Ibrani 2:2-4
Bahaya yang harus diwaspadai oleh orang percaya adalah: mulai menyianyiakan atau mengabaikan Injil Keselamatan di dalam Tuhan Yesus yang diberitakan/diajarkan dalam Kitab Suci. Penyia-nyiaan terjadi ketika Injil itu mulai tidak diutamakan untuk direnungkan dan diajarkan–di mana orang mulai lebih suka memikirkan hal atau ajaran yang lain, dan tidak terus kembali memandang dan mengingat Injil Kristus.
Ayat 2. Taurat, yang disampaikan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku bagi umat Tuhan; dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan kepada Tuarat itu akan mendapatkan balasan atau hukuman yang setimpal dari Tuhan. Taurat yang posisinya inferior dibandingkan dengan Injil Kristus tetap memiliki kekuatan hukum yang harus ditaati–dan pelanggaran atasnya akan mendatangkan hukuman.
Ayat 3. Apalagi terhadap keselamatan di dalam Kristus yang lebih tinggi, lebih mulia, dan lebih superior daripada Taurat–sebab merupakan penggenapan dari Taurat. Ada konsekuensi yang lebih fatal bagi orang yang menyia-nyiakan keselamatan dari Tuhan di dalam Kristus–konsekuensi yang tidak bisa dihindari oleh siapapun juga.
Apa yang dimaksud dengan menyia-nyiakan? Kata yang dipakai “amaleo” berarti: careless, not to show concern, not to care; not to care for, to neglec; to regard lightly. Ini adalah peringatan kepada orang percaya, yang sudah menerima keselamatan di dalam Kristus agar tidak memandang sepele atau mengabaikan keselamatan di dalam Kristus. Ini konsisten dengan perintah sebelumnya agar: memberi perhatian yang sungguh-sungguh kepada Injil, supaya orang percaya tidak terhanyut.
Ayat 4. Keselamatan di dalam berita Injil itu lebih tinggi daripada Taurat, sebab dinyatakan/dikatakan sendiri oleh Tuhan Yesus Kristus–Sang Anak Allah; kemudian berita Injil itu dikonfirmasi atau diberitakankepada orang banyak oleh para saksi yang mendengar langusng dari Tuhan Yesus–yaitu para rasul; dan Allah Bapa juga bersaksi dengan pemberitaan Injil itu dengan mengadakan tanda-tanda, keajaiban-keajaiban, dan berbagai mujizat dan dengan karunia-karunia Roh sesuai kehendak-Nya.
Pengajaran tentang keselamatan di dalam Kristus dan kehidupan yang mestinya dimiliki oleh orang yang telah percaya dan menerima keselamatan itu–sesuai dengan apa yang tertulis di dalam Kitab Suci tidak boleh diabaikan atau disia-siakan. Kitab Suci harus mendapatkan perhatian yang utama dari orang percaya. Karena Injil dan pengajaran di dalamnya berasal dari Allah sendiri–bukan filsafat atau hasil pikiran manusia! Kitab Suci membawa orang kepada Sumber Kebenaran dan Sumber Kehidupan.
Hidup seseorang akan mulai hanyut kepada keduniawian dan dosa dan kesesatan, ketika ia mulai mengabaikan Injil Kristus. Hidup jemaat atau gereja juga akan mulai hanyut kepada keduniawian dan dosa dan kesesatan, ketika Injil Kritus tidak lagi mendapat tempat utama dalam pemberitaan dan pengajaran dan percakapannya. Betapa banyak gereja lokal yang tidak lagi menjadi Kristus sebagai fokus dan pusat pemberitaan–melainkan kepada topik tentang filsafat, wacana, psikologi, atau motivasional, tanpa mengkaitkan dan mengembalikan kepada Injil Kristus.
Penerapan:
(1) Terus menempatkan Injil Kristus sebagai fokus, sebagai pondasi, sebagai pusat setiap perenungan dan pemikiran saya.
(2) Berdoa agar Injil Kristus menjadi pusat dari setiap pemberitaan, perenungan pengajaran, dan percakapan di dalam jemaat/gereja.
Views: 2