1 Samuel 16:1-2
Hidup sebagai orang percaya itu sebenarnya sederhana, tidak rumit atau kompleks. Tuhan tidak pernah rumit atau kompleks sehingga membingungkan dan menyesatkan. Yang paling penting adalah: orang yang mau mendengarkan perintah Tuhan dan melakukan perintah itu. Tuhan Yesus sendiri menyatakan: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Mat. 6:33).
Ayat 1-2. TUHAN menegor Samuel karena masih berduka karena Saul. TUHAN meminta Samuel untuk move on dengan melakukan kehendak TUHAN berikutnya, yaitu mengurapi salah satu anak Isai di Betlehem menjadi raja pilihan TUHAN. TUHAN juga memberikan strategi kepada Samuel agar terhindar dari ancaman Saul–karena Samuel akan mengurapi raja penggantinya.
Move on-lah dengan rencana Tuhan yang baru. Jangan berhenti terlalu lama dan terus berduka atua menyesali apa yang sudah Tuhan tetapkan–termasuk penolakan atau pencabutan panggilan. Bukankah Tuhan sudah memberikan panggilan dan pekerjaan yang baru? Fokuslah kepada panggilan yang baru itu, dan lakukanlah.
Tuhan memberikan kepada Samuel hal-hal dan strategi-strategi yang harus dilakukan. Samual tidak ditampilkan sebagai seorang yang hebat dalam kepemimpinan, dalam strategi perang, atau dalam kecerdasan. Samuel ditampilkan sebagai seorang yang taat mengikuti petunjuk Tuhan! Tidak ada deskripsi tentang fisiknya yang istimewa, tidak ada pula deskripsi tentang kecerdasan atau kecerdikan atau wibawa–yang ada adalah: Samuel mentaati perintah Tuhan, dan Tuhan yang memvalidasi dengan kuasa-Nya!
Yang paling penting bukan kecakapan fisik atau pengetahuan atau kecerdikan atau kewibawaan atau personalitas atau human relation skill–yang paling penting adalah: panggilan Tuhan dan ketaatan kepada perintah Tuhan. Sebab Tuhan bisa mengarahkan, memberi nasihat, memberi petunjuk, memberi strategi yang harus dilakukan. Yang paling penting adalah: taat kepada perintah Tuhan, yang lainnya hanya faktor pendukung–yang bisa ada dan bisa juga tidak perlu ada.
Kalau saya ingin dikenal orang, biarlah saya dikenal sebagai orang yang mendengarkan dan taat kepada perintah Tuhan, dan orang yang disertai Tuhan. Bukan orang yang pintar, cerdik, pandai bergaul, pintar bicara, berwibawa, berpengaruh, hebat dalam berstrategi, atau segala macam atribut kemanusiaan yang lain. Sebab yang paling penting adalah: mendengarkan dan mentaati kehendak Tuhan.
Penerapan:
(1) Berkomitmen untuk tidak terus merindukan masa lalu yang sudah jelas ditutup oleh Tuhan, fokus kepada panggilan yang baru yang Tuhan sudah berikan! Betapa baiknya Tuhan, masih berkenan memberikan panggilan yang baru–sebab sebenarnya saya adalah sampah yang hanya pantas untuk dibuang dan dibinasakan.
(2) Belajar hidup sederhana sebagai hamba Tuhan: mendengarkan Tuhan dan melakukan apa saja yang diperintahkan oleh Tuhan.
Views: 5