Mengikut sebagai Murid

2 Timotius 3:10-13

Prinsip dasar pemuridan adalah: mengikuti untuk dijadikan atau menjadi murid. Tuhan Yesus memanggil murid-murid untuk mengikuti Dia dan dijadikan penjala manusia. Ara ribuan orang yang secara fisik mengikuti perjalanan dan kehdiupan Tuhan Yesus, tetapi hanya murid-murid yang mengikuti, mempelajari, dan meneladani kahidupan Tuhan Yesus. Paulus menyatakan hal yang sama tentang Timotius, yang sudah mengikuti kehidupannya.

Continue reading

Views: 2

Posted in 2 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Mengikut sebagai Murid

Mereka yang Rentan Disesatkan

2 Timotius 3:6-9

Pengajaran sesat berkembang karena ada orang-orang yang bisa disesatkan di dalam jemaat. Orang-orang yang tidak bertumbuh di dalam kedewasaan rohani, yang tidak kuat komitmennya, dan yang masih diombang-ambingkan oleh berbagai keinginan, yang tidak sungguh-sungguh memahami firman Tuhan. Mereka adalah mangsa bagi para penyesat. Paulus menasihati Timotus mengenai fakta ini di tengah jemaat dan bagaimana harus bersikap.

Continue reading

Views: 3

Posted in 2 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Mereka yang Rentan Disesatkan

Hidup di Dunia yang Semakin Sulit dan Jahat

2 Timotius 3:1-5

Firman Tuhan itu kebenaran, dan realistis. Secara tepat menggambarkan kondisi dan situasi manusia dan dunia ini. Faktanya adalah: dunia semakin rusak, manusia semakin jahat. Alkitab tidak menutupi atau menyangkal fakta itu. Ini menjadi peringatan Paulus bagi Timotius, bahwa tantangan yang dihadapinya itu tidak mudah, maka ia harus sungguh-sungguh menghidupi dan mengajarkan semua kebenaran Firman Tuhan yang telah diterimanya.

Continue reading

Views: 9

Posted in 2 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Hidup di Dunia yang Semakin Sulit dan Jahat

Lari dari keingian Dunia untuk Mengejar Kesalehan

2 Timotius 2:22-26

Bagaimana cara orang memandang pencobaan dan dosa dan tawaran duniawi, akan menentukan sikapnya terhadap hal-hal itu. Godaan/pencobaan itu bukan sesuatu yang sepele–Iblis yang memnyesatkan orang sehingga memandang dosa itu sebagai sesuatu yang sepel atau kecil. Sebab sesungguhnya pencobaan/godaan kepada dosa itu adalah bahaya yang harus dijauhi secepat mungkin, dengan sikap yang sungguh-sungguh dan sekuat tenaga. Godaan itu bisa berupa tawaran untuk memuaskan hawa nafsu, atau berupa pancingan untuk berbedat tenatang hal-hal yang tidak penting. Keduanya mengalihkan perhatian orang kepada Tuhan dan dari usaha mengejar kehidupan yang saleh.

Continue reading

Views: 9

Posted in 2 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Lari dari keingian Dunia untuk Mengejar Kesalehan

Syarat Dipakai oleh Tuhan: Kekudusan Hidup

2 Timotius 2:19-21

Dunia mencari orang berbakat. Track record yang dituntut ketika menyeleksi orang untuk diberi kepercayaan atau tanggung jawab atau penghargaan adalah: prestasi, kompetensi, pengetahuan, dan pengalaman. Tetapi, dalam tata kelola Kerajaan Allah, kriteria paling utama orang yang bisa dipakai Tuhan adalah: kekudusan hidup–bagaimana ia terbukti telah dan sedang terus menyucikan diri dari hal-hal yang jahat.

Continue reading

Views: 13

Posted in 2 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Syarat Dipakai oleh Tuhan: Kekudusan Hidup