Antara Akal Sehat, Aturan/Hukum dan Iman

Rut 4:1-12

Sangat baik untuk mengambil keputusan berdasar dua prinsip: (1) apakah keputusan itu melanggar prinsip kebenaran Tuhan? (2) apakah keputusan itu logis, atau bisa diterima dengan pertimbangan akal sehat. Tetapi cara berpikir itu kadang-kadang harus diletakkan di bawah iman–yaitu, ketika Tuhan secara khusus memberikan rhema untuk melakukan sesuatu alternatif. Tuhan tidak pernah salah, Tuhan mengetahui masa depan, dan Tuhan hanya merancang kebaikan bagi umat-Nya.

Continue reading

Views: 66

Posted in Perjanjian Lama, Rut, Saat Teduh | 2 Comments

Diam dan Nantikanlah Tuhan

Rut 3:16-18

Salah satu persoalan manusia adalah: ingin mengendalikan segala sesuatu–menganalisis semua sisi, melakukan tindakan-tindakan untuk memastikan tercapainya rencananya. Ini membuat seseorang sulit untuk diam dan menanti. Ini adalah cerminan dari cara berpikir bahwa ia bisa mengendalikan segala sesuatu–padahal tidak. Juga cerminan kurangnya kepercayaan kepada Tuhan–yang berdaulat dan berkasa atas segalanya. Salah satu disiplin yang harus dipelajari adalah: diam dan menantikan Tuhan.

Continue reading

Views: 53

Posted in Perjanjian Lama, Rut, Saat Teduh | 4 Comments

Karakter yang Kuat di bawah Otoritas TUHAN

Rut 3:7-15

Kualitas seseorang bukan ditentukan oleh penampilan fisik, kekayaan, kekuasaan, atau posisinya di tengah masyarakat, melainkan oleh kekuatan karakternya. Karakter yang kuat dari seseorang meliputi: integritas, kesetiaan, ketekunan, dan sikap yang menghormati dan berbelas kasihan kepada orang lain. Dalam relasi dengan Tuhan, karakter kuat justru terlihat pada kepasrahan dan penudukan di bawah otoritas dan kehendak Tuhan.

Continue reading

Views: 98

Posted in Perjanjian Lama, Rut, Saat Teduh | 4 Comments

Percaya and Taat

Rut 3:1-6

Pintu berkat yang dibuka TUHAN adalah pintu pengharapan masa depan. Tidak lagi hanya masalah pemenuhan kebutuhan untuk bertahan hidup, tetapi jaminan masa depan yang aman dan bahagia. Naomi yang sebelumnya begitu pahit, sehingga menyebut dirinya sendiri dengan nama Mara, sekarang punya harapan baru–bukan untuk dirinya sendiri saja, tetapi juga untuk Rut. Dalam Rut 1:9, Naomi menyuruh dua mertuanya pulang supaya bisa mendapat suami lagi; sekarang ia mencarikan suami untuk menjadi tempat perlindungan bagi Rut menantunya yang setia itu.

Continue reading

Views: 60

Posted in Perjanjian Lama, Rut, Saat Teduh | 2 Comments

Cara yang Biasa di Tangan TUHAN Yang Luar Biasa

Rut 2:18-23

Cara TUHAN memberkati/memelihara umat-Nya tidak selalu dengan cara yang ajaib atau dengan tanda-tanda/mujizat yang melampaui hukum alam (misalnya menurunkan manna dari langit atau mengeluarkan air dari batu karang). Tetapi Ia juga bekerja dengan cara-cara yang biasa: orang bekerja keras dan mendapat upah. Dan ketika orang setia melakukan pekerjaannya, TUHAN bisa membuka pintu kepada peluang/kesempatan kepada berkat berikutnya yang lebih besar.

Continue reading

Views: 29

Posted in Perjanjian Lama, Rut, Saat Teduh | Leave a comment