Orang yang Dibenarkan Tuhan

Lukas 18:9-14

Ada orang-orang yang meyakini diri sendiri bahwa mereka benar atau saleh, dan memperlakukan orang lain dengan cara merendahkan. Dalam terjemahan LAI tertulis: “orang yang menganggap dirinya sendiri benar” (ayat 9). Dalam terjemahan lain tertulis: “people who trusted in themselves that they were righteous” (NASB), atau “who were confident of their own righteousness” (NIV)–merasa dan yakin bahwa dirinya benar di hadapan Tuhan.

Continue reading

Views: 35

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Tekun Berdoa

Lukas 18:1-8

Ajaran Tuhan Yesus: agar murid-murid selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu–at all times they ought to ptay and not to lose heart atau “never give up” (NLT)–ayat 1. Kata yang dipakai adalah “ek” (out of) dan “kakos” (not to lose soul or heart, to be faint, grow weary, to turn out to be a coward, to lose one’s courage, to give up). Terus-menerus berdoa, dan tidak pernah menyerah atau berhenti berdoa.

Continue reading

Views: 25

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Berjaga Menantikan Kerajaan Allah

Lukas 17:20-37

Kedatangan Kerajaan Allah adalah salah satu hal yang penting. Orang-orang Farisi menanyakannya, demikian pula murid-murid Yesus. Concern mereka pada: kapankah Kerajaan Allah itu akan datang. Kepada orang-orang Farisi, Tuhan Yesus memberikna jawaban yang umum: “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah” (ayat 20). Tuhan Yesus menekankan bahwa sebenarnya Kerajaan Allah ada di antara mereka–yaitu Diri-Nya sendiri (ayat 21). Kalau mereka percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Mesias, pada waktu itulah Kerajaan Allah hadir dalam hidup mereka.

Continue reading

Views: 33

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Tahu Diri, Tahu Berterima Kasih

Lukas 17:11-19

Tuhan Yesus memiliki hati yang penuh dengan belas kasihan, sehingga Ia mau untuk menolong 10 orang yang sakit kusta ini. Ada frasa yang digunakan dalam bagian ini: “Lalu Ia memandang mereka… (when He saw them)” (ayat 14)–kata “memandang/melihat” yang dipakai adalah eido yang berkonotasi tidak hanya menangkap dengan indra penglihatan, tetapi melihat/mengetahui dengan pemahaman; the actual of perception. Tuhan Yesus memahami tidak hanya apa yang nampak di luar–sakit kusta, tetapi juga semua kondisi batin yang mereka tanggung.

Continue reading

Views: 24

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Sikap Seorang Hamba

Lukas 17:7-10

Sikap dasar murid Kristus terkait dengan ketaatan/pelayanannya kepada Tuhan adalah: kerendahan hati. Cara pandang yang benar atas dirinya, bahwa ia tidak layak di hadapan Tuhan yang Mahakudus dan Mahamulia. Bahwa melakukan ketaatan dan pelayanan bukanlah prestasi yang menuntut pujian/penghargaan, tetapi itu adalah perkara yang memang sudah seharusnya dilakukan seorang hamba (budak). Ini juga jawaban atas sikap orang-orang Farisi: yang merasa benar, merasa lebih tinggi/layak di hadapan Tuhan, merasa berhak mendapat kehormatan/kemuliaan.

Continue reading

Views: 55

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments