Bebas Dari Dilema Hidup

Roma 7:1-25

Bagi mereka yang mengetahui dan memiliki hukum Taurat, Paulus menjelaskan kebenaran bahwa pengetahuan dan kepemilikan itu tidak menolong seseorang untuk hidup benar. “Dan perintah yang seharusnya membawa kepada hidup, ternyata bagiku justru membawa kepada kematian.” (ayat 10). Justru oleh hukum itu, manusia mengenal dosa; dan hukum itu merangsang hawa nafsu dosa untuk bekerja dalam anggota tubuhnya,

Continue reading

Views: 38

Posted in Perjanjian Baru, Roma, Saat Teduh | Leave a comment

Mati Bagi Dosa, Hidup Bagi Tuhan

Roma 6:1-23

Ketika seseorang percaya kepada Kristus, dan sebagai hasilnya ia dibenarkan di hadapan Allah karena anugerahNya, maka ada perubahan yang radikal dalam hidupnya terkait dengan dosa, yang membuatnya tidak lagi hidup di dalam dosa. Hanya saja, fakta perubahan itu kadang tidak dimengerti atau dihidupi, sehingga sekalipun sudah dibenarkan, ada orang percaya yang masih hidup dalam dosa dan melakukan kebiasaan dosa. Paulus menyatakan bahwa ada tiga hal yang harus berubah dalam diri orang percaya: dalam hal pengetahuan, dalam hal keyakinan, dan dalam hal penyerahannya.

Continue reading

Views: 48

Posted in Perjanjian Baru, Roma, Saat Teduh | 2 Comments

Hidup Kekasih-kekasih Allah

Roma 5:1-21

Orang percaya adalah kekasih-kekasih Allah. Sebab mereka sudah menerima pencurahan kasih Allah atas hidup mereka di dalam karya pembenaran Yesus Kristus. “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Rom 5:8). Waktu kita masih berdosa, waktu kita masih menjadi musuh Allah, pada waktu itulah Kristus mati bagi kita. Dan setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus, ia memperoleh pembenaran. Orang yang sudah dibenarkan, orang yang sudah menerima kasih Allah, para kekasih Allah itu, akan memiliki kehidupan yang baru.

Continue reading

Views: 44

Posted in Perjanjian Baru, Roma, Saat Teduh | 2 Comments

Dibenarkan Seperti Abraham

Roma 4:1-25

Paulus mengambil Abraham–leluhur bangsa Yahudi–sebagai contoh orang yang dibenarkan karena iman, dan bukan karena perbuatan. “Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” (ayat 3). Abraham tidak melakukan perbuatan ketaatan, tetapi ia percaya kepada Tuhan; dan kepercayaannya diperhitungkan Tuhan sebagai kebenaran. Iman Abraham diperhitungkan sebagai kebenaran. Ini tidak didasarkan kepada tindakan/pekerjaan Abraham, tetapi dari responsnya kepada janji Allah. Tindakannya kemudian merupakan konfirmasi dari imannya (Utley, 2014).

Continue reading

Views: 51

Posted in Perjanjian Baru, Roma, Saat Teduh | 2 Comments

Dibenarkan Secara Cuma-cuma!

Roma 3:9-31

Semua orang statusnya sama di hadapan Tuhan. Tidak ada satupun yang bisa merasa lebih baik atau lebih tinggi daripada orang lain. “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.” (ayat 23-24). Semua orang berada di bawah kuasa dosa dan tidak ada satu orangpun yang dapat membebaskan diri. Semua orang dibenarkan Allah secara cuma-cuma. Tidak ada yang membayar sendiri, tetapi semuanya dibayari oleh karya penebusan Kristus.

Continue reading

Views: 50

Posted in Perjanjian Baru, Roma, Saat Teduh | 2 Comments