Berlindung Kepada Tuhan di Dalam Pencobaan

Lukas 22:39-46

Semua orang menghadapi pencobaan–sejak manusia pertama hingga Anak Manusia. Di Taman Eden, manusia dicobai Iblis dan jatuh; mengakibatkan seluruh keturunannya, yaitu semua umat manusia berada di bawah kuasa dosa dan terpisah dari persekutuan dengan Tuhan. Di Taman Getsemane, Anak Manusia mengalami pencobaan dan pergumulan yang paling berat: apakah Ia mau tunduk kepada kehendak Bapa-Nya dengan meminum cawan murka Allah–demi menyelamatkan seluruh umat manusia.

Continue reading

Views: 47

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Percaya dan Tunduk kepada Tuhan Yang Berdaulat

Lukas 22:35-38

Tuhan Yesus memerintahkan murid-murid untuk membawa pundi-pundi uang dan bekal. Dan agar membawa pedang–begitu pentingnya pedang ini, sehingga Tuhan Yesus berkata bahwa kalau tidak punya pedang, mereka harus menjual jubah mereka untuk membeli pedang (ayat 36). Perintah yang aneh–malam-malam menyuruh membeli pedang. Figurative speech, menunjukkan pentingnya pedang itu dimiliki.

Continue reading

Views: 69

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Morfologi Kejatuhan dalam Pencobaan

Lukas 22:31-34

Fakta bahwa “di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yoh. 15:5) tergambar jelas pada bagian ini. Setelah menegor para murid tentang cara berpikir merka yang duniawi mengenai kedudukan dan kekuasaan dan mengajar mereka bahwa Tuhan menghendaki hati dan sikap seorang hamba, Tuhan Yesus menyatakan bahwa para murid tidak sekuat yang mereka pikirkan.

Continue reading

Views: 80

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Hamba di Dunia, Pemimpin di Sorga

Lukas 22:24-30

Sulit untuk bisa memahami cara berpikir dan isi hati para murid ini. Baru saja Tuhan Yesus mengatakan bahwa salah satu di antara mereka akan berkhinat–dan mereka mulai mempersoalkan (suzeteo: investigate jointly, discuss) siapa yang akan melakukannya (ayat 23), sekarang mereka bertengkar tentang siapa di antara mereka yang dianggap paling besar (meizon: tertua dalam pengertian sebagai pemimpin, terkemuka, layak memimpin yang lain)–ayat 24. Apakah ini cara berpikir yang normal atau manusiawi?

Continue reading

Views: 54

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Kasih Tuhan kepada Si Keras Hati

Lukas 22:21-23

Ketika orang sudah mengeraskan hatinya di dalam dosa, bahkan teguran atau peringatan yang paling jelaspun tidak akan didengarkan, atau akan dimaknai secara berbeda. Tuhan Yesus mengatakan bahwa orang yang akan mengkhianati-Nya duduk semeja makan bersama Dia malam itu (ayat 21), dan semua murid–atau minimal 11 murid, karena Yudas sudah tahu bahwa Yesus menunjuk dirinya–bertanya-tanya siapa orangnya (ayat 23).

Continue reading

Views: 36

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment