Kasih Itu Tak Sekedar Emosi

Filipi 1:7-11

Kasih yang benar tidak semata-mata masalah emosi/perasaan yang dalam, tetapi masalah kebenaran dan hikmat. Kasih yang hanya emosional membabi buta memuat orang sulit membedakan mana yang benar, dan sulit berpikir jernih–sehingga justru menimbulkan kerusakan. Jemaat Filipi sudah memiliki hati yang punya kasih yang sangat besar, karena itu Paulus mendoakan mereka agar kasih mereka benar di hadapan Tuhan.

Continue reading

Views: 62

Posted in Filipi, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 6 Comments

Persekutuan Dalam Injil

Filipi 1:1-6

Jemaat seperti apa yang mendatangkan ucapan syukur dan sukacita Illahi? Pada bagian ini, dapat ditemukan rahasia kehidupan jemaat Filipi yang mendatangkan ucapan syukur dan sukacita kepada Paulus–setiap kali ia mengingat dan mendoakan mereka. Yaitu: kehidupan jemaat yang setia dan konsisten dalam persekutuan merea dengan Injil.

Continue reading

Views: 21

Posted in Filipi, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Persuasi yang Benar

Filemon 1:17-25

Paulus melanjutkan permintaannya kepada Filemon dengan ungkapan-ungkapan yang mempersuasi agar Filemon melakukan permintaannya. Persuasi yang dilakukan Paulus tidak berupa kata-kata manis atau retorika manipulatif yang palsu, melainkan berdasar fakta yang benar dan berdasar kepada pandangannya yang positif Filemon, disampaikan dengan sikap rendah hati dan kasih.

Continue reading

Views: 115

Posted in Filemon, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 1 Comment

Pemimpin yang Bersikap sebagai Pelayan

Filemon 1:8-16

Paulus menyampaikan maksudnya: meminta agar Filemon menerima kembali Onesimus, budak yang pernah mencuri dan melarikan diri dari Filemon. Permintaan Paulus disampaikan dengan penuh kerendahan hati dan dengan argumen yang berdasar kepada kebesaran anugerah Tuhan dan prinsip kebenaran Firman Tuhan, yang lebih tinggi daripada hukum buatan manusia.

Continue reading

Views: 101

Posted in Filemon, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 6 Comments

Hidup yang Melegakan Orang Lain

Filemon 1:1-7

Paulus menulis surat kepada Filemon, Apfia–istri Filemon, Arkhipus–salah satu tokoh jemaat, dan jemaat yang beribadah di rumah Filemon. Surat ini tidak hanya ditujukan kepada Filemon, tetapi juga kepada orang lain dan kepada jemaat. Artinya, surat ini–seperti surat-surat Paulus yang lain–tidak hanya dibaca oleh Filemon, melainkan juga ditujukan untuk dibaca di hadapan jemaat.

Continue reading

Views: 58

Posted in Filemon, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 4 Comments