Bukti Kejahatan di Hadapan Tuhan

Hakim-hakim 9:1-21

Setelah Gideon mati, Israel kembali ke dosa lama mereka dengan menyembah allah-allah lain. Mereka menyembah efod yang dibuat oleh Gideon di Ofra, dan menyembah Baal-Berit. Mereka tidak ingat kepada TUHAN yang telah melepaskan mereka, dan tidak menunjukkan terima kasihnya kepada keturunan Gideon seimbang dengan semua kebaikannya bagi orang Israel (Hak. 8:33-35). Bagian ini menunjukkan kejahatan Israel kepada Tuhan dan keluarga Gideon.

Continue reading

Views: 50

Posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

“Pemborosan” bagi Tuhan?

Yohanes 12:1-8

Maria mencurahkan minyak mahal–simpanan yang berharga–ke kaki Tuhan Yesus. Ini ekspresi penyembahan, cinta Maria kepada Tuhan Yesus. Entah sudah berapa lama Maria sdh merencanakan tindakan ini, tetapi sejarah mencatat bahwa 6 hari sebelum kematian Tuhan Yesus, ia melakukannya.

Continue reading

Views: 60

Posted in Refleksi | Leave a comment

Pemimpin yang Kekal

Hakim-hakim 8:28-35

Israel hidup taat dan beribadah kepada Tuhan sepanjang umur Gideon. Namun, begitu Gideon mati, mereka kembali mrlacurkan diri kepada Baal. Komitmen dan iman bangsa ini tidak stabil, tapi menempel kepada pemimpin yg diangkat oleh Tuhan. Padahal, sehebat apapun seorang pemimpin, maka ia tidak kekal: bisa pergi ke tempat lain, bisa menjadi tua, dan mati. Ketika iman jemaat tergantung kepada pemimpin, maka akan selalu ada bahaya kemunduran dan kejatuhan, ketika pemimpin itu tidak lagi ada bersama mereka.

Continue reading

Views: 52

Posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Diselewengkan oleh Niat yang Baik

Hakim-hakim 8:22-27

Keinginan/kerinduan yang besar dalam diri seseorang bisa membuatnya menyeleweng dari jalan Tuhan. Bahkan kerinduan yang “rohani” bisa dibelokkan menjadi sebuah kejahatan/dosa di hadapan Tuhan. Keinginan untuk menjadi orang yang dipakai Tuhan dengan kapasitas tertentu–yang sebenarnya tidak Tuhan kehendaki–bisa membuat orang mengusahakan sendiri, dan kemudian malah membuat penyelewengan/penyesatan ke dalam dosa.

Continue reading

Views: 72

Posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Situasi Menyingkap Watak Asli

Hakim-hakim 8:18-21

Tuhan kadang mengijinkan sebuah situasi terjadi untuk menyingkapkan sesuatu yang selama ini tersembunyi. Ada orang yang diijinkan untuk diberi kemenangan atau kekuasaan, dengan tujuan supaya watak asli yang selama ini tersembunyi jadi terungkap; juga supaya ketahuan seberapa siap/kapabel seseorang untuk memegang posisi kepemimpinan atau untuk diberi kepercayaan yang besar. Yang paling penting adalah: bagaimana bersikap ketika fakta tersembunyi itu disingkapkan oleh Tuhan?

Continue reading

Views: 106

Posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 6 Comments