Gentar kepada Alah, Sang Pemberi Wahyu

Wahyu 1:4-6

Pernyataan atau firman Tuhan adalah perkara yang serius, yang tidak bisa dianggap enteng atau disepelekan. Sebab pernyataan atau firman itu berasal dari Pribadi yang harus dianggap serius, yaitu Allah sendiri. Siapa Allah, Sang Pemberi firman, seharusnya sudah membuat orang gentar: Pribadi yang Kekal, Allah yang Sempurna, Penebus dosa, Raja di atas segala raja.

Ayat 4. Menunjukkan identitas penulis surat ini, yaitu Yohanes. Siapakah Yohanes ini? Ada beberapa ayat yang memberi petunjuk siapa dia: hamba Tuhan Yesus Kristus (ayat 1), saksi mata langsung dari apa yang dinyatakan Tuhan melalui malaikat (ayat 2, 22:8), saudara seiman dan sepenanggung penderitaan dengan jemaat (ayat 9), dibuang ke Pulau Patmos karena bersaksi tentang Kristus (ayat 9).

Juga menunjukkan kepada siapa surat itu dikirimkan: tujuh gereja/jemaat di provinsi Asia (ayat 4, 11), yaitu: Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia, dan Laodikia. Sekalipun demikian, surat ini juga dituliskan untuk semua orang percaya untuk dibaca, didengarkan, dan ditaati (ayat 3).

Ayat 4-5a. Ucapan salam Yohanes kepada jemaat yang dikirimi surat: agar kasih karunia dan damai sejahtera diberikan kepada mereka dari Allah Tritunggal: Allah Bapa, Roh Kudus, dan Tuhan Yesus Kristus.

Allah Bapa disebut sebagai Ia yang kekal, yang ada sejak dahulu, sekarang dan akan datang–mengingatkan kepada identitas Allah Bapa “I AM”. Allah Roh Kudus disebut sebagai Roh yang sempurna (menggunakan simbol angka 7). Lihat Yes. 11:2 yang menyatakan karakter Roh Allah, yaitu “Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN.

Dari Tuhan Yesus Kristus, yang diuraikan sebagai: Saksi yang setia, Yang pertama bangkit dari antara orang mati, Yang berkuasa atas raja-raja di bumi ini. Yohanes menekankan kepada kemenangan Tuhan Yesus–bukan lagi kepada penderitaan-Nya sebagai korban, tetapi Ia yang telah menang (dibuktikan dengan bangkit dari kematian) dan berkuasa atas segala raja-raja di bumi–“Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” (Mat. 28:18).

Ayat 5b-6. Yohanes melanjutkan dengan pujian kepada Tuhan Yesus Kristus karena pekerjaan-pekerjaan-Nya, yaitu: telah mengasihi orang percaya, telah melepaskan mereka dari dosa oleh darah-Nya, membuat mereka menjadi kerajaan imam (imamat rajani) bagi Allah Bapa. Tuhan Yesus layak untuk menerima kemulaian dan kuasa sampai selama-lamanya.

Penerapan:
Memohon penglihatan dan hati yang benar-benar menyadari keseriusan firman Tuhan, karena itu adalah kata-kata Tuhan sendiri, agar saya dengan gentar mendengarkan, menerima, dan menundukkan diri di bawah firman-Nya.

Views: 5

This entry was posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh. Bookmark the permalink.