Kemurahan TUHAN, Response Manusia

Rut 2:4-17

Tidak ada satu orangpun yang bisa menghutangi TUHAN. TUHAn, Allah yang Mahakaya dan Mahamurah, mencurahkan berkat dan kebaikan yang melimpah, melebihi segala pengorbanan atau komitmen yang bisa dibuat oleh seseorang kepada-Nya. TUHAN, Allah yang hati-Nya penuh dengan belas kasihan, yang memberikan penghargaan kepada orang yang beriman kepada-Nya, yaitu orang yang datang berlindung di bawah sayap-Nya.

Continue reading

Views: 49

Posted in Perjanjian Lama, Rut, Saat Teduh | Leave a comment

Upaya Manusia dan Kemurahan Hati TUHAN

Rut 2:1-3

Pasal 1 merupakan backround, untuk memberi konteks pada kisah utama yang dialami Naomi dan Rut. Latar belakang bagaimana kedua perempuan yang sudah merasa tidak punya apa-apa itu–termasuk harapan masa depan akan mengalami kemurahan TUHAN. Pasal 1 buku ini berisi rentetan kemalangan: kelaparan, pindah ke tanah asing, ditinggalkan orang-orang tercinta, dan kehilangan ada masa depan karena tidak ada keturunan. Tapi, sama-sama tidak ada pengharapan (dalam pikiran Naomi), lebih baik hidup tanpa harapan di Tanah Perjanjian.

Continue reading

Views: 100

Posted in Perjanjian Lama, Rut, Saat Teduh | 6 Comments

Iman yang Meyakini TUHAN Mengendalikan Semuanya

Rut 1:19-22

Orang bisa berpura-pura baik-baik, ketika sebenarnya ia sedang terpuruk. Demi menjaga kehormatan atau mempertahankan harga diri, ia bisa berbohong dan menutupi persoalannya dari orang lain. Tapi pintu pemulihan adalah pengakuan akan persoalan, supaya mendapat jalan pemecahan. Orang juga bisa memberi sejuta alasan atas peristiwa yang menimpanya: menyalahkan orang lain, diri sendiri, atau keadaan–tetapi, sesungguhnya yang diperlukan adalah pengertian bahwa TUHAN ada dibalik dan mengendalikan semua peristiwa.

Continue reading

Views: 42

Posted in Perjanjian Lama, Rut, Saat Teduh | Leave a comment

Iman yang Melampaui Pertimbangan Manusia

Rut 1:6-18

Perhitungan nalar, pemikiran logis, alasan yang paling masuk akal dan paling baik secara manusiawi menjadi pegangan manusia pada umumnya. tetapi, bagi orang beriman, ada pertimbangan yang lebih tinggi daripada itu: pengenalan dan persekutuan dengan TUHAN. Yang membedakan orang biasa dan orang percaya adalah: iman–“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” (Ibr. 11:1).

Continue reading

Views: 46

Posted in Perjanjian Lama, Rut, Saat Teduh | Leave a comment

Bahaya untuk “Singgah Sementara” di luar Perjanjian TUHAN

Rut 1:1-5

Pada zaman para hakim, terjadi kelaparan di tanah Israel. Ada orang Betlehem bersama Elimelekh, memutuskan untuk pergi ke daerah Moab untuk menetap sementara sebagai orang asing–sementara tinggal di negeri asing sampai kelaparan di Israel reda. Elimelekh pergi bersama istrinya–Naomi dan dua anak laki-laki Mahlon dan Kilyon (ayat 1-2).

Continue reading

Views: 92

Posted in Perjanjian Lama, Rut, Saat Teduh | 6 Comments