adalah Penguasa atas segala-galanya. Hanya karena kehendak-Nya segala sesuatu atau semua kekuatan bisa bergerak! Terpujilah Tuhan!
Ayat 16-19. Keempat malaikat jahat itu memiliki pasukan yang sangat besar: 200 juta pasukan berkuda. Pasukan berkuda yang lengkap dengan baju besi, dengan penampakan yang menakutkan. Ini adalah lambang kekuatan supranatural yang sangat besar yang dilepaskan. Kalau sangkakala kelima mendatangkan siksaan tapi tidak boleh membunuh, kekuatan jahat yang dilepaskan kali ini diperintahkan untuk membunuh sepertiga populasi manusia.
Senjata yang digunakan oleh pasukan berkuda ini adalah: api, asap dan belerang yang keluar dari mulut kuda-kuda itu. Kemudian ekornya seperti ular berbisa. Kedua senjata itu yang menyerang dan membunuh manusia. Apakah ini pasukan secara fusuk, atau pooasukan berupa roh-roh jahat; yang jelas hukuman ini mendatangkan malapetaka besar–malapetaka yang intensitasnya makin tinggi dari waktu ke waktu. Sehingga sepertiga manusai akan mati.
Ayat 20-21. Sisa manusia yang masih hidup, yang tidak mati oleh semua bencana yang telah dijatuhkan oleh Tuhan (sekitar separuh populasi dunia pada waktu itu), tetap tidak mau bertobat dari kejahatan mereka ; (1) dosa menyembah setan, menyembah berhala dari emas atau perak atau perunggu atau kayu atau batu; (2) dosa kejahatan: pembunuhan, sihir, percabulan, maupun pencurian.
Dari bagian ini sebenarnya terungkap bahwa: tujuan Tuhan melepaskan semua malapetyaka itu adalah untuk mengguncang/menyadarkan manusia agar bertobat dari dosa mereka. Tuhan tidak semata-mata menghukum, tetapi dengan hukuman itu Ia membuka pintu bagi manusia untuk bertobat–setelah mereka merasakan bagaimana penderitaan dan kesesakan ketika melawan Tuhan.
Tapi, dosa sudah begitu mengeraskan hati manusia–di akhir zaman, di tengah penderitaan dan malapetakan yang bergitu mengerikan dan tidak bisa dipungkiri bahwa malapetaka itu dari Tuhan, dan tak bisa dipungkiri bahwa dampak malapetaka itu begitu dahsyat; manusia tetap mengeraskan hati dan tidak mau bertobat. Mereka yang luput dari kematian karena malapetaka itu masih terus melanjutkan hidup dalam dosa dan melawan Tuhan.
Penerapan:
Berdoa agar Tuhan menggenapkan jadwal yang telah ditetapkan-Nya untuk menjatuhkan hukuman kepada mereka, agar mereka mau bertobat. Berdoa agar mereka–setelah mengalami malapetaka/hukuman dari Tuhan, yang kemungkinan akan menyebabkan kematian–menjadi sadar dan bertobat.
Views: 4