Kesombongan Awal Kehancuran

Ester 6:4-9

Seorang yang sudah mabuk oleh kesombongan dan egonya, akan menjadikan dirinya sendiri sebagai pusat. Semua harus ditujukan untuknya, semua harus memuaskan keinginannya. Ia tidak lagi memikirkan orang lain atau lungkingannya, yang ada di benaknya hanya satu: dirinya sendiri. Padahal, salah satu dosa yang paling dibenci oleh TUHAN adalah kesombongan. Maka, kesombongan akan menjadi awal kehancuran hidup seseorang.

Continue reading

Views: 54

Posted in Ester, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Seperti Batang Air di Tangan TUHAN

Ester 6:1-3

Malam itu banyak peristiwa terjadi secara bersamaan: semua orang Yahudi di kota Susan sangat cemas akan nasib mereka; Ester gelisah tentang bagaimana cara bicara kepada raja, Haman penuh kepuasan karena akan menuntaskan kebencian; dan raja tidak dapat tidur. Tidak ada satupun yang tahu apa yang akan terjadi, tetapi Tuhan tahu dan sedang mengatur segala sesuatu dan segala persitiwa untuk menyelamatkan umat-Nya dan mendatangkan malapetaka kepada musuh umat-Nya.

Continue reading

Views: 98

Posted in Ester, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments

Kebencian adalah Racun Kehidupan

Ester 5:9-14

Kepahitan atau kebencian atau kemarahan yang terpendam adalah racun yang mematikan. Tidak hanya mematikan karena itu menjadi akar pembunuhan atas orang yang dibenci; tetapi itu juga mematikan bagi diri sendiri, sebab kepahitan akan merampas semua kebahagiaan yang ada di dalam hati seseorang. Membuat kehilangan bersukacita, damai sejahtera, dan ucapan syukur dari dalam hati. Kebencian–ketika disertai kekuatan/kekuasaan–akan menghasilkan tindakan desktuktif kepada orang lain dan diri sendiri.

Continue reading

Views: 52

Posted in Ester, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Kedaulatan TUHAN di atas Strategi Manusia

Ester 5:1-8

Manusia boleh merasa memiliki faktor-faktor yang membuatnya berhasil. Manusia juga boleh merasa bahwa kecerdikan, siasat, atau strateginya yang bisa memanipulasi dan mempengaruhi orang lain untuk bertindak atau untuk mengubah/mengatur keadaan agar sesuai keinginannya. Tetapi, pada akhirnya, yang menentukan adalah: perkenanan Tuhan. Tanpa perkenanan Tuhan, sehebat apapun manusia, serapi dan secerdik apapun taktiknya, serta sebanyak apapun resourcesnya, pekerjaannya tidak akan berhasi.

Continue reading

Views: 87

Posted in Ester, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Bijak dan Tepat dalam Bertindak

Ibadah Pagi GKJ Nusukan

Kisah Rasul 16:16-24

Situasi yang terjadi di sekitar kita bisa memicu kita untuk berreaksi dan bertindak spontan. Dan kita tidak pernah tahu apa rentetan peristiwa atau akibat dari tindakan spontan itu. Bisa jadi, tindakan kita itu memulai rangkaian peristiwa yang ujungnya mendatangkan masalah atau kesusahan bagi kita. Kesusahan yang kemungkinan tidak perlu terjadi. Puji Tuhan, sebab apapun yang terjadi, Ia mengendalikan segala sesuatu dan bisa memakai situasi apapun untuk mendatangkan kebaikan. Tapi, kemahakuasaan dan kasih Tuhan tidak bisa disalahgunakan untuk bertindak sembrono.

Continue reading

Views: 72

Posted in Kisah Para Rasul, Perjanjian Baru, Refleksi | Leave a comment