Tentang Blog Ini
-
Tulisan Terbaru
-
Pencarian
Kategori
Admin Blog
Category Archives: Ibrani
Gentar kepada Alah, Sang Pemberi Wahyu
Wahyu 1:4-6 ernyataan atau firman Tuhan adalah perkara yang serius, yang tidak bisa dianggap enteng atau disepelekan. Sebab pernyataan atau firman itu berasal dari Pribadi yang harus dianggap serius, yaitu Allah sendiri. Siapa Allah, Sang Pemberi firman, seharusnya sudah membuat … Continue reading →
Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh
|
Comments Off on Gentar kepada Alah, Sang Pemberi Wahyu
Pegangan Iman: Segala Yang Baik Berasal dari Tuhan
Ibrani 13:18-25 idup Kristen diawali dengan kasih karunia, dijalani dengan kasih karunia, dan diakhiri dengan kasih karunia juga. Tidak ada satupun di dalam seluruh proses dan aspek kehidupan orang percaya yang berasal dari dirinya atau upayanya sendiri, sebab ia sudah … Continue reading →
Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh
|
Comments Off on Pegangan Iman: Segala Yang Baik Berasal dari Tuhan
Jemaat yang Beriman: memuji Tuhan, Berbuat Baik, dan Menundukkan Diri
Ibrani 13:15-17 rang percaya menyatakan imannya dengan sikap yang berkenan kepada Tuhan di tengah kehidupan berjemaat. Ditunjukkan dengan hidup yang memuji Tuhan, berbuat baik, dan saling berbagi dengan saudara seiman. Serta menjadi anggota jemaat yang tidak “sulit”; yaitu yang taat … Continue reading →
Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh
|
Comments Off on Jemaat yang Beriman: memuji Tuhan, Berbuat Baik, dan Menundukkan Diri
Sumber Pertumbuhan Iman adalah Anugerah Tuhan
Ibrani 13:9-14 da ajaran yang memberi tekanan kepada ritual dan aturan tentang makanan (apa yang tidak boleh dimakan dan yang dianjurkan untuk dimakan)–seolah ritual dan aturan makanan itu yang memberi pertumbuhan rohani dan menguduskan orang. Padahal pengudusan dan pertumbuhan itu … Continue reading →
Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh
|
Comments Off on Sumber Pertumbuhan Iman adalah Anugerah Tuhan
Belajar dari Iman Para Pemimpin Rohani
Ibrani 13:7-8 alam Perjanjian Lama, berkali-kali TUHAN memerintahkan agar dibangun sebuah monumen untuk mengingat peristiwa masa lampau dan sebagai media mengajar generasi yang akan datang. George Santayana menyatakan “Those who cannot remember the past are condemned to repeat it“. Mengingat … Continue reading →
Posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh
|
Comments Off on Belajar dari Iman Para Pemimpin Rohani