Finishing Well

2 Timotius 4:5-8

Tantangan terpenting dan terbesar bagi setiap orang adalah: menyelesaikan sesuatu sampai tuntas. Memulai sesatu itu lebih mudah daripada melanjutkannya dan menyelesaikannya. Masalahnya adalah: penilaian tidak diberikan ketika atau bagaimana orang memulai, melainkan bagaimana ia menyelesaikannya. Nilai tidak diberikan di garis start, tetapi di garis finish.

Ayat 5. Paulus memerintahkan agar Timotius menunaikan (pleropholeo: to carry out fully, completely assure, enterely accomplish) tugas pelayanannya, yaitu: melayani sebagai pemberita Injil. Sampai selesai! Dan untuk itu Timotius harus mengawasi dirinya sendiri dalam segala hal dan mau untuk menanguung kerja keras dan kesusahan/penderitaan. It will not be easy, but you have to finish God’s calling.

Ayat 6. Paulus menyatakan situasi dirinya sendiri: bahwa ia sudah mencapai garis akhir. Paulus mengatakan bahwa ia sudah ada di ujung kematian, dan waktunya untuk meninggalkan dunia ini sudah tiba–situasi kasus dan penahanannya membuat Paulus mengerti bahwa ia tidak akan bebas lagi, dan ia akan dihukum mati. Menggunakan metafora pertandingan lari, Paulus menyatakan bahwa ia sudah sampai di garis finish–tidak ada lagi jalur pelarian yang tersisa.

Ayat 7. Paulus memberikan teladan bahwa hidupnya siap untuk menyelesaikan panggilan Tuhan dengan baik. Ia telah berjuang (bekerja keras, menghadapi segala kesulitan dan penderitaan) dengan baik, berjuang untuk tujuan yang baik. Paulus yakin bahwa ia telah menyelsaikan pertandingannya: menyelesaikan semua tugas dan panggilan Tuhan baginya, tidak ada yang tercecer. Dan Paulus telah setia untuk berpegang dan memelihara imannya kepada Tuhan.

Ada tiga situasi/karakteristik seseorang menyelesaikan hidupnya dengan baik: (1) ia menerima panggilan atau tugas dari Tuhan dan ia menyelesaikan semua tugas itu; (2) ia menyelesaikannya dengan cara bekekrja keras, berjuang, tidak sembarangan; (3) ia di dalam perjalanan hidupnya, terus berpegang atau beriman kepada kebenaran Tuhan.

Ayat 8. Karena yakin telah menyelesaikan hidupnya sesuai panggilan Tuhan dengan baik, Paulus yakin–berdasar kebenaran firman Tuhan–bahwa di masa depan telah tersedia baginya makhota kebenaran yang akan diberikan oleh Tuhan, Sang Hakim yang Adil pada saat Tuhan menyatakan DiriNya kembali. Paulus menekankan kembali bahwa akan ada penghakiman bagi semua orang yang hidup dan yang mati ketika Kristus datang kembali (ayat 1). Paulus yakin, Tuhan yang Adil, akan memberikan penghargaan kepadanya dan kepada siapa saja yang menyelesaikan hidupnya dengan baik menggenapi panggilan Tuhan.

Penghakiman atau penilaian kehidupan akan dilakukan di garis akhir. Tidak dilakukan ketika pertandingan sedang berlangsung. Sebagus apapun seseorang memulai dan menjlani, namun penilaian baru diberikan di akhir pertandingan: apakah ia melewati garis finish–itu baru dinyatakan ia selesai dan berhak mendapat penghargaan. Siapa memulai, tekun menjalani, dan menyelesaikan dengan baik, ia akan mendapat penghargaan/upah dari Tuhan.

Puji Tuhan, karena untuk memulai, meneruskan, dan menyelesaikan itu, ornag percaya tidak dibiarkan berjuang dengan usahanya sendiri—karena ia tidak akan berhasil; melainkan: “Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.” (Fil. 1:6). Tuhan yang memulai, Tuhan yang meneruskan, Tuhan yang menyelesaikannya sampai tuntas/sempurna.

Penerapan:
Tantangan saya adalah: mudah memulai pekerjaan, tetapi tidak sampai selesai. Saya memerlukan pertolongan Tuhan, dan saya harus kooperstif dengan pertolongan Tuhan melalui komiten dan kerja keras.

Views: 0

This entry was posted in 2 Timotius, Saat Teduh. Bookmark the permalink.