Category Archives: Perjanjian Baru

Kemuliaan Tuhan Yesus, Anak Allah

Ibrani 1:1-4 ekalpin tidak bisa dipastikan siapa penulis Surat Ibrani dan siapa yang mnejadi tujuan penulisan surat ini, namun dapat diketahui bahwa tujuan surat ini adalah untuk menyatakan supremasi Tuhan Yesus dan karya-Nya yang melampaui atau mengatasi semuanya, khususnya tentang … Continue reading

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Kemuliaan Tuhan Yesus, Anak Allah

Hidup Bersama dalam Persekutuan Orang Percaya

2 Timotius 4:19-22 rang percaya tidak pernah didesain utuk hidup sendiri atau soliter. Setiap orang percaya dipanggil untuk masuk menjadi anggota keluarga Allah, berarti masuk ke dalam persekutuan. Keluarga orang percaya disebut sebagai Tubuh Kristus, di mana Kristus menjadi Kepala; … Continue reading

Posted in 2 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Hidup Bersama dalam Persekutuan Orang Percaya

Aman dalam Tuhan

2 Timotius 4:16-18 uhan menyertai hamba-hamba-Nya. Dalam segala situasi yang diijinkan-Nya untuk terjadi, termasuk atau terutama penderitaan dan bahkan kematian, Ia memelihara hamba-hamba-Nya untuk tetap berada di dalam kasih-Nya, sampai waktunya mereka masuk ke dalam Kerajaan Sorga–keselamatan yang sempurna, penggenapan … Continue reading

Posted in 2 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Aman dalam Tuhan

Tidak Ada Posisi Netral atau Di Tengah-tengah

2 Timotius 4:9-15 alam relasi dengan Injil dan panggilan untuk melayani Tuhan, minimal ada tiga tipe orang: orang yang tekun mengerjakan panggilan Tuhan, orang yang menolak panggilan Tuhan untuk hidup mencintai dunia, dan orang yang menentang atau menyerang Injil dan … Continue reading

Posted in 2 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Tidak Ada Posisi Netral atau Di Tengah-tengah

Finishing Well

2 Timotius 4:5-8 antangan terpenting dan terbesar bagi setiap orang adalah: menyelesaikan sesuatu sampai tuntas. Memulai sesatu itu lebih mudah daripada melanjutkannya dan menyelesaikannya. Masalahnya adalah: penilaian tidak diberikan ketika atau bagaimana orang memulai, melainkan bagaimana ia menyelesaikannya. Nilai tidak … Continue reading

Posted in 2 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Finishing Well