Iman: Berorientasi kepada Janji Tuhan untuk Masa Depan

Ibrani 11:20-22

Para leluhur umat Tuhan, yaitu Ishak, Yakub, dan Yusuf, mendemonstrasikan hidup yang beriman, yaitu beriman kepada janji Tuhan di masa depan. Keputusan dan tindakan yang mereka diambil berorientasi kepada janji Tuhan, bukan kepada keinginan sendiri, bukan kepada cara hidup masa lalu, dan bukan kepada situasi yang dijalani sekarang. Iman berarti mengarahkan hidup kepada janji Tuhan untuk masaq depan.

Continue reading

Views: 3

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Iman: Berorientasi kepada Janji Tuhan untuk Masa Depan

Iman Dibuktikan dengan Ketaatan

Ibrani 11:17-19

Iman diuji dengan ketaatan. Iman yang sejati akan ditunjukkan dengan ketaatan kepada perintah Tuhan. Bahkan kepada perintah Tuhan yang mustahil dan sepertinya kontradiktif dengan janji-Nya–mustahil dan kontradiktif dalam pikiran manusia. Ketaatan yang didasari oleh keyakinan bahwa Tuhan pasti menepati janji-Nya, sebab Tuhan berkuasa untuk melakukan apapun juga–termasuk yang mustahil bagi manusia.

Continue reading

Views: 4

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Iman Dibuktikan dengan Ketaatan

Iman: Memandang ke Depan, Tak Lagi Menoleh ke Belakang

Ibrani 11:13-16

Abraham percaya dan taat kepada Tuhan walaupun ia tidak tahu kapan Tuhan akan menggenapi janji-Nya. Karena Abraham percaya kepada Pribadi dan karakter Tuhan, yaitu setia (trustworthy, dapat dipercaya). Dan karena Abraham memiliki pandangan yang sangat tinggi tentang Tuhan–bahwa Ia dapat dipercaya–maka Tuhanpun tidak malu untuk disebut sebagai Allah Abraham. Tuhan “bangga” Nama-Nya diasosiasikan dengan Abraham!

Continue reading

Views: 7

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Iman: Memandang ke Depan, Tak Lagi Menoleh ke Belakang

Iman: Tunduk pada Cara dan Waktu Penggenapan Janji Tuhan

Ibrani 11:11-12

Tuhan itu besar, Tuhan itu berkuasa. Kebesaran dan kuasnaya tidak dipengaruhi oleh kualitas iman manusia. Kalau Tuhan berjanji dan menepatinya, itu bukan disebabkan oleh iman manusia yang kuat sebagai faktor penentu, melainkan karena kehendak Tuhan sendiri. Justru Tuhan memberi ruang kepada manusia untuk bertumbuh di dalam iman–semula tidak percaya, kemudian menjadi percaya–tanpa menjadikannya prasyarat untuk pemberina dan pemenuhan janji-Nya. Tuhan pasti menepati janji-Nya, tetapi Tuhan berdaulat atas cara dan waktu penggenapannya.

Continue reading

Views: 10

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Iman: Tunduk pada Cara dan Waktu Penggenapan Janji Tuhan

Iman: Taat Tanpa Harus Tahu Semuanya, Karena Percaya

Ibrani 11:8-10

Abraham menjadi model orang beriman: taat melakukan firman Tuhan tanpa tahu dengan detial apa yang harus dilakukan. Iman ditunjukkan dengan ketaatan kepada pernyataan Tuhan, sekalipun tidak mengerti bagaimana pernyataan Tuhan itu akan terlaksana. Sebatas yang diketahi dan bisa dilakukan, orang beriman mulai bergerak, berjalan. Karena percaya bahwa nanti Tuhan, yang sudah berjanji, akan membimbing ke arah yang dikehendaki-Nya. Iman adalah keberanian untuk taat/bergerak dulu dulu sebatas apa yang Tuhan sudah nyatakan.

Continue reading

Views: 15

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Iman: Taat Tanpa Harus Tahu Semuanya, Karena Percaya