Bertumbuh di Hadapan TUHAN

1 Samuel 2:18-21

Waktu berjalan terus. Ada yang terus berada dalam kekerasan hati dan dosa mereka, sehingga seioring berjalannya waktu, mereka semakin rusak dan semakin dekat kepada kebinasaan. Tetapi, orang-orang yang diserahkan atau menyerahkan diri kepada Tuhan, mereka akan bertumbuh makin besar di hadapan Tuhan. Seiring berjalannya waktu, Tuhan menumbuhkan, mendewasakan, memperkuat, melengkapi, dan mengawasi–semakin dekat kepada waktu penggenapan rencana Tuhan atasnya.

Ayat 18. Di tengah kebobrokan lingkungan di sekitarnya, TUHAN menolong Samuel untuk bertumbuh sebagai pelayan di hadapan TUHAN. Disebutkan bahwa Samuel masih anak-anak (na’ar: a boy, from the age of infancy to adolescence). Dalam aturan Taurat (Bil. 8:24-26), seorang Lewi baru mulai magang untuk melayani TUHAN di Kemah Suci pada usia 25 tahun, dan tidak lagi bertugas di usia 50 tahun. Sehingga saat itu Samuel masih dalam masa pelatihan–belum resmi melayani TUHAN.

Sekalipun masih kanak-kanak dan belum resmi menjadi pelayan TUHAN, tetapi Samuel sudah memakai baju efod (pakaian untuk para imam) dari kain lenan. Ini menunjukkan memang Samuel sedang sungguh-sunguh dilatih dan disiapkan untuk menjadi seorang pelayan TUHAN. Kontras dengan sikap anak-anak Eli yang melecehkan pelayanan, Samuel memandang pelayanan di Kemah Suci sebagai hal yang serius dan khidmat.

Ayat 19. Sekalipun sudah menyerahkan Samuel kepada TUHAN, Hanah–ibunya–tidak berhenti untuk mengasihi dan memperhatikan Samuel. Buktinya: setiap tahun (kembali frasa ini muncul untuk menunjukkan kesungguhan hidup keluarga Elkana) ia membuat jubah kecil, dan memberikan jubah itu kepada Samuel setiap kali keluarga Elkana datang ke Silo untuk beribadah. Kalau mengingat doa Hana sebelum dan setelah melahirkan Samuel, dapat diduga juga bahwa Hanah–yang belum memiliki anak selain Samuel, rutin mendoakan Samuel.

Dapat diperkirakan juga, bahwa ketika Hanah pergi ke Silo untk beribadah dan menyerahkan jubah kecil untuk anaknya, ia akan memakai kesempatan itu untuk berbicara dan mendoakan dan menunjukkan kasihnya kepada Samuel–sekalipun hanya bisa bertemu muka setahun sekali, tetapi tidak berarti Hana melepaskan Samuel sama sekali dari pengasuhannya.

Ayat 20-21. Ketika mereka beribadah kepada TUHAN dan mengunjungi Samuel, Eli memberkati Elkana dan Hana–supaya TUHAN memberikan keturunan kepada Hana sebagai ganti anak yang sudah diserahkannya kepada TUHAN. Dan TUHAN mengindahkan Hana–bukan karena doa atau berkat Eli, sehingga TUHAN membuat Hana mengandung dan melahirkan 3 anak laki-laki dan 2 anak perempuan lagi. TUHAN tidak pernah berhutang kepada siapapun; tidak ada seorangpun bisa mengklam bahwa ia berbuat kebaikan atau berjasa kepada TUHAN!

Ayat 21. Waktu berjalan, kejahatan anak-anak Eli terus berlangsung, usia Eli semakin tua, kehidupan Hana semakin penuh (limpah) dengan berkat TUHAN berupa anak-anak yang dilahirkan dan harus diasuhnya–dan sementara itu, Samuel yang muda itu tumbuh semakin besar di hadapan TUHAN.

Betapa penting frasa: “makin besarlah Samuel yang muda itu di hadapan TUHAN“, sebab itu menunjukkan tidak hanya secara fisik dan mental saja Samuel makin besar, tetapi ia semakin besar di dalam pandangan TUHAN, dalam pengenalannya dan kesalehannya di hadapan TUHAN. Juga berarti: pertumbuhan Samuel selalu ada di dalam perhatian atau pengawasan TUHAN. TUHAN mengawasi perkembangan Samuel–mata TUHAN tertuju kepadanya (Maz. 32:8).

Penerapan:
(1) Tuhan mengawasi kehidupan dan perkembangan orang-orang yang dikasihi-Nya, sementara Ia membiarkan mereka yang berontak dan keras hati untuk berjalan terus dalam kebinasaan mereka. Tolonglah saya untuk hidup di dalam jalur kehendak-Mu, agar saya terus berada di bawah pengawasan-Mu, ya Tuhan.
(2) Tidak ada orang yang menghutangi Tuhan, anugerah dan kemurahan Tuhan itu begitu besar, sehingga tidak akan ada perbuatan apapun yang bisa dihitung sebagai balas budi, atau kebaikan, atau jasa kepada Tuhan. Tolonglah saya untuk melakukan semua dengan rela dan penuh ucapan syukur, sebab sadar akan besarnya anugerah yang sudah Kaucurahkan atas hidup saya.

Views: 1

This entry was posted in 1 Samuel, Perjanjian Baru, Saat Teduh. Bookmark the permalink.