Hikmat Tuhan, Kelicikan Manusia

Lukas 19:20-26

Karena tidak bisa menyerang langsung, para pemuka agama dan pemimpin Yahudi memakai cara yang lebih halus: memata-matai semua gerak-gerik dan perkataan Tuhan Yesus, menyuruh para pengintai (egkathetos: spies, orang yang bersembunyi untuk menyergap). Mereka berpura-pura menjadi orang yang baik atau yang mencari kebenaran, tetapi sebenarnya mau menjebak agar Tuhan Yesus mengeluarkan perkataan yang bisa dilaporkan kepada pemerintah Romawi (ayat 20).

Continue reading

Views: 54

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Kesabaran Tuhan, Kekerasan Hati Manusia

Lukas 20:9-19

Berhadapan langsung dengan para pemuka agama dan pemimpin Yahudi, di Bait Allah yang merupakan pusat kehidupan keagamaan Yahudi, disaksikan oleh orang banyak yang sedang menyongsong perayaan tertinggi agama Yahudi yaitu Paskah, Tuhan Yesus membongkar kedok kesalehan para ulama, menunjukkan betapa hati mereka sebenarnya menentang atau menolak Tuhan.

Continue reading

Views: 48

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Menolak Kebenaran

Lukas 20:1-8

Selama minggu menjelang Paskah itu, Tuhan Yesus setiap hari datang ke Bait Allah dan mengajar dan memberitakan Injil di sana (ayat 1). Ini menjadi konfrontasi terbuka Tuhan Yesus dengan para pemuka agama dan pemimpin Yahudi–Ia sudah secara demonstratif, di tengah orang banyak, membersihkan Bait Allah–yang berarti menampar muka mereka. Mereka datang kepada Tuhan Yesus dengan pertanyaan/perdebatan dan jebakan untuk mendapat alasan menangkap dan membinasakan-Nya.

Continue reading

Views: 70

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

“Bait Allah” yang Layak Ditinggali Tuhan

Lukas 19:45-48

Tuhan Yesus di Yerusalem, pada minggu terakhir menjelang kematian-Nya. Dia berada di pusat kehidupan umat Tuhan, pusat keagamaan–Bait Allah. Semua proses yang telah berjalan sejak kelahiran-Nya, pekerjaan-Nya selama sekitar 3 tahun, pengajaran dan pelatian kepada murid-murid, ketenaran dan pengaruh-Nya pada orang banyak, menuju ke titik puncaknya pada minggu ini.

Continue reading

Views: 42

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Mengenali Lawatan Tuhan

Lukas 19:41-44

Tuhan Yesus menangisi Kota Yerusalem–kota yang menjadi representasi umat Tuhan. Kata yang dipakai adalah klailo (to weep, wail, lament, impliying not only the shedding of tears, but also every external expression of grief; to wail aloud). Tuhan Yesus tidak menangis dalam diam dengan meneteskan air mata, tetapi Ia juga mengekspresikan kesedihan-Nya dalam ratapan dengan suara yang keras.

Continue reading

Views: 69

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment