Iman: Memandang ke Depan, Tak Lagi Menoleh ke Belakang

Ibrani 11:13-16

Abraham percaya dan taat kepada Tuhan walaupun ia tidak tahu kapan Tuhan akan menggenapi janji-Nya. Karena Abraham percaya kepada Pribadi dan karakter Tuhan, yaitu setia (trustworthy, dapat dipercaya). Dan karena Abraham memiliki pandangan yang sangat tinggi tentang Tuhan–bahwa Ia dapat dipercaya–maka Tuhanpun tidak malu untuk disebut sebagai Allah Abraham. Tuhan “bangga” Nama-Nya diasosiasikan dengan Abraham!

Continue reading

Views: 3

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Iman: Memandang ke Depan, Tak Lagi Menoleh ke Belakang

Iman: Tunduk pada Cara dan Waktu Penggenapan Janji Tuhan

Ibrani 11:11-12

Tuhan itu besar, Tuhan itu berkuasa. Kebesaran dan kuasnaya tidak dipengaruhi oleh kualitas iman manusia. Kalau Tuhan berjanji dan menepatinya, itu bukan disebabkan oleh iman manusia yang kuat sebagai faktor penentu, melainkan karena kehendak Tuhan sendiri. Justru Tuhan memberi ruang kepada manusia untuk bertumbuh di dalam iman–semula tidak percaya, kemudian menjadi percaya–tanpa menjadikannya prasyarat untuk pemberina dan pemenuhan janji-Nya. Tuhan pasti menepati janji-Nya, tetapi Tuhan berdaulat atas cara dan waktu penggenapannya.

Continue reading

Views: 6

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Iman: Tunduk pada Cara dan Waktu Penggenapan Janji Tuhan

Iman: Taat Tanpa Harus Tahu Semuanya, Karena Percaya

Ibrani 11:8-10

Abraham menjadi model orang beriman: taat melakukan firman Tuhan tanpa tahu dengan detial apa yang harus dilakukan. Iman ditunjukkan dengan ketaatan kepada pernyataan Tuhan, sekalipun tidak mengerti bagaimana pernyataan Tuhan itu akan terlaksana. Sebatas yang diketahi dan bisa dilakukan, orang beriman mulai bergerak, berjalan. Karena percaya bahwa nanti Tuhan, yang sudah berjanji, akan membimbing ke arah yang dikehendaki-Nya. Iman adalah keberanian untuk taat/bergerak dulu dulu sebatas apa yang Tuhan sudah nyatakan.

Continue reading

Views: 7

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Iman: Taat Tanpa Harus Tahu Semuanya, Karena Percaya

Teladan Iman Abel, Henokh, dan Nuh

Ibrani 11:4-7

Iman adalah percaya dan taat kepada pernyataan Tuhan, semustahil apapun situasinya dan seberat apapun konsekuensinya. Iman tidak pernah hanya berhenti dengan kata-kata pernyataan percaya, tetapi akan selalu disertai dengan hidup yang taat melakukan kehendak Tuhan. Elemen iman yang benar adalah: pengenalan akan Tuhan, kepercayaan kepada Tuhan, dan ketaatan kepada Tuhan. Abel melakukan hekendak Tuhan dalam mempersembahkan, Henokh hidup berjalan bersama Tuhan, dan Nuh mentaati perintah Tuhan untuk membuat bahtera.

Continue reading

Views: 11

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Teladan Iman Abel, Henokh, dan Nuh

Hidup oleh Iman

Ibrani 11:1-3

Iman bukan spekulasi, iman bukan takhayul, iman bukan harapan ngawur tanpa dasar. Benar, dasar iman bukanlah hal-hal yang rasional atau yang tangible. Tapi iman punya dasar yang kuat! Dasar iman adalah: perkataan Allah. Saya percaya dan taat karena Allah menyatakannya. Hidup dengan iman adalah hidup yang memegang dan mentaati pernyataan Allah–apapun situasinya, apapun konsekuensinya.

Continue reading

Views: 15

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Hidup oleh Iman