Kedaulatan TUHAN di atas Strategi Manusia

Ester 5:1-8

Manusia boleh merasa memiliki faktor-faktor yang membuatnya berhasil. Manusia juga boleh merasa bahwa kecerdikan, siasat, atau strateginya yang bisa memanipulasi dan mempengaruhi orang lain untuk bertindak atau untuk mengubah/mengatur keadaan agar sesuai keinginannya. Tetapi, pada akhirnya, yang menentukan adalah: perkenanan Tuhan. Tanpa perkenanan Tuhan, sehebat apapun manusia, serapi dan secerdik apapun taktiknya, serta sebanyak apapun resourcesnya, pekerjaannya tidak akan berhasi.

Continue reading

Views: 81

Posted in Ester, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Bijak dan Tepat dalam Bertindak

Ibadah Pagi GKJ Nusukan

Kisah Rasul 16:16-24

Situasi yang terjadi di sekitar kita bisa memicu kita untuk berreaksi dan bertindak spontan. Dan kita tidak pernah tahu apa rentetan peristiwa atau akibat dari tindakan spontan itu. Bisa jadi, tindakan kita itu memulai rangkaian peristiwa yang ujungnya mendatangkan masalah atau kesusahan bagi kita. Kesusahan yang kemungkinan tidak perlu terjadi. Puji Tuhan, sebab apapun yang terjadi, Ia mengendalikan segala sesuatu dan bisa memakai situasi apapun untuk mendatangkan kebaikan. Tapi, kemahakuasaan dan kasih Tuhan tidak bisa disalahgunakan untuk bertindak sembrono.

Continue reading

Views: 63

Posted in Kisah Para Rasul, Perjanjian Baru, Refleksi | Leave a comment

Lebih Taat kepada TUHAN atau Aturan Manusia?

Ester 4:4-17

Ada waktunya regulasi atau hukum itu cacat atau salah, sehingga merugikan/mematikan banyak orang. Pada waktu itulah diperlukan keberanian untuk menolak, sekalipun ada resiko atas karir atau hidup orang percaya. Sekalipun pemerintah (dalam arti luas) ditetap oleh Tuhan, namun pemerintah bisa menjadi jahat dan membuat aturan yang menyimpang dari prinsip kebenaran dan keadilan Tuhan; pada situasi seperti itu, orang percaya tidak perlu taat pada aturan, tanpa meninggalkan sikap hormat kepada pemerintah.

Continue reading

Views: 57

Posted in Ester, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Aku Tak Tahu akan Hari Esok …

Ester 4:1-3

Wujud kesombongan manusia adalah: merasa bisa mengetahui dan mengendalikan apa yang akan terjadi. Sehingga menjadi yakin bahwa keputusan yang dibuatnya hari ini tidak akan mendatangkan akibat yang negatif di masa depan. Sombong, karena sebenarnya ia sama sekali tidak tahu apa yang akan terjadi–hanya Tuhan yang tahu. Benarlah peringatan Tuhan melalui Yakobus: “… kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok … hidupmu seperti uap … Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demkian adalah salah” (Yak. 4:13-15).

Continue reading

Views: 45

Posted in Ester, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment

Ketika Para Penguasa itu Korup

Ester 3:7-15

Betapa menakutkan ketika penguasa tidak punya empati dan hati nurani kepada rakyatnya. Karena merasa berkuasa, ia kemudian bisa membuat peraturan yang berdampak kepada semua orang bukan dengan pertimbangan akal sehat, tetapi karena dorongan perasaan atau egonya sendiri. Ego, kepentingan diri sendiri, ditambah tidak adanya empati adalah obinasi yang menakutkan pada diri seorang penguasa–apalagi penguasa yang absolut. Rakyatnya akan selalu ada di bawah ancaman kehancuran.

Continue reading

Views: 44

Posted in Ester, Perjanjian Lama, Saat Teduh | Leave a comment