Dibenarkan Karena Iman kepada Tuhan

Galatia 3:6-9

Abraham adalah tokoh utama dalam sejarah umat Tuhan. Ia adalah bapa segala orang beriman. Ia menjadi nenek moyang orang Yahudi–sehingga mereka, orang Yahudi, menyebut diri sebagai keturunan Abraham. Paulus memberikan ilustrasi hidup Abraham sebagai argumen atas Injil, bahwa keselamatan itu karena iman, bukan karena melakukan hukum Taurat.

Continue reading

Views: 907

Posted in Galatia, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Dibenarkan Karena Iman kepada Tuhan

Tidak Ada yang Kebal terhadap Penyesatan

Galatia 1:1-5

Setelah mengkritik sikap dan tindakan Petrus dan beberapa orang percaya Yahudi lain yang bertentangan dengan Injil–sebagai argumen kebenaran Injil satu-satunya yang diberitakan oleh para Rasul, sekarang Paulus dengan keras menegor jemaat Galatia. Inti tegoran Paulus adalah: bagaimana mungkin jemaat Galatia yang sudah mengalami banyak sekali (keselamatan, anugerah Roh, dan mujizat) karena iman mereka, sekarang bisa disesatkan oleh pengajaran yang mengatakan mereka harus juga melakukan Hukum Taurat.

Continue reading

Views: 929

Posted in Galatia, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Tidak Ada yang Kebal terhadap Penyesatan

Mati bagi Dosa, Hidup untuk Allah

Galatia 2:15-21

Banyak perdebatan mengenai sampai di mana Paulus menegor Petrus: apakah hanya sampai ayat 14, ataukah penjelasan atau argumentasinya dilanjutkan sebagaimana ditulis di ayat-ayat yang mengikutinya. Itu tidak penting. Yang penting adalah di bagian ini Paulus menjelaskan posisi seorang Yahudi terhadap hukum Taurat setelah ia percaya. Setelah percaya, orang tidak lagi ada di dalam kuasa dosa, tidak lagi diikat oleh Taurat, tetapi ia hidup untuk Allah–Allah yang membenci dosa dan yang memberikan prinsip kebenaran melalui Taurat.

Continue reading

Views: 888

Posted in Galatia, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Comments Off on Mati bagi Dosa, Hidup untuk Allah

Waspada terhadap Kemunafikan

Galatia 2:11-14

Paulus masih membela atau berargumentasi tentang kebenaran Injil yang diberitakannya dan keyakinannya akan Injil tersebut. Dengan cara menceritakan kembali sikapnya yang tegas untuk melaran sikap yang bertentangan dengan Injil Kristus–bahkan sekalipun itu dilakukan oleh seorang pemimpin jemaat, dalam hal ini adalah Rasul Petrus. Paulus menunjukkan bahwa ia berkomitmen menghadapi apapun dan siapapun yang pengajaran atau sikapnya bertentangan dengan Injil yang sejati.

Continue reading

Views: 6529

Posted in Galatia, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 1 Comment

Akuntabilitas dan Transparansi Pelayanan

Galatia 2:1-10

Paulus masih melanjutkan argumen tentang Injil yang diberitakannya sebagai Injil yang benar. Yaitu Injil sebagai satu-satunya jalan keselamatan, tidak perlu ditambah dengan melakukan hukum Taurat orang Yahudi–khususnya sunat. Paulus menjelaskan kembali peristiwa pertemuannya–setelah 14 tahun melayani–dengan para rasul pemimpin di Yerusalem. Bagaimana para pemimpin jemaat ini menerima dan mengkonfirmasi panggilannya dan Injil yang diberitakannya.

Continue reading

Views: 2046

Posted in Galatia, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 1 Comment