Ciri Kekanak-kanakan Rohani

Ibrani 5:11-14

Penulis Ibrani merasa ragu apakah jemaat akan bisa menerima pengajaran yang dalam mengenai Tuhan Yesus, karena ia menilai jemaat lamban untuk belajar karena mereka belum dewasa secara rohani. Ada tiga ciri jemaat yang belum dewasa secara rohani: (1) belum mampu mengajar/berbagi kebenaran; (2) masih memerlukan diajar hal-hal yang elementer, seperti bayi yang hanya bisa minum susu dan belum bisa mengkonsumi makan keras; (3) tidak terlatih/berpengalaman untuk menerapkan kebenaran Tuhan dalam mengambil keputusan/tindakan.

Continue reading

Views: 2

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Ciri Kekanak-kanakan Rohani

Tuhan Yesus, Sang Sumber Keselamatan Abadi

Ibrani 5:1-10

Tuhan Yesus memenuhi kriteria untuk menjadi Imam Besar Agung: Ia dipilih oleh Tuhan sendiri dengan ketetapan yang melampaui ketetapan agama Yahudi, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan bagi manusia sebagai Perantara, Ia telah menjadi manusia sehingga bisa merasakan semua kelemahan manusia, dan Ia telah menyerahkan Diri untuk mati sebagai Korban Penebus Dosa manusia. Keselamatan yang dari-Nya itu bersifat universal dan kekal, beraku untuk semua dan untuk selamanya.

Continue reading

Views: 3

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Tuhan Yesus, Sang Sumber Keselamatan Abadi

Imam Besar Agung, Sang Penolong

Ibrani 4:14-16

Tuhan Yesus adalah Imam Besar Agung, yang pelayanan-Nya melampaui yangbisa dilakukan imam besar agama Yahudi–sebab Tuhan Yesus menjadi Imam Agung di sorga. Tuhan Yesus juga adalah Imam Besar Agung yang sempurna, sebab Ia sudah mengalami semua kelemahan manusia dan dicobai dengan semua jenis pencobaan manusia, tetapi Ia tidak berdosa. Hanya kepada Imam Besar Agung seperti inilah manusia punya harapan untuk memperoleh pertolongan untuk jiwanya.

Continue reading

Views: 3

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Imam Besar Agung, Sang Penolong

Firman Tuhan Alat Penguji Hati

Ibrani 4:9-13

Sejak awal suratnya, penulis Ibrani mengingatkan agar umat Tuhan hati-hati atau waspada menjaga imannya agar tidak hanyut dalam kesesatan yang membuat mereka berpaling dari Tuhan sehingga mereka tidak bisa masuk ke dalam tempat perhentian Tuhan. Cara menjaga iman adalah: menggunakan Firman Tuhan untuk mengevaluasi dan mengkritisi hati dan pikiran umat Tuhan apakah masih murni atau sudah mulai terhanyut.

Continue reading

Views: 4

Posted in Ibrani, Saat Teduh | Comments Off on Firman Tuhan Alat Penguji Hati

Janji Tuhan harus Diresponi dengan Iman dan Ketaatan

Ibrani 4:1-8

Tuhan sudah menjanjikan bahwa umat-Nya akan masuk ke dalam tempat perhentian. Tempat perhentian itu jelas ada dan tersedia sejak semula, dan perjanjian untuk masuk ke sana masih berlaku; akan tetapi tidak semua orang yang menerima janji-Nya akhirnya bisa masuk ke tempat perhentian itu. Karena itu, umat Tuhan didorong untuk waspada–“to fear” kalau-kalau ternyata tidak bisa masuk ke sana. Ada sikap yang harus dimiliki orang yang menerima janji itu untuk memastikan ia mengalami penggenapannya.

Continue reading

Views: 10

Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Janji Tuhan harus Diresponi dengan Iman dan Ketaatan