Meterai 6: Kekacauan Alam dan Kekerasan Hati Manusia

Wahyu 6:12-17

Pertobatan seseorang adalah pekerjaan dan anugerah Tuhan karena kasih-Nya. Sebab ketika seorang keras hatinya di dalam dosa, apapun yang dikenakan kepadanya, termasuk malapetaka yang paling berat pun, tidak akan melembutkan hatinya. Warren Wiersbe menuliskan: “They are proof that judgment by itself does not change the human heart.” Pembukaan meterai keenam menunjukkan: belas kasihan Tuhan yang masih memberi kesempatan pertobatan dan kekerasan hati manusia berdosa yang menolak kesempatan itu.

Continue reading

Views: 1

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu | Comments Off on Meterai 6: Kekacauan Alam dan Kekerasan Hati Manusia

Meterai 5: Janji Pembalasan bagi Darah Para Martir

Wahyu 6:9-11

Pada bagian ini, sifat Tuhan yang ditonjolkan adalah Tuhan sebagai Penguasa yang Kudus dan Benar, dan Tuhan sebagai Hakim yang menjatuhkan pembalasan kepada orang berdosa–khususnya kepada mereka yang sudah menganiaya dan membunuh orang percaya. Roh para martir berseru meminta agar kekudusan Tuhan dan keadilan Tuhan ditegakkan. Dan Tuhan pasti akan melakukannya: membalas orang atas setiap dosa dan kejahatannya.

Continue reading

Views: 3

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu | Comments Off on Meterai 5: Janji Pembalasan bagi Darah Para Martir

Meterai 4: Akselerasi Kehancuran Dunia

Wahyu 6:7-8

Dunia ini sudah jatuh dan rusak karena dosa. kecenderungan hati manusia adalah berbuat kejahatan. Sampai menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua, Tuhan masih menahan laju kejahatan dan kerusakan itu, supaya ada kesempatan manusia bertobat. Tetapi, akan tiba waktunya, ketika orang percaya/orang benar telah diangkat ke sorga, maka dunia ini akan mengalami akselerasi kejahatan dan kerusakan, sampai kepada titik kepunahannya.

Continue reading

Views: 8

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu | Comments Off on Meterai 4: Akselerasi Kehancuran Dunia

Meterai 3: Kematian karena Kelaparan Global

Wahyu 6:5-6

Tuhan adalah sumber kehidupan dan rejeki. “Mata sekalian orang menantikan Engkau, dan Engkaupun memberi mereka makanan pada waktunya; Engkau yang membuka tangan-Mu dan yang berkenan mengenyangkan segala yang hidup.” (Maz. 145:15-16). Tapi, menjelang akhir zaman, Tuhan akan mengijinkan kelaparan terjadi untuk menggenapi rencana-Nya. Rejeki itu ditentukan oleh Tuhan, bukan oleh upaya manusia.

Continue reading

Views: 18

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu | Comments Off on Meterai 3: Kematian karena Kelaparan Global

Meterai 2: Pemerintahan yang Membawa Konflik dan Peperangan

Wahyu 6:3-4

Tuhan adalah Raja yang sesungguhnya atas alam semesta. Dalam konteks kehidupan masyarakat atau bangsa-bangsa di dunia, Tuhanlah penentu segalanya. Suasana tenang atau rusuh, suasana damai atau penuh konflik–itu semuanya di tangan Tuhan. Ia yang memutuskan dan mengijinkan sebuah situasi terjadi. Tanpa perkenan/ijin-Nya, tidak ada sesuatupun yang bisa terjadi.

Continue reading

Views: 13

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu | Comments Off on Meterai 2: Pemerintahan yang Membawa Konflik dan Peperangan