Tanggung Jawab Hamba Tuhan

Roma 15:1-16

Menjadi hamba Tuhan itu tidak mudah. Melakukan panggilan Tuhan untuk melayani itu bukan perkara gampang. Salah satu tantangannya adalah: takut untuk ditolak atau dituduh macam-macam, ketika berinisiatif untuk mengerjakan pelayanan itu; apalagi ketika sepertinya apa yang dikerjakan itu di luar “wilayah kewenangan” kita. Kesetiaan pada panggilan Allah, kasih dan beban kepada orang lain, dan hikmat/kebijaksanaan dalam mengerjakannya–itulah yang melandasi pelayanan kita.

Continue reading

Views: 69

Posted in Perjanjian Baru, Roma, Saat Teduh | 2 Comments

Kebebasan Kristen

Roma 14:1-23

A Christian man is the most free lord of all, and subject to none; a Christian man is the most dutiful servant of all, and subject to every one. (Luther). Seorang Kristen adalah tuan yang paling merdeka, dan tidak berada di bawah siapapun; seorang Kristen adalah hamba yang paling setia, dan ada di bawah semua orang. Dualisme atau paradox inilah merupakan fakta bagi orang percaya terkait dengan kebebasannya.

Continue reading

Views: 75

Posted in Perjanjian Baru, Roma, Saat Teduh | 6 Comments

Hidup Bernegara Dan Bermasyarakat

Roma 13:1-14

Orang percaya hidup di dunia, di tengah masyarakat, dengan sistem sosial dan politik yang ada. Tuhan berdaulat atas pemerintahan yang ada, dan Tuhan memakai pemerintahan itu untuk melakukan kehendak-Nya. Paulus menjelaskan bagaimana orang percaya harus hidup dalam hubungannya dengan pemerintah dan masyarakat di mana mereka tinggal: cara pandang, sikap, dan tindakan praktisnya.

Continue reading

Views: 33

Posted in Perjanjian Baru, Roma, Saat Teduh | Leave a comment

Mempersembahkan Hidup

Roma 12:1-21

Indikator penyerahan hati/hidup kepada Tuhan adalah: menyerahkan (anggota-anggota) tubuh kepada Tuhan untuk dipakai seturut kehendak-Nya. Tidak bisa hanya berkata: yang penting pikiran dan hatiku kuserahkan kepada Tuhan–karena penyerahan batiniah itu wujudnya adalah penyerahan lahiriah! Benar bahwa orang bisa melakukan aktivitas tanpa hati yang diserahkan. Tetapi, tidak mungkin orang menyerahkan batin tanpa menunjukkannya dengan penyerahan lahirnya. Orang yang sembarangan dalam penampilan dan perilaku lahiriahnya tidak berhak untuk mengklaim bahwa hati dan batinnya dipersembahkan kepada Tuhan!

Continue reading

Views: 49

Posted in Perjanjian Baru, Roma, Saat Teduh | 2 Comments

He Never Give Up on His People

Roma 11:1-36

Sekalipun kebanyakan orang Yahudi menolak Injil, tetapi Paulus meyakini bahwa Tuhan tidak menolak umat-Nya ini. Tuhan tetap setia kepada perjanjian-Nya dan Tuhan akan menggenapi rencana keselamatan-Nya bagi orang Yahudi. Paulus menjelaskan alasan/argumen mengapa ia yakin Tuhan tidak menolak umat-Nya. Dan semua argumen itu menunjukkan betapa besar kemurahan Allah kepada umat-Nya, dan betapa dahsyat pemikiran dan jalan-jalan Allah dalam rencana kesalamatan sebagai pernyataan kemurahan-Nya.

Continue reading

Views: 32

Posted in Perjanjian Baru, Roma, Saat Teduh | Leave a comment