Berjaga Menantikan Kerajaan Allah

Lukas 17:20-37

Kedatangan Kerajaan Allah adalah salah satu hal yang penting. Orang-orang Farisi menanyakannya, demikian pula murid-murid Yesus. Concern mereka pada: kapankah Kerajaan Allah itu akan datang. Kepada orang-orang Farisi, Tuhan Yesus memberikna jawaban yang umum: “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah” (ayat 20). Tuhan Yesus menekankan bahwa sebenarnya Kerajaan Allah ada di antara mereka–yaitu Diri-Nya sendiri (ayat 21). Kalau mereka percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Mesias, pada waktu itulah Kerajaan Allah hadir dalam hidup mereka.

Continue reading

Views: 50

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Tahu Diri, Tahu Berterima Kasih

Lukas 17:11-19

Tuhan Yesus memiliki hati yang penuh dengan belas kasihan, sehingga Ia mau untuk menolong 10 orang yang sakit kusta ini. Ada frasa yang digunakan dalam bagian ini: “Lalu Ia memandang mereka… (when He saw them)” (ayat 14)–kata “memandang/melihat” yang dipakai adalah eido yang berkonotasi tidak hanya menangkap dengan indra penglihatan, tetapi melihat/mengetahui dengan pemahaman; the actual of perception. Tuhan Yesus memahami tidak hanya apa yang nampak di luar–sakit kusta, tetapi juga semua kondisi batin yang mereka tanggung.

Continue reading

Views: 31

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Sikap Seorang Hamba

Lukas 17:7-10

Sikap dasar murid Kristus terkait dengan ketaatan/pelayanannya kepada Tuhan adalah: kerendahan hati. Cara pandang yang benar atas dirinya, bahwa ia tidak layak di hadapan Tuhan yang Mahakudus dan Mahamulia. Bahwa melakukan ketaatan dan pelayanan bukanlah prestasi yang menuntut pujian/penghargaan, tetapi itu adalah perkara yang memang sudah seharusnya dilakukan seorang hamba (budak). Ini juga jawaban atas sikap orang-orang Farisi: yang merasa benar, merasa lebih tinggi/layak di hadapan Tuhan, merasa berhak mendapat kehormatan/kemuliaan.

Continue reading

Views: 62

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Ketekunan Menghadapi Dosa

Lukas 17:1-6

Hanya Tuhan Yesus yang menjalani hidup sebagai manusia yang sempurna, tanpa dosa dan kesalahan sama sekali, sehingga Ia mengeluarkan tantangan: “Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa?” (Yoh. 8:46). Tidak ada satu manusiapun yang bebas dari kemungkinan berbusat dosa, maka Tuhan Yesus memulai dengan; “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan” (ayat 1)–dalam terjemahan bahasa lain dituliskan: “There will always be temptations to sin” (NLT).

Continue reading

Views: 51

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Lazarus, Tuhan Sumber Pertolongan

Lukas 16:19-31

Tuhan Yesus menyampaikan sebuah perumpamaan untuk menjawab sikap orang-orang Farisi–hamba-hamba uang itu–yang mencemooh ajarannya. Perumpamaan ini pengajarkan prinsip bahwa: kekayaan bukan indikator seseorag berkenan kepada Tuhan; kekayaan tidak bisa digunakan sebagai ukuran hidup yang benar di hadapan Tuhan. Bahkan, “apa [kekayaan] yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.” (ayat 15).

Continue reading

Views: 48

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments