2 Timotius 4:9-15
Dalam relasi dengan Injil dan panggilan untuk melayani Tuhan, minimal ada tiga tipe orang: orang yang tekun mengerjakan panggilan Tuhan, orang yang menolak panggilan Tuhan untuk hidup mencintai dunia, dan orang yang menentang atau menyerang Injil dan panggilan Tuhan. Paulus, selama ia hidup sebagai hamba Tuhan, bertemu dengan semua tipe orang-orang itu. Dan ia memberi nasihat kepada Timotius tentang mereka.
Ayat 9. Paulus meminta agar Timotius mengusahakan segala cara untuk segera datang menemuinya di Roma–sebisa mungkin untuk datang sebelum musim dingin (ayat 21), karena kalau musim dingin tidak ada kapal yang berlayar, sehingga kemungkinan Timotius akan terlambat atau kehilangan kesempatan, yaitu tidak lagi bisa bertemu Paulus karena Paulus sudah terlanjur dieksekusi.
Ayat 10. Salah satu alasan Paulus meminta agar Timotius segera datang adalah: beberapa orang-orang yang menyertainya telah pergi. Ada yang pergi karena misi atau pekerjaan Tuhan, seperti Kreskes yang ke Galatia dan Titus yang ke Dalmatia. Tapi juga ada orang seperti Demas, yang telah mencintai dunia ini dan pergi meninggalkan Paulus ke Tesalonika.
Kata yang digunakan oleh Paulus berbeda. Untuk Kreskes dan Titus ia memakai kata: poreuomai (to depart, travel)–menunjukkan kepergian melakukan perjalanan. Sedangkan untuk Demas, Paulus memakai kata meninggalkan (egkataleipo: to forsake, to desert, to separate oneself from, to leave behind)–bukan meninggalkan secara geografis, tetapi secara relasional–to abandon.
Deman pergi meninggalkan atau memisahkan diri dari kehidupan dan pelayanan Paulus, karena ia telah mencintai dunia ini. Demas lebih mencintai dunia ini daripada panggilan Tuhan, sehingga ia pergi dari panggilan Tuhan. Tidak jelas keinginan dunia apa yang memikat Demas sehingga Demas jatuh cinta kepadanya: apakah keinginan daging, keinginan mata, atau keangkuhan hidup (1 Yoh. 2:16).
Nama pernah disebut di dalam surat-surat Paulus. Dalam suratnya kepada Filemon (Plm. 1:24), Paulus menyebut Demas sebagai salah satu dari “teman-teman sekerjaku“–Demas mengikuti dan turut bekerja melayani Tuhan bersama Paulus. Kemudian, namanya disebut lagi dalam surat kepada jemaat Kolose (Kol. 4:14), tanpa ada predikat apa-apa, padahal sebelunya Paulus memuji Efapras dan Lukas, tetapi ketika sampai kepada Demas, ia hanya menyebut namanya saja–Demas masih ada, tapi tidak ada apa-apa yang bisa dikatakan tentangnya.
Apakah ini menunjukkan degradasi yang dialami Demas? Mula-mula ia adalah kawan sekerja Paulus–turut berjuang memberitakan Injil, dan diajar/dilatih oleh Paulus. Kemudian, Demas mulai mundur–ia masih tetap bersama Paulus, tetapi sudah tidak ada yangbisa dikatakan tentangnya–ia tidak sedang menghidupi/mengerjakan sesuatu bagi Tuhan. Dan akhirnya, Demas meninggalkan Paulus dan pelayanan untuk hidup mencintai dunia ini.
Orang tidak bisa berada di posisi netral–kalau ia tidak sungguh-sungguh hidup bagi Tuhan, maka ia pasti akan hidup mencintai dunia ini. Kalaupun ia berpikir bisa ada di posisi netral atau di tengah-tengah, maka itu hanya sementara saja, cepat atau lambat pasti akan terseret ke dalam dunia. Dalam relasi dengan Tuhan, tidak ada posisi di tengah-tengah; pasti ada di salah satu pihak: “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.” (1 Yoh. 2:15).
