Iman yang Melampaui Pertimbangan Manusia

Rut 1:6-18

Perhitungan nalar, pemikiran logis, alasan yang paling masuk akal dan paling baik secara manusiawi menjadi pegangan manusia pada umumnya. tetapi, bagi orang beriman, ada pertimbangan yang lebih tinggi daripada itu: pengenalan dan persekutuan dengan TUHAN. Yang membedakan orang biasa dan orang percaya adalah: iman–“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” (Ibr. 11:1).

Continue reading

Views: 49

Posted in Perjanjian Lama, Rut, Saat Teduh | Leave a comment

Bahaya untuk “Singgah Sementara” di luar Perjanjian TUHAN

Rut 1:1-5

Pada zaman para hakim, terjadi kelaparan di tanah Israel. Ada orang Betlehem bersama Elimelekh, memutuskan untuk pergi ke daerah Moab untuk menetap sementara sebagai orang asing–sementara tinggal di negeri asing sampai kelaparan di Israel reda. Elimelekh pergi bersama istrinya–Naomi dan dua anak laki-laki Mahlon dan Kilyon (ayat 1-2).

Continue reading

Views: 114

Posted in Perjanjian Lama, Rut, Saat Teduh | 6 Comments

Pemecahan Masalah yang Sempurna Hanya dari TUHAN

Hakim-hakim 21:1-25

Orang yang tidak beribadah kepada TUHAN, yang hidupnya tidak berjalan bersama TUHAN, akan membuat keputusan-keputusan sendiri. “Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.” (ayat 25). Keputusan/pilihan/cara yang kelihatannya baik dan bisa memecahkan masalah, tetapi bukan yang terbaik dan sempurna, sebab TUHAN tidak dilibatkan di sana. Keputusan itu biasanya akan mendatangkan penyesalan, dan menimbulkan persoalan yang baru.

Continue reading

Views: 1024

Posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 1 Comment

Carilah Dahulu Kerajaan Allah dan Kebenarannya, maka …

Hakim-hakim 20:1-48

Rentetan peristiwa yang menggelinding seperti bola salju. Urusan yang semula domestik, menjadi masalah komunitas, dan akhirnya memuat pecah perang saudara yang melibatkan seluruh bangsa. Ketika TUHAN tidak dilibatkan di dalam mengambil keputusan, sementara tidak seorangpun tahu apa konsekuensi-konsekuensi dari keputusan itu di masa depan. Di sisi lain, TUHAN bisa memakai satu peristiwa untuk membongkar dosa atau kejahatan yang sudah mengakar kuat dalam diri seseorang atau suatu komunitas.

Continue reading

Views: 57

Posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 1 Comment

Potret Hidup yang Dikuasai Kedagingan

Hakim-hakim 19:1-30

Kemerosotan spiritual akan menghasilkan kemerosotan moral, bangsa yang seharusnya menyembah TUHAN dan memiliki standar moral yang tinggi–melebihi bangsa-bangsa lain di sekitarnya–justru menunjukkan kejahatan dan kekejaman yang luar biasa. Bahkan dalam nubuatan nabi Hosea, dituliskan “Busuk sangat perbuatan mereka seperti pada hari-hari Gibea” (Hos. 9:9). Bangsa yang menyeleweng dari TUHAN akan punya kehidupan dengan tata nilai yang kacau, tentang kekudusan, tentang kebenaran, dan keadilan. Pasal ini dimulai dengan frasa: “ketika tidak ada raja di Israel”–semua orang hidup menurut pendapat dan keinginannya sendiri; hasilnya: hukum rimba.

Continue reading

Views: 65

Posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 1 Comment