Ketika Para Penguasa itu Korup

Ester 3:7-15

Betapa menakutkan ketika penguasa tidak punya empati dan hati nurani kepada rakyatnya. Karena merasa berkuasa, ia kemudian bisa membuat peraturan yang berdampak kepada semua orang bukan dengan pertimbangan akal sehat, tetapi karena dorongan perasaan atau egonya sendiri. Ego, kepentingan diri sendiri, ditambah tidak adanya empati adalah obinasi yang menakutkan pada diri seorang penguasa–apalagi penguasa yang absolut. Rakyatnya akan selalu ada di bawah ancaman kehancuran.

Continue reading

Views: 44

Posted in Ester, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Hati-hati ketika Egomu Berkuasa

Ester 3:1-6

Sesudah peristiwa-peristiwa ini (pembuangan Wasta, pengangakatan Ester, dan info Mordekhai yang menyelamatkan raja), Ahasyweros memberikan kebesaran kepada seorang bernama Haman. Tidak diberitahukan apa penyebabnya/prestasinya, tetapi raja menaikkan pangkat Haman dan menempatkan posisinya di atas semua pembesar kerajaan (ayat 1). Raja memerintahkan agar semua pegawai raja di pintu gerbang berlutut dan sujud kepada Haman (ayat 2).

Continue reading

Views: 69

Posted in Ester, Perjanjian Lama, Saat Teduh | 2 Comments

Doakan dan Usahakan Kesejahteraan Kotamu

Ester 2:21-23

Pada awal masa pembuangan umat TUHAN ke Babel, Nabi Yeremia menulis surat kepada umat TUHAN: “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.” (Yer. 29:7). Prinsip yang sama diajarkan oleh Paulus (Rom. 13:1-5) dan Petrus (1 Pet. 2:13-17). Orang percaya, ketika diijinkan tinggal di bawah otoritas manusia dalam lembaga apapun, dipanggil untuk mendoakan dan ikut andil mengusahakan kesejahteraan tempat di mana mereka tinggal, sebab melalui tempat itu Tuhan menyalurkan berkat-Nya kepada mereka.

Continue reading

Views: 29

Posted in Ester, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Ketika Anugerah TUHAN Diberikan

Ester 2:12-20

Betapa pentingnya kesadaran akan kedaulatan, pemerintahan, dan anugerah Tuhan. Kalau Tuhan tidak menghendaki, maka tidak ada orang yang bisa mengusahakan. Prestai, pencapaian, terpilih menjadi sesuatu–itu semua berasal dari kehendak Tuhan untuk memberikan anugerah kepada siapapun yang dikehendaki-Nya. Kesadaran ini akan menghasilkan respons yang benar ketika menerima kemurahan Tuhan: ucapan syukur dan sukacita yang memberkati orang lain, serta sikap rendah hati dan penundukan diri ke bawah orotitas Tuhan.

Continue reading

Views: 38

Posted in Ester, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Tuhan Sumber Semua Hal-hal Yang Baik

Ester 2:5-11

Mordekhai adalah seorang Yahudi dari suku Benyamin. Kakek buyutnya, Kish, merupakan salah satu orang yang turut dibuang ke Babel oleh Nebukadnezar (ayat 5-6), jadi Mordekhai adalah generasi keempat orang Yahudi yang hidup dalam pembuangan. Mordekhai memiliki posisi yang baik di Persia, sebab ia bekerja sebagai pegawai istana; ia duduk di pintu gerbang Raja (ayat 19).

Continue reading

Views: 66

Posted in Ester, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment