Mengerjakan Panggilan Tuhan dengan Pimpinan Tuhan

Hakim-hakim 13:1-9

Ketika bangsa Israel terjerumus semakin parah dalam dosa mereka, TUHAN bertindak memulai karya penyelamatan-Nya. Dari sekian juta orang Israel, mata TUHAN tertuju kepada sepasang suami-istri dari suku Dan. Ada seorang dari Zora, suku Dan, bernama Manoah, istrinya mandul, tidak beranak (ayat 2). TUHAN suka memilih “pecundang”–mau melahirkan pemimpin, yang dipilih justru pasangan yang mandul. Supaya nyata, bahwa TUHAN yang berkerja, dan bukan karena kekuatan manusia.

Continue reading

Views: 81

Posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Bebas dari Dosa Kronis

Hakim-hakim 13:1-5

Salah satu penyebab persoalan dan penderitaan adalah dosa kepada TUHAN. ketika orang Israel melakukan apa yang jahat di mana TUHAN, maka TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan bangsa lain untuk menindas mereka. Pada episode kejatuhan ini, penindasan orang Filistin sebagai sarana disiplin TUHAN berlangsung sangat lama: 40 tahun (ayat 1). Mengapa lama sekali? Jawabannya: karena umat Israel belum/tidak bertobat kepada TUHAN. It’s that simple.

Continue reading

Views: 94

Posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Menjadi Pemimpin Pada Zamannya

Hakim-hakim 12:8-15

Pola kehidupan umat TUHAN pada waktu itu disimpulkan dalam Hak. 2:12-19, yaitu: mereka menyembah berhala, maka TUHAN mengijinkan bangsa lain menindas mereka, ketika mereka berseru kepada TUHAN, Ia membangkitkan seorang hakim untuk menyelamatkan mereka, ketika hakim itu mati maka Israel kembali lagi melakukan dosa yang sama–demikian siklus hidup umat TUHAN pada zaman itu.

Continue reading

Views: 62

Posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Waspada Terhadap Dengki dan Nafsu Persaingan

Hakim-hakim 12:1-7

Perbuatan daging akan membawa kebinasaan (Gal. 6:8). Ada sifat-sifat kedagingan yang ditunjukkan oleh orang Efraim di bagian ini: dengki, amarah, percideraan, dan roh pemecah. Dan ketika mereka menabur perbuatan-perbuatan daging itu, mereka menuai kebinasaan. Mungkin selama ini mereka merasa aman hidup dengan sifat-sifat kedagingan itu, karena mereka suku yang kuat dan disegani. Tetapi, akan ada waktunya TUHAN menurunkan malapetaka atas mereka yang menabur kedagingan.

Continue reading

Views: 52

Posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Penuhi Semua Janji/Komitmenmu

Hakim-hakim 11:34-40

TUHAN adalah Allah yang setia. Ia berjanji, dan pasti menepati. “Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?” (Bil. 23:19). TUHAN menuntut umat-Nya juga setia: menepati janji yang diucapkan kepada Tuhan. Salah satu kriteria memenuhi kekudusan TUHAN adalah: “berpegang pada sumpah, walaupun rugi” (Maz. 15:4).

Continue reading

Views: 45

Posted in Hakim-hakim, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment