Ibrani 4:14-16
Tuhan Yesus adalah Imam Besar Agung, yang pelayanan-Nya melampaui yangbisa dilakukan imam besar agama Yahudi–sebab Tuhan Yesus menjadi Imam Agung di sorga. Tuhan Yesus juga adalah Imam Besar Agung yang sempurna, sebab Ia sudah mengalami semua kelemahan manusia dan dicobai dengan semua jenis pencobaan manusia, tetapi Ia tidak berdosa. Hanya kepada Imam Besar Agung seperti inilah manusia punya harapan untuk memperoleh pertolongan untuk jiwanya.
Ayat 14. Alasan umat Tuhan untuk tekun memegang iman yang benar: karena Tuhan Yesus–yang dipercaya umat Tuhan–adalah Imam Besar Agung bagi mereka; tidak hanya Imam Besar seperti Harun dan keturunannya, tetapi Imam Besar Agung yang telah melintasi semua langit. Imam Besar keturunan Harun hanya melayani di bumi, tetapi Tuhan Yesus, Sang Imam Besar Agung, melayani di sorga. Tuhan Yesus, sebagai Imam Besar Agung, lebih tinggi dan mulia dan unggul ketimbang Imam Besar menurut agama Yahudi.
Karena Tuhan Yesus telah melintasi segala langit, bertakhta dan melayani di sorga, maka pelayanan-Nya sebagai Imam Besar Agung itu berlaku untuk semua manusia–tidak hanya orang Yahudi. Pelayanan Tuhan Yesus sebagai Imam Besar Agung itu universal, bisa dinikmati oleh semua orang, tanpa ada batas geografis, sosiologis, dan waktu–sebab berlaku untuk selamanya.
Ayat 15. Alasan kedua: Tuhan Yesus, sebagai Imam Besar, telah merasakan sema pengalaman dan kelemahan dan penderitaan dan pencobaan manusia selama Ia hidup sebagai manusia di bumi ini. Bedanya: Tuhan Yesus tidak berbuat dosa. Berbeda dengan Imam Besar keturunan Harun yang berdosa sehingga masih harus mempersembahkan korban untuk dirinya sendiri. Tuhan Yesus telah dicobai dengan semua pencobaan yang mungkin dialami manusia, dan Ia selalu menang atas pencobaan itu. Tuhan Yesus layak untuk menjadi Perantara manusia berdoa dan Tuhan.
Tuhan Yesus berempati kepada kelemahan manusia–ia merasakan pengalaman yang biasanya membuat manusia jatuh dalam dosa atau tidak taat kepada Tuhan: kelelahan, kesedihan, ketakutan, pencobaan–tetapi, Ia tetap taat kepada Tuhan sekalipun di dalam pengalaman-pengalaman itu. Oh Tuhan Yesus, Engkau yang sudah taat di dalam segala kelemahan manusia, tolonglah dan ajarlah say a untuk tetap taat di tengah dan di dalam kelemahan saya.
Ayat 16. Oleh karena Tuhan Yesus bertakhta sebagai Imam Besar Agung di sorga–yang pelayanan-Nya universal tidak dibatasi ruang dan waktu; dan karena Tuhan Yesus adalah Imam Besar Agung yang bisa berempati kepada pergumulan manusia; dan Tuhan Yesus menyediakan kasih karunia kepada siapapun yang datang kepada-Nya; Ia tidak membatasi, Ia tidak menolak, melainkan menyediakan anugerah-Nya kepada semua manusia; maka umat Tuhan tidak perlu ragu atau takut untuk datang kepada-Nya, memohon rahmat, anugerah, dan pertolongan setiap saat mereka memerlukannya.
Undangan untuk menghampiri takhta kasih karunia–bukan takhta penghakiman atau penghukuman–di mana Tuhan Yesus duduk dan melayani sebagai Imam Besar Agung, supaya saya menerima rahmat (mercy, kemurahan, belas kasihan) dan kasih karunia (grace, anugerah) yang akan memberikan pertolongan pada saat saya memerlukannya–yaitu setiap saat! Kemurahan dan anugerah Allah melalui Tuhan Yesus yang menjadi pertolongan saya.
Penerapan:
Memohon pertologa dan pengajaran Tuhan Yesus agar saya tetap bisa taat kepada Tuhan di tengah kelemahan dan pencobaan yang saya jalani.
Views: 0