Tindakan Iman: Menjaga Hati dari Ketamakan

Ibrani 13:1-6

Setelah mengajar jemaat untuk memelihara iman yang benar kepada Kristus, penulis mengajak mereka untuk mengimplementasikan iman dalam kehidupan yang nyata, yaitu: “mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya” (Ibr. 12:28). Ada tiga cara hidup yang ditekankan: memelihara kasih persaudaraan dalam bentuk membantu mereka yang menderita; menjaga dan menghormati kekudusan pernikahan dari dosa seksual, dan mengembangkan hati yang tidak tamak atau cinta akan uang.

Continue reading

Views: 3

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Tindakan Iman: Menjaga Hati dari Ketamakan

Bukti Iman: Melayani Tuhan dengan Penuh Kesungguhan dan Kegentaran

Ibrani 12:18-29

Bagaimana sikap orang percaya yang telah mengerti dan mengalami kasih karunia Tuhan di dalam Kristus? Tidak menolak atau memberontak dari kasih karunia Tuhan–mencari jalan keselamatan yang lain atau tidak tekun menyelesaikan perjalanan imannya. Kemudian menunjukkan sikap bersyukur atas kasih karunia yang diberikan Tuhan dalam bentuk hidup yang melayani Tuhan dengan penuh kesungguhan dan rasa hormat/gentar kepada Tuhan.

Continue reading

Views: 4

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Bukti Iman: Melayani Tuhan dengan Penuh Kesungguhan dan Kegentaran

Musuh Iman: Hidup yang Melecehkan Anugerah Tuhan

Ibrani 12:15-17

Sejarah mencatat ada orang yang kehilangan anugerah Tuhan–bukan karena anugerah Tuhan itu tidak mulia, melainkan karena orang itu memandang rendah dan melecehkan anugerah Tuhan; memandang perkara rohani dan sorgawi itu tidak berharga, kalah penting dibandingkan perkara jasmani dan duniawi. Tidak menghargai bahkan menghina perkara-perkara rohani sebagai anugerah Tuhan di dalam Kristus. Dimulai dari pemujaan kepada keinginan daging dan perkara duniawi, diakhiri dengan penolakan dan penghinaan kepada anugerah Tuhan.

Continue reading

Views: 5

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Musuh Iman: Hidup yang Melecehkan Anugerah Tuhan

Iman: Menguatkan Diri dan Meneruskan Perlombaan

Ibrani 12:12-14

Ada waktunya–dan itu sebuah keniscayaan– orang percaya menjadi lemah karena diterpa kesulitan, penderitaan, dan pencobaan. Tetapi situasi dan kondisi itu tidak boleh dibiarkan–sebab akan membuat orang semakin lemah dan akhirnya tidak mencapai tujuan. Dengan anugerah Tuhan, orang percaya untuk menguatkan diri mereka, dan kembali masuk dan berlari di arena pertandingan iman. Terlalu lama berhenti akan makin melemahkan, tapi kembali ke dalam kancah pertandingan justru akan menguatkan.

Continue reading

Views: 12

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Iman: Menguatkan Diri dan Meneruskan Perlombaan

Tindakan Iman: Tekun Menjalani Displin Tuhan

Ibrani 12:4-11

Pada dasarnya manusia tidak menyukai dan akan selalu menolak penderitaan. Lagipula, apakah ada manusia normal yang mencari penderitaan? Sehingga respon kepada kesulitan dan penderitaan adalah: selalu negatif. Padahal, ada penderitaan yang harus diterima dan tidak bisa dihindari–bukan penderitaan sebagai akibat dari dosa, tetapi penderitaan yang dipakai Tuhan untuk mendidik anak-anak-Nya.

Continue reading

Views: 17

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Tindakan Iman: Tekun Menjalani Displin Tuhan