Orang Asing Yang Hanya Singgah Sebentar

1 Petrus 2:11-25

Petrus mengingatkan eksistensi orang percaya sebagai pendatang (paroikos: orang asing, bukan penduduk asli–bicara tetang identitas) dan perantau (parepidemos: tinggal hanya sebentar, singgah–bicara tentang relasia/aktivitas). Orang asing yang hanya singgah sebentar: bukan warga dan hanya mampir. You are an alien, and you are not staying (ayat 11). Kemudian, Petrus mengidentifikasi karakteristik kehidupan yang harus dijalankan orang percaya sebagai pendatang dan perantau.

Continue reading

Views: 37

Posted in 1 Petrus, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Esensi Hidup Baru

1 Petrus 2:1-10

Apapun kondisi atau situasi kehidupan orang percaya, apapun status sosial ekonominya, apapun bidang pekerjaan atau profesinya, esensi kehidupan orang percaya sebenarnya sangat sederhana. Setelah dilahirkan kembali, jemaat harus (1) memperjuangkan hidup kudus di hadapan Tuhan dengan membuang segala macam kejahatan; (2) membangun kehausan kepada firman Tuhan yang berkuasa untuk memberi pertumbuhan; (3) menyediakan diri untuk dibangun menjadi bait Allah untuk mengerjakan pelayanan sebagai imam-imam Allah, yaitu memberitakan karya penyelamatan Allah.

Continue reading

Views: 46

Posted in 1 Petrus, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Hidup Sebagai Orang Asing

1 Petrus 1:1-25

Orang-orang pilihan Allah adalah orang asing di dunia ini. Mereka dipilih sesuai rencana Allah Bapa, melalui pengudusan oleh Roh Kudus, untuk hidup taat kepada Yesus Kristus dan diperciki dengan darah-Nya (ayat 1-2). Selama di dunia ini, orang percaya akan mengalami penderitaan–sebagai ujian yang membuktikan kemurnian iman mereka; berjuang untuk hidup kudus, sebagai bukti bahwa mereka sudah lahir baru sebagai anak-anak Allah; dan hidup mengamalkan kasih yang tulus karena telah menerima kasih Allah di dalam karya penebusan Kristus.

Continue reading

Views: 59

Posted in 1 Petrus, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Tak Dikenal Manusia, Tapi Dikenal Allah

Roma 16:1-27

Para pelayan yang tidak dikenal–dan bukankah memang itu sesuatu yang wajar pada diri seorang pelayan? Namanya tidak perlu diketahui orang, pekerjaannya sering kali tidak terlihat atau diapresiasi oleh orang lain. Yang dikenal adalah Sang Tuan, yang dikagumi dan dimuliakan adalah Sang Tuan. Tidak jadi soal. Yang jelas, Sang Tuan Yang Mahamurah itu mengenal siapa hamba-hamba-Nya yang setia, yang mengerjakan bagian yang ditetapkan bagi mereka masing-masing. Yang penting, pada akhirnya, Sang Tuan akan berkata: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia…” (Matius 25:21)

Continue reading

Views: 31

Posted in Perjanjian Baru, Roma, Saat Teduh | Leave a comment

Ciri Hamba Allah Sejati

Roma 15:17-33

Paulus menjadi teladan atau model hidup seorang hamba Tuhan sejati: (1) ia menyerahkan diri secara total untuk melakukan panggilan Allah–menyelesaikan panggilan itu sampai “tidak ada lagi pekerjaan yang bisa dilakukan”; (2) ia tidak mengklaim itu sebagai pekerjaannya sendiri, tetapi merupakan karya Kristus melalui dirinya; (3) ia melakukannya dengan perkataan, perbuatan, kuasa, dan mujizat di dalam Roh; (4) ia tunduk kepada cara Allah menggenapi rencana-Nya, walaupun cara itu berbeda dengan apa yang diinginkan atau dipikirkannya.

Continue reading

Views: 78

Posted in Perjanjian Baru, Roma, Saat Teduh | 6 Comments