Hati Yang Membantah Kebenaran

Roma 10:1-21

Seseorang dapat menerima firman Allah, mendengar kebenaran Allah dinyatakan kepadanya, dan tetap tidak percaya atau tidak taat. Nubuat Yesaya yang dikutip Paulus dalam ayat 21 mengatakan bahwa bangsa Israel itu bangsa yang tidak taat (apeitheo-sengaja tidak mau percaya) dan membantah (antilego-menjawab dengan yang bertentangan, menyangkal kebenaran yang didengar). Membantah, ngeles, dan membuat argumen penolakan kepada firman Allah yang didengar adalah sikap yang sangat berbahaya–membuat seseorang bisa kehilangan kasih karunia Allah.

Continue reading

Views: 40

Posted in Perjanjian Baru, Roma, Saat Teduh | 2 Comments

Makna Baptisan

Ibadah GKJ Karanganyar – Minggu, 10 Januari 2020

Markus 1:1-11

Baptisan adalah ritual atau sakramen yang diterima orang percaya. Ada yang dibaptis ketika masih anak-anak, dan kemudian mengaku percaya (sidhi) pada waktu ia sudah dewasa, ada pula yang dibaptis ketika ia sudah dewasa. Ada yang dibaptis dengan cara dipercik, ada yang menjalani baptis selam. Kapanpun dan apapun cara babtisan itu diterima, ada makna rohani penting di balik simbol babtisan.

Continue reading

Views: 34

Posted in Homili | Leave a comment

Tersandung Injil

Roma 9:1-33

Berita Injil menjadi batu sandungan bagi orang Yahudi, sebab mereka tidak bisa menerima bahwa: orang (siapapun dia–Yahudi atau non-Yahudi) dibenarkan bukan karena memiliki dan berusaha mentaati Hukum Tuhan, tetapi dibenarkan karena iman. Tidak hanya bagi orang Yahudi; tetapi semua agama di dunia ini tersadung pada perkara yang sama, karena semua agama mengajarkan bahwa keselamatan itu diperoleh melalui usaha manusia untuk memenuhi/mentaati tuntutan tertentu.

Continue reading

Views: 56

Posted in Perjanjian Baru, Roma, Saat Teduh | 4 Comments

Bertekun Dalam Penderitaan

Roma 8:18-39

Penderitaan merupakan hal yang akan selalu ada di dunia–sampai Tuhan Yesus datang kembali. Seluruh ciptaan Tuhan mengalami penderitaan: dikuasai oleh kesia-siaan dan kerusakan sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa. Paulus membuat personifikasi di mana seluruh ciptaan digambarkan sebagaimana penderitaan dan keluhan seorang perempuan yang akan melahirkan; penderitaan untuk menanti-nantikan waktu anak-anak Allah dimuliakan (ayat 18-22).

Continue reading

Views: 30

Posted in Perjanjian Baru, Roma, Saat Teduh | Leave a comment

Kemerdekaan Sejati

Roma 8:1-17

Manusia punya konsepnya sendiri tentang merdeka, yaitu: bebas dari semua ikatan dan otoritas, sehingga hidup menurut kehendaknya sendiri. Betapa konsep itu sangat menyesatkan. Karena itu bukan kemerdekaan, tetapi justru berarti perbudakan: karena ketika hidup menuruti keinginannya sendiri–padahal keinginannya itu dikuasai dosa, maka ia berarti hidup di bawah otoritas dosa. Menjadi budak dosa! Kemerdekaan sejati adalah: bebas dari perbudakan dosa, untuk menjadi anak-anak Allah.

Continue reading

Views: 65

Posted in Perjanjian Baru, Roma, Saat Teduh | 6 Comments