Ketekunan Menghadapi Dosa

Lukas 17:1-6

Hanya Tuhan Yesus yang menjalani hidup sebagai manusia yang sempurna, tanpa dosa dan kesalahan sama sekali, sehingga Ia mengeluarkan tantangan: “Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa?” (Yoh. 8:46). Tidak ada satu manusiapun yang bebas dari kemungkinan berbusat dosa, maka Tuhan Yesus memulai dengan; “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan” (ayat 1)–dalam terjemahan bahasa lain dituliskan: “There will always be temptations to sin” (NLT).

Continue reading

Views: 43

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Lazarus, Tuhan Sumber Pertolongan

Lukas 16:19-31

Tuhan Yesus menyampaikan sebuah perumpamaan untuk menjawab sikap orang-orang Farisi–hamba-hamba uang itu–yang mencemooh ajarannya. Perumpamaan ini pengajarkan prinsip bahwa: kekayaan bukan indikator seseorag berkenan kepada Tuhan; kekayaan tidak bisa digunakan sebagai ukuran hidup yang benar di hadapan Tuhan. Bahkan, “apa [kekayaan] yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.” (ayat 15).

Continue reading

Views: 37

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Cinta dan Kebenaran Firman Tuhan

Lukas 16:14-18

Orang-orang Farisi disebut sebagai “hamba-hamba uang” (ayat 14)–kata yang dipakai philarguros merupakan gabungan kata philos yang berarti sahabat atau mencintai dan arguros, yaitu perak atau uang. Mereka adalah orang-orang yang suka atau mencintai uang. Sangat menarik: Tuhan Yesus memperingatkan murid-murid agar tidak menjadi hamba Mamon, dan orang-orang Farisi disebut sebagai hamba uang.

Continue reading

Views: 80

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 6 Comments

Mengelola Resources Tuhan

Lukas 16:1-13

Pada bagian ini Tuhan Yesus mengajar prinsip Kerajaan Allah terkait dengan harta atau sumberdaya (resources). Tuhan Yesus menempatkan orang percaya pada posisi sebagai bendahara (oikonomos: steward, manager, administrator)–ayat 1. Tuhan memberikan harta, waktu, talenta, relasi, dan semua resources yang lain kepada orang percaya untuk dikelola–dan pada suatu saat akan dimintai pertanggungjawaban oleh Tuhan (ayat 2). Perumpaan ini mengajar tentang bagaimana menyikapi sumberdaya yang diberikan oleh Tuhan.

Continue reading

Views: 38

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Hati Tuhan Untuk Para “Farisi”

Lukas 15:11-32

Tuhan Yesus mengajarkan tiga perumpamaan untuk menjawab kritik orang Farisi dan ahli Taurat karena Ia menerima para pemungut cukai dan orang-orang berdosa untuk datang mendekat, bahkan makan bersama mereka. Ketiga ilustrasi itu bertujuan menunjukkan alasan sikap-Nya kepada orang berdosa: karena itulah sikap hati Allah kepada orang-orang berdosa. Pada ilustrasi ketiga, Tuhan Yesus menampilkan kisah tentang tiga tokoh utama: sang bapa, anak sulung, dan anak bungsu.

Continue reading

Views: 49

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment