Kesabaran Tuhan Di Tengah Kemerosotan Manusia

1 Samuel 2:22-36

Tuhan tidak menginginkan satupun binasa, melainkan setiap orang mendapat keselamatan. Akan tetapi, orang bisa memilih untuk mengeraskan hatinya–seperti juga manusia pertama, yang tanpa dosa itu, memilih untuk tidak taat kepada perintan Tuhan. Di dalam kekerasan hati manusia, Tuhan terus memberikan tegoran dan peringatan–dan kalau perlu disertai ancaman, supaya orang berbalik. Tetapi, ada orang yang memilih untuk tidak mengindahkan peringatan Tuhan.

Continue reading

Views: 7

Posted in 1 Samuel, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Comments Off on Kesabaran Tuhan Di Tengah Kemerosotan Manusia

Bertumbuh di Hadapan TUHAN

1 Samuel 2:18-21

Waktu berjalan terus. Ada yang terus berada dalam kekerasan hati dan dosa mereka, sehingga seioring berjalannya waktu, mereka semakin rusak dan semakin dekat kepada kebinasaan. Tetapi, orang-orang yang diserahkan atau menyerahkan diri kepada Tuhan, mereka akan bertumbuh makin besar di hadapan Tuhan. Seiring berjalannya waktu, Tuhan menumbuhkan, mendewasakan, memperkuat, melengkapi, dan mengawasi–semakin dekat kepada waktu penggenapan rencana Tuhan atasnya.

Continue reading

Views: 19

Posted in 1 Samuel, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Bertumbuh di Hadapan TUHAN

Tuhan Berkuasa Mengatasi Lingkungan yang Terburuk

1 Samuel 2:11-17

Bisakah yang baik lahir dan tumbuh dari lingkungan yang buruk? Tidak hanya bisa atau baik, bahkan sangat bisa dan sangat baik! Kalau Tuhan yang bekerja, lingkungan seburuk apapun tidak akan menjadi penghalang seseorang untuk tumbuh menjadi seorang yang tidak hanya baik, tetapi bahkan menjadi pelopor melakukan reformasi atas lingkungan yang buruk itu menjadi baik di hadapan Tuhan. Bukan masalah di mana, seperti apa, dan siapa, melainkan masalah apakah Tuhan mengerjakannya.

Continue reading

Views: 24

Posted in 1 Samuel, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Comments Off on Tuhan Berkuasa Mengatasi Lingkungan yang Terburuk

Hati Yang Penuh Ucapan Syukur

1 Samuel 2:1-10

[Hati yang bersyukur itu langka. Seara naluriah, manusia itu tamak–selalu menginginkan yang lebih besar dan banyak, tidak pernah puas. Hati yang tahu berterima kasih, hati yang mecukupkan diri dengan anugerah Tuhan, hati yang berserah dan tidak selalu menuntut kepada Tuhan, adalah hati yang tidak secara alamiah dimiliki oelh manusia. Hati seperti Hana diawali dengan: kesadaran penuh bahwa Tuhan adalah sumber segalanya, dan Tuhan berkuasa atas segalanya; tetapi Tuhan juga Prbadi yang kasih, yang bermurah hati–yang sebenarnya tidak harus/perlu untuk dilakukan-Nya.

Continue reading

Views: 32

Posted in 1 Samuel, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Comments Off on Hati Yang Penuh Ucapan Syukur

Mempersembahkan dengan Sukacita dan Penuh Syukur

1 Samuel 1:21-28

Apa yang membuat seseorang bisa memberikan apapun juga kepada ornag lain dengan rela dan sukacita dan penuh syukur? Ketika ia menyadari betapa besar kebaikan yang sudah diterimanya dari orang lain. Kemurahan hati dan kesediaan berkorban tanpa berkeluh kesah atau protes adalah buah dari kesadaran akan betapa besar anugerah dan kebaikan yang sudah diterima.

Continue reading

Views: 39

Posted in 1 Samuel, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Comments Off on Mempersembahkan dengan Sukacita dan Penuh Syukur