Model Sahabat yang Setia

2 Timotius 1:15-18

Ketika ada kenalan, sahabat, atau saudara seiman yang sedang mengalami masalah; dan masalah itu terkait dengan status yang negatif di tengah masyarakat; maka kecenderungan sebagian besar orang adalah menjauhinya–selain merasa malu atau jengah, tapi juga karena ia tidak ingin dikaitkan dengannya; baik untuk menjaga nama baik maupun agar tidak ikut dilibatkan dalam masalah. Dalam kasus Paulus, sebagian besar pemimpin jemaat berpaling dari padanya. Tetapi, ada sahabat/saudara seiman sejati yang tetap setia mensupportnya.

Continue reading

Views: 2

Posted in 2 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Model Sahabat yang Setia

Memelihara Warisan Rohani

2 Timotius 1:13-14

Tuhan, di dalam kasih dan anugerahnya yang besar, memberikan warisan-warisan rohani kepada orang percaya. Pengajaran, cara hidup, disiplin, dan pengalaman yang diijinkan Tuhan diterima dan dialami seseorang adalah harta rohani yang indah dan berharga. Paulus mengingatkan Timotius bahwa ia telah dipercaya untuk menerima warisan-warisan rohani dari Tuhan melalui pengajaran/pelatihan Paulus kepadanya. Ini yang harus dilakukan Timotius terhadap warisan rohani itu.

Continue reading

Views: 2

Posted in 2 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Memelihara Warisan Rohani

Ketika Keraguan Melanda

2 Timotius 1:8-12

Malu atau ragu akan apa yang sedang dikerjakan atau diperjuangkan adalah hal yang biasa dan bisa dialami siapapun. Keyakinan itu tidak selalu kuat, ada waktunya menjadi lemah, dan orang mulai mempertanyakan: Apakah apa yang sednag dilakukannya itu benar? Apakah ia sedang memperjuangkan sesuatu yang cukup berharga? Apakah semua usaha dan pengorbanannya itu tidak sia-sia? Agaknya Tiotius menghadapi tantangan ini, maka Paulus menguatkannya dengan memakai hidupnya sneidri sebagai model.

Continue reading

Views: 4

Posted in 2 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Ketika Keraguan Melanda

Ketika Karunia itu Meredup

2 Timotius 1:6-7

Setiap orang–bahkan orang dengan kaliber tinggi–akan mengalami masa-masa lemah dan lesu, terintimidasi, bahkan bisa jadi putus asa. Abraham punya masa-masa di mana ia goyah iman. Musa mengalami rasa minder sampai menolak panggilan Tuhan. Daud dan pemazmur yang lain sering menyerukan ketakutan mereka. Elia, yang doanya menghentikan hujan dan menurunkan api dari langit, pernah begitu frustasi sampai minta mati saja. Timotius tidak luput dari serangan ketakutan semacam itu, karenanya Paulus menulis surat untuk menguatkannya.

Continue reading

Views: 9

Posted in 2 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Ketika Karunia itu Meredup

Iman Yang Tulen

2 Timotius 1:3-5

Paulus memandang bahwa hal yang paling berharga (karena sangat mendasar) dan patut untuk terus disyukuri adalah: iman yang sejati di dalam Tuhan. Iman yang tidak berpura-pura atau tidak meniru-niru atau dibuat-buat, melainkan iman yang asli, yang sungguh-sunguh, yang jujur, yang tulen. Dan iman yang sejati itu hanya bisa ditumbuhkan dan dikembangkan oleh Tuhan, karena anugerah-Nya.

Continue reading

Views: 10

Posted in 2 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Iman Yang Tulen