Aman dalam Tuhan

2 Timotius 4:16-18

Tuhan menyertai hamba-hamba-Nya. Dalam segala situasi yang diijinkan-Nya untuk terjadi, termasuk atau terutama penderitaan dan bahkan kematian, Ia memelihara hamba-hamba-Nya untuk tetap berada di dalam kasih-Nya, sampai waktunya mereka masuk ke dalam Kerajaan Sorga–keselamatan yang sempurna, penggenapan karya keselamatan yang dialami sejak mereka percaya. Fakta ini memberi kekuatan kepada Paulus melewati masa-masa sulit sendirian–karena sebenarnya ia tidak pernah sendirian, sebab Tuhan selalu mendampingi dan menguatkan.

Ayat 16a. Paulus mengatakan bahwa dalam pembelaannya–di pengadilan Roma–yang pertama, tidak ada seorangpun yang membantu dia, semua orang meninggalkan dia. Ini sepertinya tidak bicara mengenai orang-orang yang meninggalkan iman atau yang mengikuti ajaran sesat, melainkan orang-orang percaya yang tidak berani/mau ada di dekat Paulus yang diadili, supaya tidak kena dampaknya; mengingat saat ini sedang ada gelombang besar penganiayaan kepada orang Kristen.

Ayat 16b-17. Sikap Paulus: (1) tidak marah atau membenci orang-orang yang meninggalkannya, tetapi berharap agar sikap itu tidak ditanggungkan kepada mereka–artinya agar mereka diampuni oleh Tuhan; (2) sekalipun ditinggalkan manusia, tetapi Paulus yakin dan mengalami bahwa Tuhan mendampingi dan menguatkannya, sehingga sampai saat itu ia masih bisa lepas dari bahaya–yang diibaratkan sebagai mulut singa; seperti apa yang dialami oleh Daniel (Dan. 6:22).

Ayat 18. Paulus meyakini bahwa Tuhan akan melepaskannya dari setiap usaha yang jahat. Bahwa Tuhan akan menyelamarkannya sampai ia masuk ke dalam Kerajaan Tuhan di Sorga. Mengapa demikian? Bukankah pada bagian sebelumnya Paulus mengakui bahwa darahnya sudah dicurahkan sebagai korban dan waktu kematiannya sudah dekat? Lepas dari setiap usaha yang jahat itu tidak selalu berarti lepas dari penderitaan, atau bahkan kematian.

Ini adalah ungkapan fakta bahwa Tuhan menjaga dan memelihara hamba-Nya di dalam situasi sesulit apapun untuk tetap ada di dalam kasih-Nya, menjamin bahwa hambanya akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga: “Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Rom. 8:38-39) .

Penerapan:
Jangan mengeluh atau bersungut-sungut atau marah ketika ditinggal sendirian oleh orang-orang yang seharusnya memnyertaimu, sebab Tuhan tidak pernah meninggalkan, melainkan selalu mendampingi dan menguatkan.

Views: 3

This entry was posted in 2 Timotius, Perjanjian Baru, Saat Teduh. Bookmark the permalink.