Karakteristik Imam Besar yang Sempurna

Ibrani 7:20-28

Tuhan Yesus adalah Imam Besar yang sempurna–lebih tinggi, lebih besar, lebih unggul daripada imamat Lewi dalam agama Yahudi. Pengangkatan Tuhan Yesus sebagai Imam Besar disertai dengan sumpah dari Allah; keimaman Tuhan Yesus tidak dibatasi kematian sehingga tak tergantkan untuk selamanya; Tuhan Yesus adalah Imam Besar yang kudus sempurna, tetapi dekat dan berempati dengan orang berdosa; dan Tuhan Yesus mengorbankan Diri-Nya sendiri sebagai korban penebus dosa yang sempurna; cukup satu kali untuk semua dosa dan selamanya.

Continue reading

Views: 4

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Karakteristik Imam Besar yang Sempurna

Imamat Kristus: Imamat yang Sempurna

Ibrani 7:1-19

Penulis Ibrani memberikan argumen mengapa jemaat tidak boleh berpaling dari iman mereka kepada Kristus dan kembali kepada ketetapan agama Yahudi, sebab keimaman Yahudi–yaitu imamat suku Lewi yang diatur oleh Taurat–itu tidak sempurna! Tetapi keimaman Tuhan Yesus sebagai Imam Besar itu sempurna, sebab keimaman Tuhan Yesus ditetapkan Allah dengan ketetapan yang lebih tinggi/besar/sempurna daripada Taurat.

Continue reading

Views: 5

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Imamat Kristus: Imamat yang Sempurna

Janji Tuhan itu Kokoh dan Bisa Dipegang

Ibrani 6:9-20

Orang ragu untuk memegang janji atau harapan, kalau ia tidak memiliki jaminan bahwa janji atau harapan pasti dan tak berubah. Sebuah janji atau harapan bisa diragukan, ketika yang memberikan janji atau harapan itu adalah prbadi yang tidak bisa dipercaya/diandalkan. Janji keselamatan di dalam Kristus adalah pasti dan tak berubah, sebab yang memberikannya adalah Tuhan sendiri–yang tidak berubah dan kekal, dan yang tidak mungkin untuk berbohong!

Continue reading

Views: 7

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Janji Tuhan itu Kokoh dan Bisa Dipegang

Kalau Tidak Mau Maju, Pasti Akan Mundur

Ibrani 6:1-8

Kemandegan pertumbuhan dalam pengajaran itu memiliki risiko yang besar. Jemaat yang tidak bertumbuh dewasa dalam pengajaran–yang masih juga berkutat dengan doktrin-doktrin yang elementer dan tidak mau berkembang–terancam risiko kemunduran iman, yang apabila dibiarkan berlanjut bisa membuat berpaling dari Tuhan, dan kehilangan kesempatan menikmati hidup sebagaimana semestinya bisa dinikmati oleh orang percaya di dalam Tuhan.

Continue reading

Views: 9

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Kalau Tidak Mau Maju, Pasti Akan Mundur

Ciri Kekanak-kanakan Rohani

Ibrani 5:11-14

Penulis Ibrani merasa ragu apakah jemaat akan bisa menerima pengajaran yang dalam mengenai Tuhan Yesus, karena ia menilai jemaat lamban untuk belajar karena mereka belum dewasa secara rohani. Ada tiga ciri jemaat yang belum dewasa secara rohani: (1) belum mampu mengajar/berbagi kebenaran; (2) masih memerlukan diajar hal-hal yang elementer, seperti bayi yang hanya bisa minum susu dan belum bisa mengkonsumi makan keras; (3) tidak terlatih/berpengalaman untuk menerapkan kebenaran Tuhan dalam mengambil keputusan/tindakan.

Continue reading

Views: 23

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Ciri Kekanak-kanakan Rohani