Peringatan agar Tidak Cepat Berkomentar dan Marah

Yakobus 1:19-27

Perintah untuk umat jemaat: setiap orang hendaklah cepat untuk mendenger, tetapi lambat untuk berkata-kata dan juga lambat untuk marah (orge: wrath, anger as a state of mind, desire with grief–suasana hati yang murka/marah). Sebab amarah atua murka manusia (dari kedagingan manusia) tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah–“for man’s anger does not bring about the righteous life that God desires“–(ayat 20 NIV).

Continue reading

Views: 109

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Yakobus | 6 Comments

TUHAN Pemberi dan Pemelihara Iman

Ibadah Minggu GKJ Nusukan

Kejadian 15:1-6

Salah satu pergumulan orang percaya adalah: mempertahankan iman kepada Tuhan, tetap percaya kepada janji Tuhan. Sebab ada masa-masa di mana kepercayaan itu bisa lemah dan luntur–ketika janji itu tidak segera digenapi, ketika situasi dan kondisi justru bertentangan dengan janji Tuhan. Tuhan memahami pergumulan umat-Nya untuk beriman kepada-Nya. Maka selain memulai iman, Tuhan juga bertindak untuk memelihara iman orang percaya.

Continue reading

Views: 89

Posted in Homili, Kejadian, Perjanjian Lama | 6 Comments

Perjuangan Melawan Pencobaan

Yakobus 1:13-18

Ketika seorang menjadi anak Allah, saat itulah peperangan baru dimulai. Ketika ia masih dalam dosa, tidak ada pergumulan, sebab ia adalah hamba dosa, ada di bawah kuasa dosa. Sehingga seudah sewajarnya ia berbuat dosa. Tetapi, ketika ia menjadi percaya, rohnya dihidupkan, maka pergmulan melawan dosa itu mulai berlangsung–sebab di dalam hidupnya masih ada kedagingan yang setiap saat bisa muncul dan mendorongnya untuk berbuat dosa. Perjuangan melawan pencobaan adalah perjunagan seumur hidup–tidak akan pernah selesai.

Continue reading

Views: 60

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Yakobus | 6 Comments

Bertahan Dalam Ujian dan Kesukaran

Yakobus 1:1-12

Respons alamiah dan manusiawi seseorang yang mengalami kesulitan atau kesesakan adalah: mengeluh, meratap, protes, bersungut-sungut, dan marah. Tetapi, bagi orang percaya, respons yang dikehendaki adalah: menjalani pencobaan itu dengan hati yang “gembira”–berserah, menjalaninya dengan tidak bersungut-sungut atau mengeluh atau dalam kemarahan. Yakobus menjelaskan alasannya dan bagaimana implementasinya.

Continue reading

Views: 107

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Yakobus | Leave a comment

Menantikan Kedatangan Hari TUHAN

Maleakhi 4:1-6

Peringatan terakhir dari TUHAN bagi umat-Nya–karena setelah ini tidak ada nabi yang diutus TUHAN untuk berbicara selama sekitar 400 tahun, sampai Yohanes Pembaptis–yang diibaratkan sebagai nabi Elia (ayat 5)–datang untuk mempersiapkan jalan bagi hari TUHAN yang besra dan dahsyat itu–yaitu kedatangan Sang Mesias.

Continue reading

Views: 95

Posted in Maleakhi, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments