Ibrani 13:15-17
Orang percaya menyatakan imannya dengan sikap yang berkenan kepada Tuhan di tengah kehidupan berjemaat. Ditunjukkan dengan hidup yang memuji Tuhan, berbuat baik, dan saling berbagi dengan saudara seiman. Serta menjadi anggota jemaat yang tidak “sulit”; yaitu yang taat dan tunduk kepada leadership di dalam jemaat.
Ayat 15-16. Umat Tuhan didorong untuk senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, dalam bentuk: (1) ucapan bibir yang memuliakan Nama-Nya–puji-pujian (praise) kepada Tuhan; (2) tidak lupa untuk berbuat baik; dan (3) untuk saling memberi bantuan atau saling berbagi (sharing).
Catatan yang diberikan dalam mempersembahkan ketiga bentuk “korban persembahan” itu adalah: (1) melalui Dia, melalui Tuhan Yesus–karena Tuhan Yesus adalah Imam Besar yang membawa korban di hadapan Allah; karena hanya melalui Tuhan Yesus, korban persembahan dapat diterima oleh Allah; dan (2) Tuhan berkenan (sangat senang) kepada korban yang seoerti itu: melalui Tuhan Yesus umat-Nya memuji, berbuat baik, dan saling berbagi dalam persekutuan.
Ayat 17. Penulis mendorong umat Tuhan untuk taat dan tunduk kepada para pemimpin jemaat. Ada dua tindakan yang diilakukan: (1) taat (obey), yaitu melakukan apa yang diajarkan; dan (2) tunduk (submit), menempatkan diri di bawah otoritas mereka: hormat, tidak memberontak. Ada sisi tindakan, ada sisi sikap hati. Keduanya harus dilakukan bersama-sama.
Alasan sikap penundukan diri kepada pemimpin: (1) dari sisi posisi mereka yang Tuhan beri tugas untuk berjaga-jaga atas jiwa jemaat; maka mereka harus bertanggung jawab kepada Tuhan atas hidup/jiwa umat Tuhan yang dilayani/dipimpin; (2) dari sisi keuntungan bagi jemata sendiri: sikap tunduk akan membuat para pemimpin melakukan tugasnya dengan gembira. tanpa keluh kesah, dan itu akan menguntungkan jemaat sendiri.
Penerapan:
(1) Mengingat dan menghayati bahwa korban persembahan yang berkenan kepada Tuhan bukan hanya persembahan di gereja atau berbuat baik/membantu orang yang memerlukan; melainkan juga puji-pujian yang keluar dari mulut saya.
(2) Memuji Tuhan dengan kesadaran bahwa saya sedang mempersembahkan korban yang berkenan kepada Tuhan–memuji Tuhan dengan kesungguhan hati.
Views: 2