Perjuangan Melawan Pencobaan

Yakobus 1:13-18

Ketika seorang menjadi anak Allah, saat itulah peperangan baru dimulai. Ketika ia masih dalam dosa, tidak ada pergumulan, sebab ia adalah hamba dosa, ada di bawah kuasa dosa. Sehingga seudah sewajarnya ia berbuat dosa. Tetapi, ketika ia menjadi percaya, rohnya dihidupkan, maka pergmulan melawan dosa itu mulai berlangsung–sebab di dalam hidupnya masih ada kedagingan yang setiap saat bisa muncul dan mendorongnya untuk berbuat dosa. Perjuangan melawan pencobaan adalah perjunagan seumur hidup–tidak akan pernah selesai.

Continue reading

Views: 69

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Yakobus | 6 Comments

Bertahan Dalam Ujian dan Kesukaran

Yakobus 1:1-12

Respons alamiah dan manusiawi seseorang yang mengalami kesulitan atau kesesakan adalah: mengeluh, meratap, protes, bersungut-sungut, dan marah. Tetapi, bagi orang percaya, respons yang dikehendaki adalah: menjalani pencobaan itu dengan hati yang “gembira”–berserah, menjalaninya dengan tidak bersungut-sungut atau mengeluh atau dalam kemarahan. Yakobus menjelaskan alasannya dan bagaimana implementasinya.

Continue reading

Views: 113

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Yakobus | Leave a comment

Menantikan Kedatangan Hari TUHAN

Maleakhi 4:1-6

Peringatan terakhir dari TUHAN bagi umat-Nya–karena setelah ini tidak ada nabi yang diutus TUHAN untuk berbicara selama sekitar 400 tahun, sampai Yohanes Pembaptis–yang diibaratkan sebagai nabi Elia (ayat 5)–datang untuk mempersiapkan jalan bagi hari TUHAN yang besra dan dahsyat itu–yaitu kedatangan Sang Mesias.

Continue reading

Views: 102

Posted in Maleakhi, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments

Jangan Lelah Hidup Takut akan TUHAN

Maleakhi 3:13-18

Tantangan yang dihadapi orang yang berjuang untuk hidup takut pada TUHAN adalah: ketika melihat orang2 fasik hidup bahagia, bahkan ketika mereka sengaja “menguji” TUHAN dgn kejahatan mereka, mereka sepertinya lepas dari hukuman–tidak mengalami konsekuensi yang buruk. Orang jadi bisa berpikir: tidak ada gunanya hidup takut akan TUHAN, tidak ada manfaatnya mencari kehendakNya untuk taat, dan hidup prihatin dan sungguh-sungguh di hadapan TUHAN (ayat 13-15).

Continue reading

Views: 35

Posted in Maleakhi, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

TUHAN Sumber Berkat dan Rejeki

Maleakhi 3:6-12

Landasan atau jaminan bagi umat TUHAN adalah deklarasi dari TUHAN sendiri: “Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.” (ayat 6). TUHAN tidak berubah, Ia yang sudah berjanji, akan memegang dan menepati janji-Nya untuk selama-lamanya. Dan janji-Nya adalah: memilih bani Yakub sebagai umat-Nya, sehingga–apapun yang terjadi, kapanpun masanya, seperti apapun situasinya, separah apapun kerusakannya–umat TUHAN akan tetap dipelihara.

Continue reading

Views: 116

Posted in Maleakhi, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments