Kriteria Pelayan Tuhan: Hati dan Karakter

Filipi 2:19-24

Ketika memilih seseorang untuk melakukan pekerjaan-Nya, Tuhan tidak melihat apa yang nampak di luar: fisik, pengetahuan atau keahlian, tetapi melihat hati (karakter) seseorang: “manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati” (1 Sam 16:7). Karakter seseorang lebih penting, sebab karakter itulah yang nanti akan mewarnai bagaimana ia menggunakan pengetahuan dan ketrampilan yang dimilikinya sesuai dengan keinginan Tuhan.

Continue reading

Views: 57

Posted in Filipi, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Arti Hidup Taat

Filipi 2:12-18

Ketaatan itu bukan sekedar asal melakukan apa yang diperintahkan. Ketaatan itu memiliki makna yang lebih dalam. Ketaatan merupakan bukti kebenaran Injil, ketaatan merupakan korban persembahan dan pelayanan (ibadah) kepada Tuhan, ketaatan adalah kesaksian tentang Kristus kepada dunia. Dan yang fundamental: ketaatan adalah bukti bahwa Tuhan hadir dan bekerja di dalam hidup orang percaya.

Continue reading

Views: 45

Posted in Filipi, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Fakta: Yesus Kristus Adalah Tuhan

Filipi 2:9-11

Ketuhanan Yesus Kristus adalah fakta. Orang boleh tidak percaya atau tidak bisa menerima, tetapi itu adlaah fakta. Sebab Allah Bapa telah menetapkan demikian. Orang harus memilih: apakah ia akan menerima dan hidup di dalam fakta Ketuhanan Kristus, ataukah dia akan terus menyangkal dan memberontak kepada fakta tersebut.

Continue reading

Views: 42

Posted in Filipi, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Fokus Kehidupan Orang Percaya

Ibadah GKJ Nusukan

Maleakhi 3:1-6, Lukas 1:67-75; 3:1-6, Filipi 1:3-11

Tuhan setia dengan janji-Nya. Penggenapan janji Tuhan dilakukan pada waktu-Nya. Ada masa yang diijinkan terjadi sebelum janji itu digenapi–atau lebih tepatnya: ada proses yang mendahului janji itu terwujud–masa penantian bukan masa hampa di mana Tuhan tidak melakukan apa-apa atas janji-Nya, namun justru itu merupakan masa Tuhan sedang menjalankan proses penggenapan janji-Nya.

Continue reading

Views: 65

Posted in Filipi, Lukas, Maleakhi, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments

Sikap Sebagai Hamba

Filipi 2:1-8

Sekalipun Paulus bersukacita karena hidup jemaat Filipi (1:3-4), tetapi ada hal yang membuat sukacita itu “belum sempurna” (ayat 2). Paulus melihat bahwa ada ketidaksatuan dan potensi perpecahan di dalam jemaat. Bahkan, Paulus secara khusus menyebut nama Euodia dan Sinthike agar sehati sepikir; dan meminta saudara seiman yang lain untuk menolong kedua orang itu mencapai kesatuan (4:2-3).

Continue reading

Views: 55

Posted in Filipi, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments