Menantikan Kedatangan Hari TUHAN

Maleakhi 4:1-6

Peringatan terakhir dari TUHAN bagi umat-Nya–karena setelah ini tidak ada nabi yang diutus TUHAN untuk berbicara selama sekitar 400 tahun, sampai Yohanes Pembaptis–yang diibaratkan sebagai nabi Elia (ayat 5)–datang untuk mempersiapkan jalan bagi hari TUHAN yang besra dan dahsyat itu–yaitu kedatangan Sang Mesias.

Continue reading

Views: 95

Posted in Maleakhi, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments

Jangan Lelah Hidup Takut akan TUHAN

Maleakhi 3:13-18

Tantangan yang dihadapi orang yang berjuang untuk hidup takut pada TUHAN adalah: ketika melihat orang2 fasik hidup bahagia, bahkan ketika mereka sengaja “menguji” TUHAN dgn kejahatan mereka, mereka sepertinya lepas dari hukuman–tidak mengalami konsekuensi yang buruk. Orang jadi bisa berpikir: tidak ada gunanya hidup takut akan TUHAN, tidak ada manfaatnya mencari kehendakNya untuk taat, dan hidup prihatin dan sungguh-sungguh di hadapan TUHAN (ayat 13-15).

Continue reading

Views: 30

Posted in Maleakhi, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

TUHAN Sumber Berkat dan Rejeki

Maleakhi 3:6-12

Landasan atau jaminan bagi umat TUHAN adalah deklarasi dari TUHAN sendiri: “Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.” (ayat 6). TUHAN tidak berubah, Ia yang sudah berjanji, akan memegang dan menepati janji-Nya untuk selama-lamanya. Dan janji-Nya adalah: memilih bani Yakub sebagai umat-Nya, sehingga–apapun yang terjadi, kapanpun masanya, seperti apapun situasinya, separah apapun kerusakannya–umat TUHAN akan tetap dipelihara.

Continue reading

Views: 106

Posted in Maleakhi, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments

Pengudusan Dimulai dari Para Pemimpin Agama

Maleakhi 3:1-5

Tujuan Tuhan datang untuk melakukan pengudusan, adalah supaya umat-Nya kembali layak di hadapan-Nya, dan ibadah mereka berkenan kepada-Nya. Pengudusan dimulai dari para pemimpin agama dan para imam, sebab mereka menjadi faktor utama–dengan pengajaran dan cara hidup mereka–yang membuat umat Tuhan mengalami kesesatan. Tuhan akan menguduskan para imam lebih dahulu.

Continue reading

Views: 93

Posted in Maleakhi, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 3 Comments

Waspada kepada Muslihat Kemunafikan

Maleakhi 2:10-17

Tipuan yang paling mankutkan adalah: ketika orang merasa benar dan merasa diperkenan Tuhan, sementara dia hidup di dalam dosa. Tipuan yang mengatakan bahwa orang bisa punya kehidupan ganda–di satu sisi hidup di dalam dosa, di sisi lain tetap melakukan ibadah dan aktivitas rohani; dan merasa bahwa Tuhan baik-baik saja dengan hidup munafik seperti itu. Padahal, sebenarnya Tuhan murka kepada kemunafikan.

Continue reading

Views: 123

Posted in Maleakhi, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 6 Comments