Percaya and Taat

Rut 3:1-6

Pintu berkat yang dibuka TUHAN adalah pintu pengharapan masa depan. Tidak lagi hanya masalah pemenuhan kebutuhan untuk bertahan hidup, tetapi jaminan masa depan yang aman dan bahagia. Naomi yang sebelumnya begitu pahit, sehingga menyebut dirinya sendiri dengan nama Mara, sekarang punya harapan baru–bukan untuk dirinya sendiri saja, tetapi juga untuk Rut. Dalam Rut 1:9, Naomi menyuruh dua mertuanya pulang supaya bisa mendapat suami lagi; sekarang ia mencarikan suami untuk menjadi tempat perlindungan bagi Rut menantunya yang setia itu.

Continue reading

Views: 82

Posted in Perjanjian Lama, Rut, Saat Teduh | 2 Comments

Cara yang Biasa di Tangan TUHAN Yang Luar Biasa

Rut 2:18-23

Cara TUHAN memberkati/memelihara umat-Nya tidak selalu dengan cara yang ajaib atau dengan tanda-tanda/mujizat yang melampaui hukum alam (misalnya menurunkan manna dari langit atau mengeluarkan air dari batu karang). Tetapi Ia juga bekerja dengan cara-cara yang biasa: orang bekerja keras dan mendapat upah. Dan ketika orang setia melakukan pekerjaannya, TUHAN bisa membuka pintu kepada peluang/kesempatan kepada berkat berikutnya yang lebih besar.

Continue reading

Views: 45

Posted in Perjanjian Lama, Rut, Saat Teduh | Leave a comment

Kemurahan TUHAN, Response Manusia

Rut 2:4-17

Tidak ada satu orangpun yang bisa menghutangi TUHAN. TUHAn, Allah yang Mahakaya dan Mahamurah, mencurahkan berkat dan kebaikan yang melimpah, melebihi segala pengorbanan atau komitmen yang bisa dibuat oleh seseorang kepada-Nya. TUHAN, Allah yang hati-Nya penuh dengan belas kasihan, yang memberikan penghargaan kepada orang yang beriman kepada-Nya, yaitu orang yang datang berlindung di bawah sayap-Nya.

Continue reading

Views: 62

Posted in Perjanjian Lama, Rut, Saat Teduh | Leave a comment

Upaya Manusia dan Kemurahan Hati TUHAN

Rut 2:1-3

Pasal 1 merupakan backround, untuk memberi konteks pada kisah utama yang dialami Naomi dan Rut. Latar belakang bagaimana kedua perempuan yang sudah merasa tidak punya apa-apa itu–termasuk harapan masa depan akan mengalami kemurahan TUHAN. Pasal 1 buku ini berisi rentetan kemalangan: kelaparan, pindah ke tanah asing, ditinggalkan orang-orang tercinta, dan kehilangan ada masa depan karena tidak ada keturunan. Tapi, sama-sama tidak ada pengharapan (dalam pikiran Naomi), lebih baik hidup tanpa harapan di Tanah Perjanjian.

Continue reading

Views: 108

Posted in Perjanjian Lama, Rut, Saat Teduh | 6 Comments

Iman yang Meyakini TUHAN Mengendalikan Semuanya

Rut 1:19-22

Orang bisa berpura-pura baik-baik, ketika sebenarnya ia sedang terpuruk. Demi menjaga kehormatan atau mempertahankan harga diri, ia bisa berbohong dan menutupi persoalannya dari orang lain. Tapi pintu pemulihan adalah pengakuan akan persoalan, supaya mendapat jalan pemecahan. Orang juga bisa memberi sejuta alasan atas peristiwa yang menimpanya: menyalahkan orang lain, diri sendiri, atau keadaan–tetapi, sesungguhnya yang diperlukan adalah pengertian bahwa TUHAN ada dibalik dan mengendalikan semua peristiwa.

Continue reading

Views: 59

Posted in Perjanjian Lama, Rut, Saat Teduh | Leave a comment