Ayat 11-12. Paulus mengatakan saat itu hanya Lukas yang tinggal bersamanya. Dan ia meminta agar Timotus menjemput Markus dan membawanya ke Roma menemui Paulus. Alasannya: “karena pelayanannya penting bagiku“. Markus adalah sosok anak muda yang ada di dalam lingkaran murid-murid Tuhan Yesus, rumah keluarganya digunakan untuk berkumpul ketika peristiwa Pentakosta, kemungkinan besar, rumah keluarghanya itu juga yang digunakan untuk perjamuan malam terakhir Tuhan Yesus bersama murid-murid-Nya.
Markus pernah ikut dalam perjalanan pelayanan Paulus yang pertama, tapi di tengah perjalanan ia meninggalkan tim untuk pulang ke Yerusalem: “telah meninggalkan … dan tidak mau turut bekerja bersama-sama” (Kis. 15:38). Sehingga Paulus tidak mau membawanya lagi dalam perjalanan kedua. Tetapi Barnabas–yang pernah mendampingi Paulus ketika masih ditolak para rasul–tetap menolong dan melatih Markus (Kis. 15:39). Agaknya, Markus kemudian menyertai dan dilatih oleh Rasul Petrus, karena dalam suratnya, Petrus menyebut Markus sebagai “anakku” (1 Pet.. 5:13).
Dan sekarang, Paulus, yang pernah menolak Markus, meminta agar Timotius mengajaknya datang, sebab Paulus memerlukan pelayanan Markus–tidak diketahui pelayanan apa yang diperlukan dan berguna bagi Paulus ini. Tapi yang jelas, markus terlah berubah dari orang yang ditolak (karena dianggap tidak qualified) menjadi orang yang berguna dan diperlukan oleh Paulus. Markus pernah jatuh/gagal, tetapi bangkit kembali dan menjadi orang yang berguna bagi pekerjaan Tuhan.
Ayat 13. Paulus meminta Timotius untuk membawa jubah yang ditinggalkannya di Troas–kemungkinan karena sudah menjelang musim dingin, dan Paulus memerlukan jubah itu untuk menghangatkan tubuhnya. Dan Timotius diminta membawa: kitab-kitab (scrolls: gulungan kitab) Paulus, terutama perkamen-perkamen (lembaran-lembaran kulit) itu–kemungkinan adalah perkamen kosong untuk ditulisi. Ayat ini memberi gambaran kecil tentang kehidupan sehari-hari Paulus: ia dikelililingi oleh kitab-kitab dan perkamen untuk menulis.
Ayat 14-15. Paulus memperingatkan Timotius untuk waspada kepada seseorang bernama Aleksander, tukang tembaga, karena: ia telah berbuat banyak kejahatan kepada Paulus, dan ia sangat menentang ajaran Tuhan. Paulus tidak akan membalas kejahatan Aleksander secara pribadi, tetapi menyerahkan pembalasannya kepada Tuhan.
Aleksander menjadi model ke tiga dalam relasi dengan Injil dan pekerjaan Tuhan: orang yang berbuat jahat dan menentang kebenaran Tuhan. Jadi ada 3 tipe orang: (1) kawan sekerja–orang berkomitmen dan sungguh-sungguh hidup bagi Tuhan; (2) orang yang mencintai dunia ini, tidak lagi hidup bagi Tuhan dan pekerjaan Tuhan; dan (3) orang yang menentang dan menyerang Injil dan pekerjaan Tuhan. Paulus mengapresiasi kelompok pertama, sedih melihat hidup kelompok ke dua, dan waspada kepada kelompok ke tiga.
Penerapan:
Memohon kekuatan dan kemampuan dari Tuhan untuk sungguh-sungguh hidup dalam kehendak dan panggilan Tuhan, sebab itulah satu-satunya pilihan yang benar; tidak ada posisi netral dalam relasi dengan Tuhan.
Views: 2