Hukuman Tuhan atas Izebel, Si Pezina dan Penyesat

Wahyu 2:18-29

Tiatira terletak sekitar 64 km di sebelah timur Pergamus. Kota ini jauh lebih kecil, dan jemaatnya juga lebih kecil. Akan tetapi mendapat pernyataan yang keras dari Tuhan Yesus. Setiap jemaat bernilai tinggi bagi Tuhan–tidak memandang jumlah, sebab satu jiwapun penting dan berharga bagi Tuhan. Ada dosa yang sangat serius terjadi di jemaat ini, sehingga Tuhan menyatakan ancaman murka yang sangat serius pula. Tuhan tidak pandang bulu, siapa berdosa pasti akan dihukum.

Continue reading

Views: 3

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu | Comments Off on Hukuman Tuhan atas Izebel, Si Pezina dan Penyesat

Jangan Mentolelir Kesesatan

Wahyu 2:12-17

Pergamus disebut sebagi kota terbesar di Asia Kecil. Di sana dibangn kuli pertama untuk menyembah kaisar dan sangat bersemangat untuk medorong pemujaan kaisar sebagai tuhan. Mungkin itu yang menyebabkan kota ini disebut sebagai “tempat takhta Iblis” (ayat 13). Jemaat yang teguh melawan tekanan lingkungan untuk menyembah kaisar, ternyata disusupi ajaran sesat di tengah jemaat.

Continue reading

Views: 5

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu | Comments Off on Jangan Mentolelir Kesesatan

Tuhan Sang Pemegang Kata Akhir

Wahyu 2:8-11

Smirna adalah kota yang besar dan kaya, sekitar 56 km di sebelah utara Efesus. Tapi berbeda dengan Efesus yang tinggal reruntuhan, sampai sekarang Smirna masih berdiri dan berkembang menjadi kota pelabuhan modern tersibuk kedua dan kota terbesar ketiga di wilayah Turki. Tidak ada teguran Tuhan untuk jemaat ini, melainkan nubuat dan janji yang besar untuk mereka; sebab pada akhirnya pandangan dan kemauan Tuhanlah yang akan tegak berdiri–apapun situasi dan pandangan dunia.

Continue reading

Views: 10

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu | Comments Off on Tuhan Sang Pemegang Kata Akhir

Jangan Tinggalkan Kasih yang Mula-mula

Wahyu 2:1-7

Pernyataan Tuhan Yesus Kristus–sebagai Raja Penguasa–kepada jemaat di Efesus menekankan betapa Tuhan menuntut hidup jmeaat yang dilandasi oleh kasih kepadanya. Tidak hanya doktrin yang murni, ketaatan ke kokoh, atau ketekunan dalam penderitaan. Kasih harus menjadi dasar dan alasan dan warna dari semuanya: love should be the why and the how of life for Christ.

Continue reading

Views: 22

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu | Comments Off on Jangan Tinggalkan Kasih yang Mula-mula

Tuhan Yesus yang Menggentarkan dan Layak Disembah

Wahyu 1:12-20

Ketika menemui Yohanes untuk menyingkapkan rahasia-Nya, Tuhan Yesus hadir dalam penampilan yang sama sekali berbeda dengan yang selama ini dikenal oleh Yohanes. Ia hadir dalam Kemuliaan yang Dahsyat dan Menakutkan–sekalipun Ia tetap menunjukkan kasih-Nya. Tapi Yohanes, murid yang diikasihi-Nya, yang sebelumnya bisa begitu intim/akrab, sekarang tersungkur seperti orang mati karena ketakutan. Tuhan Yesus layak untuk menerima penghormatan dan kegentaran umat-Nya!

Continue reading

Views: 24

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu | Comments Off on Tuhan Yesus yang Menggentarkan dan Layak Disembah