Kehancuran Seorang Perkasa

Hakim-hakim 16:4-20

Quos Deus vult perdere, prius dementat (Those whom God wishes to destroy, he first deprives of reason). Kehancuran seseorang dimulai ketika Tuhan membiarkan dia menjadi lupa diri, entah oleh kesombongan, nafsu, atau apapun juga. Membuatnya menjadi merasa tak terkalahkan, membuatnya merasa tak tersentuh. Membuatnya begitu sombong dan percaya diri, sehingga ketika waktu kehancuran itu tiba, ia bahkan tidak menyadarinya!

Continue reading

Views: 70

Posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Tuhan Bekerja dengan Unik atas Masing-masing Orang

Yohanes 20:19-29 – Ibadah Minggu GKJ Nusukan

Cara Tuhan untuk menolong umat-Nya untuk percaya dam bertumbuh dalam iman itu tidak sama. Ia menemui dan menyatakan Diri-Nya kepada masing-masing orang secara unik sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan orang itu. Yohanes sendiri menjadi percaya “hanya” dengan masuk dan melihat bahwa kubur Yesus telah kosong (Yoh. 20:8). Kepada 2 murid yang berjalan ke Emaus, Tuhan menemui mereka dengan “menyamar” dan berdiskusi tentang Kitab Suci sehingga membuat hati murid-murid itu menyala-nyala (Luk. 24:13-32). Kepada yang lain, Ia memakai pendekatan yang berbeda.

Continue reading

Views: 79

Posted in Homili, Yohanes | 2 Comments

Kebesaran TUHAN, Kekerdilan Manusia

Hakim-hakim 16:1-3

Ketika kesadaran akan pemberian kekuatan/talenta dari TUHAN tidak disertai dengan kekuatan watak dan hati yang takut akan TUHAN, maka hasilnya adalah perikalu yang sembrono, menyerempet bahaya, bermain-main dengan dosa–karena punya asumsi, kekuatan TUHAN akan bisa menyelamatkan, anugerah TUHAN pasti akan diberikan untuk melepaskan dari bahaya. Siapa bermain api, ia akan terbakar. Siapa menabur kedagingan, akan menuai kebinasaan (Gal. 6:8).

Continue reading

Views: 94

Posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments

Harta Tuhan dalam Bejana Tanah Liat

Hakim-hakim 15:18-20

Ketika seorang jumawa dan merasa bangga atas suatu kemenangan atau prestasi, saat itu ia masuk jebakan untuk direndahkan TUHAN; sebab TUHAN bisa dengan sangat mudah membuka matanya dan menyatakan bahwa kemenangan itu bukan dari dirinya sendiri, tetapi dari TUHAN. Simson merasa bangga atas kemenangannya membunuh 1000 orang Filistin: “Dengan rahang keledai itu kuhajar, dengan rahang keledai seribu orang kupukul” (ayat 16). Dan saat itu juga keringkihannya dinyatakan.

Continue reading

Views: 51

Posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

TUHAN yang Mengatasi Segala Keterbatasan

TUHAN mengatasi kelemahan manusia–kelemahan manusia atau situasi yang tidak ideal tidak pernah membatasi TUHAN untuk bekerja. Maka, andalkanlah TUHAN, di tengah kelemahan dan keterbatasanmu–akui kelemahanmu, dan minta agar TUHAN yang bekerja! TUHAN itu berdaulat dan berkuasa: bahkan perkara yang konyol dapat dipakai-Nya untuk melaksanakan kehendak-Nya!

Continue reading

Views: 144

Posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments