Meterai 2: Pemerintahan yang Membawa Konflik dan Peperangan

Wahyu 6:3-4

Tuhan adalah Raja yang sesungguhnya atas alam semesta. Dalam konteks kehidupan masyarakat atau bangsa-bangsa di dunia, Tuhanlah penentu segalanya. Suasana tenang atau rusuh, suasana damai atau penuh konflik–itu semuanya di tangan Tuhan. Ia yang memutuskan dan mengijinkan sebuah situasi terjadi. Tanpa perkenan/ijin-Nya, tidak ada sesuatupun yang bisa terjadi.

Continue reading

Views: 2

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu | Comments Off on Meterai 2: Pemerintahan yang Membawa Konflik dan Peperangan

Meterai 1: Pemimpin/Pemerintah Dunia dengan Damai

Wahyu 6:1-2

Setelah menerima pujian dan penyembahan dari segala makhluk di alam semesta ini karena hanya Ia satu-satunya yang layak untuk menerima dan membuka gulungan kitab yang berisi keputusan Allah Bapa, maka Anak Domba Allah, Kristus yang sudah menjadi Korban Penebus Dosa, yaitu Sang Pemenang itu, mulai membuka ketujuh meterai satu demi satu. Dan setiap kali satu meterai dibuka, dinyatakanlah kehendak atau rencana Allah yang akan terjadi di masa depan–menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua. Meterai pertama: akan ada pemimpin/pemerintahan yang muncul dan berkuasa atas seluruh dunia.

Continue reading

Views: 3

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu | Comments Off on Meterai 1: Pemimpin/Pemerintah Dunia dengan Damai

Anak Domba yang Menang dengan Kematian-Nya

Wahyu 5:1-14

Hanya Tuhan Yesus Kristus, satu-satunya yang layak untuk membuka rahasia kehendak Allah Bapa di masa depan. Dan Ia layak karena Ia sudah menang; dan kemenangan-Nya itu diraih dengan kematian-Nya di kayu salib sebagai Korban Penebus Dosa–dengan kematian-Nya, Ia telah membeli semua bangsa menjadi miliknya, berdaulat sebagai Pemilik dan Raja atas mereka.

Continue reading

Views: 2

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu | Comments Off on Anak Domba yang Menang dengan Kematian-Nya

Siapakah Dirimu di Mata Tuhan?

Wahyu 3:14-22

Jemaat terakhir yang mendapat pernyataan darii Tuhan Yesus melalui surat Yohanes adalah Laodikia. Kota Laodikia terkenal karena kekayaannya dan industri yang memproduksi kain wool. Sekitar 35 tahun sebelum surat Yohanes ini dikirimkan, Laodikia hancur karena gempa bumi; tetapi kota ini dibangun lagi dengan kekayaan dan kemampuan yang dimiliki penduduknya–tidak heran kota ini memiiki kebanggaan sebagai kota yang kaya dan kuat. Tapi bagi jemaat di kota ini Tuhan Yesus memberi tegoran dan peringatan yang sangat keras atas dosa mereka.

Continue reading

Views: 12

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu | Comments Off on Siapakah Dirimu di Mata Tuhan?

Tuhan Yesus, Pemegang Kunci Pintu Pelayanan

Wahyu 3:7-13

Jemaat di Filadelfia, seperti Smirna, tidak mendapatkan tegoran dari Tuhan Yesus dalam surat yang ditulis Yohanes. Kalau Smirna dipuji oleh Tuhan karena ketekunan mereka dalam iman sekalipun mengalami penganiayaan yang berat, jemaat Filadelfia dipuji karena sekalipun kekuatan mereka tidak seberapa–jemaat yang kecil dan lemah secara jasmani, tetapi mereka besar dan kuat di dalam ketaatan dan kesetiaan iman mereka. Tuhan Yesus akan meninggikan jemaat kecil ini, karena ketekunan dalam keterbatasan mereka.

Continue reading

Views: 13

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu | Comments Off on Tuhan Yesus, Pemegang Kunci Pintu Pelayanan