Sangkakala 5: Siksaan Kesakitan Universal Selama 5 Bulan

Wahyu 9:1-12

Setelah empat sangkakala pertama ditiup, bencana alam dahsyat terjadi tapi tidak
univerisal, “hanya” sepertiga bumi yang terkena. Tetapi, mulai sangkakala kelima, malapetaka yang akan datang itu menimpa seluruh dunia. Hanya orang-orang yang dimeteraikan oleh Allah saja, yaitu orang israel pilihan dan orang yang bertobat dan percaya saja, yang akan luput darinya karena ada perlindungan khusus dari Tuhan.

Ayat 1-2. Malaikat kelima meniup sangkakalanya, dan Yohanes melihat sebuah bintang jatuh dari langit ke bumi–bintang ini adalah seperti manusia, sebab kepadanya diberikan kunci lubang tak berdasar. Ia membuka lubang itu, dan asap keluar darinya, sampai menutupi matahari dan seluruh udara.

Ayat 3-6. Dari lubang itu keluarlah makhluk yang diperintahkan untuk menyiksa semua manusia yang tidak memiliki meterai Allah di dahi–144.000 orang Israel dan orang-orang yang bertobat dan percaya di masa kesulitan. Makhluk-makhluk ini menyiksa semua manusia, dan siksaannya itu seperti sengatan kalajengking tapi jauh lebih menyakitkan, karena membuat orang mencari mati! Siksaan ini berlangsung selama 5 bulan.

Ayat 7-12. Yohanes memberikan gambaran wujud makhluk penyiksa itu: makhluk yang penuh dengan senjata untuk perang: sengat, gigi, baju besi, dan bisa terbang. Kemudian, makhluk-makhluk ini ada pemimpinnya, seorang malaikat dari neraka, namanya Abaddon atau Apollyon (Penghancur/Pembinasa). Jadi, ini adalah pasukan penyiksa yang dipimpin oleh roh jahat.

Tujuan Tuhan melepaskan malapetaka adalah sabagai panggian terakhir kepada manusia untuk bertobat. Akhir dunia sudah dekat, waktunya sudah sangat dekat, sehingga diperlukan cara-cara ekstrem untuk membangunkan dan menyadarkan orang. Ada batas waktu yang ditetapkan Tuhan untuk semua orang agar bertobat–semakin dekat, semakin kuat panggilan Tuhan, supaya orang sadar dan kembali kepada Dia.

Penerapan:
Berdoa memohonkan belas kasihan dan anugerah Tuhan untuk mereka, supaya mereka sempat bertobat sebelum waktu murka Tuhan tiba. Tuhan yang sudah menghajar saya menjelang batas waktu, sehingga saya diselamatkan; berkenanlah untuk melakukan hal yang sama kepada mereka.

Views: 14

This entry was posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Wahyu. Bookmark the permalink.