1 Samuel 8:1-9
Keputusan atau pilihan yang paling legal dan paling mulia di mata manusia, bisa jadi dilambari oleh niat hati atau motivasi atau cara pandang yang tidak benar di hadapan Tuhan. Bahkan hati manusia pun bisa menipu dirinya sendiri, karena merasa motivasinya murni: “Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?” (Yer. 17:9). Dan Tuhan tidak bisa dikelabuhi, sebab: “Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.” (Yer. 17:10).
Views: 4