2 Timotius 4:1-4
Pemberitaan dan pengajaran firman Tuhan adalah perkara yang sangat serius. karena menentukan “hidup dan mati” seseorang. Pegangan pada firman Tuhan akan menentukan cara hidup di dunia ini, dan pada waktunya akan ada penghakiman oleh Tuhan–dan di sana akan ditentukan nasib orang berdasarkan kebenaran firman Tuhan. Baik sebagai pelayan Tuhan–seperti Timotius, maupun jemaat Tuhan, setiap orang percaya harus memperhatikan ini dengan sangat serius.
Ayat 1. Paulus memberikan pesan yang sangat serius kepada Timotius. Diungkapkan dengan pernyataan bahwa ia menyatakannya “di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang menghakimi orang yang hidup dan mati … demi pernyataan-Nya dan demiKerajaan-Nya”. Timotius harus memperhatikan dan melakukan pesan inidengan sungguh-sungguh karena Tuhan sendiri yang menjadi saksi, dan Tuhan akan menghakimi hidupnya.
Sekalipun sifatnya akan berbeda, tetapi setiap orang akan harus berdiri di hadapan Tuhan sebagai Hakim, untuk mempertanggung jawabkan hidupnya selama di dunia ini. “Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.” (Wah. 20:12).
Terpujilah Tuhan, karena anugerah-Nya, nama orang percaya tertulis di dalam Kitab Kehidupan, sehingga orang percaya tidak akan menerima murka dan hukuman kekal dari Tuhan: “Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.” (Wah. 20:15).
Ingatan bahwa suatu saat–dan itu pasti–seseorang harus mempertanggungjawabkan setiap perbuatannya di hadapan Tuhan yang Mahatahu, sehingga tidak akan ada satupun perbuatan yang terluput dari pencatatan-Nya, akanmembuat orang untuk berhati-hati dan bersungguh-sungguh hidup benar sesuai dengan apa yang dikehendaki Tuhan.
Ayat 2. Pesan Paulus kepada Timotius adalah: untuk terus memberitakan firman. Timotius tidak boleh berhenti memberitakan firman Tuhan. Timotius harus selalu siap untuk memberitakan firman kapanpun–ketika waktunya kondusif atau ketika tidak kondusif (ada penganiayaan, penolakan, penderitaan). Tujuan pemberitaan firman: menyatakan apa yang salah dan memberi tegoran nasihat yang benar. Cara memberitakan firman dengan kesabaran dan pengajaran (doktrin) yang benar.
Dalam memberitakan firman Tuhan, ada aspek yang harus diperhatikan: (1) komitmen dan ketekunan: tidak berhenti atau menyerah; (2) selalu siap bekerja di setiap kesempatan; karena pemberitaan firman itu bukan musiman, tapi setiap waktu harus dilakukan; (3) tujuannya: menyatakan kesalahan, menegor dan menasihati, supaya orang hidup sesuai firman; (4) sikap dalam melakukan: dengan ketekunan dan kesabaran dan memakai pengajaran (doktrin) Tuhan–bukan pendapat pribadi atau manusia.
Ayat 3-4. Mengapa komitmen Timotius ini penting? Sebab akan tiba waktunya di mana orang tidak lagi mau mendengarkan pengajaran yang benar dari firman Tuhan. Orang akan mencari hal-hal yang memuaskan hawa nafsu mereka sendiri, mereka akan mencari pengajaran dan pengajar-pengajar yang menyenangkan telinga mereka. Mereka tidak mau kebenaran, tapi mereka hanya mau mendengar hal-hal yang menyenangkan dan sesuai dengan keinginan mereka sendiri.
Karena tidak mau lagi mendengarkan pengajaran yang benar dansehat dari firman Tuhan, orang-orang itu akan beralih kepada dongeng-dongeng atau pengajaran yang dibuat oleh manusia. Pengajaran-pengajaran yang tidak berdasarkan kebenaran firman Tuhan, tetapi pendapat atau pikiran rekaan manusia sendiri–dan karena rekaan manusia, maka pasti dicemari oleh dosa yang sudah merusak cara berpikir mereka, pasti dicemari oleh keduniawian.
Tidak ada posisi di tengah-tengah ketika berurusan dengan firman Tuhan. Piihannya adalah: mau mendengar dan menerima firman Tuhan atau berpaling dan menolaknya. Orang yang tidak mau mendengarkan firman Tuhan pasti akan berpaling kepada pengajaran yang lain–yang bukan berasal dari Tuhan. Pegangan yang kokoh kepada firman Tuhanlah yang menjaga orang dari penyesatan!
Penerapan:
(1) Mengingat bahwa saya akan harus berdiri di dalam penghakiman Tuhan untuk mempertanggungjawabkan semua yang saya pikirkan, katakan, dan lakukan selama saya hidup–saya perlu waktu setiap hari untuk melakukan “penghakiman” atas diri saya sendiri atas bagaimana saya hidup pada hari itu. Standarnya bukan pendapat/penilaian orang lain, tetapi: apakah saya sudah hidup sesuai firman Tuhan.
(2) Meneruskan komitmen untuk berpegang pada firman Tuhan dengan kuat dalam hidup saya–illustrasi Tangan Firman.
Views: 0