Perspektif Atas Penderitaan

1 Petrus 4:12-19

Petrus masih berbicara mengenai bagaimana jemaat harus bersikap menanggapi penderitaan. Pertama, penderitaan bukan sesuatu yang aneh (abnormal) bagi orang percaya, tetapi itu adalah hal yang biasa dialami sebagai ujian iman; karena itu orang percaya tidak perlu terkejut atau heran (ayat 12-13).

Continue reading

Views: 34

Posted in 1 Petrus, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Kedatangan Tuhan Sebagai Motivator

1 Petrus 4:1-11

Karena Kristus telah mengalami penderitaan, orang percaya juga harus siap mengalami penderitaan–inilah mindset yang harus dimiliki sebagai senjata untuk hidup tidak menuruti keinginan manusia, tetapi menuruti kehendak Allah. Pada waktu belum mengenal Kristus, orang percaya sudah menyerahkan hidup untuk melakukan kehendak orang yang tidak mengenal Allah. Itu sudah cukup, dan sudah tidak bisa lagi dilakukan (ayat 1-3).

Continue reading

Views: 52

Posted in 1 Petrus, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Menghadapi Serangan Fitnah

1 Petrus 3:13-22

Sasaran surat Petrus adalah kepada orang percaya yang tinggal di tengah masyarakat yang tidak mengenal Allah. Petrus menyebut mereka sebagai pendatang dan perantau: orang asing yang hanya tinggal sebentar di dunia ini. Karena mereka orang asing, mereka tidak memiliki cara hidup yang sama dengan masyarakat sekitarnya. Karena itu, orang percaya rentan kepada resiko untuk ditolak, bahkan dibenci oleh masyarakat sekitarnya–karena mereka berbeda. Petrus memberi nasihat bagaimana harus bersikap ketika situasi itu terjadi.

Continue reading

Views: 66

Posted in 1 Petrus, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 6 Comments

Keluarga, Gereja, dan Dunia

1 Petrus 3:1-12

Ada konsistensi dalam surat Petrus maupun Paulus: perhatian kepada pentingnya membangun kehidupan dan relasi dalam keluarga Kristen. Ada pola yang mirip dalam progresi membangun hidup: mula-mula membangun hidup pribadi/individu, kemudian hidup berkeluarga, lalu keluar ke dalam hidup berjemaat, dan akhirnya relasi dengan masyarakat sekitar.

Continue reading

Views: 49

Posted in 1 Petrus, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Mengapa Bersyukur Untuk Hidup Satu Hari Lagi?

Pagi ini, ketika berdoa mengawali saat teduh, dengan otomatis saya bersyukur untuk pagi ini, bersyukur karena masih bisa bangun dan menjalani hidup di hari ini. Tiba-tiba, sebuah pertanyaan muncul di dalam pikiran saya: mengapa saya beryukur masih diberi hidup pagi ini? Bukanlah lebih baik kalau saya tidak lagi hidup di dunia ini–karena saya sudah memiliki jaminan tempat di sorga? Apa yang saya syukuri untuk menjalani hidup satu hari lagi di dunia ini?

Continue reading

Views: 134

Posted in Refleksi | Leave a comment