Kemurahan Palsu

Lukas 14:12-14

Motivasi orang untuk berbuat kebaikan itu penting di hadapan Tuhan. Motivasi menentukan upah atau balasan apa yang akan diterima seseorang. Orang harus memilih untuk menerima upah aau balasan dari manusia, atau dari Tuhan. Kebahagiaan sejati diterima oleh mereka yang menerima basalan perbuatan baiknya dari Tuhan.

Continue reading

Views: 22

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Kelayakan Palsu

Lukas 14:7-11

Salah satu naluri manusia adalah: ingin dihargai, ingin dihargai melebihi orang lain. Yohanes memakai istilah “keangkuhan hidup” (pride of life-KJV)–1 Yoh 2:16. Dalam konteks pesta yang dihadiri-Nya, Tuhan Yesus melihat orang-orang yang memilih tempat terhormat di meja perjamuan–mereka merasa layak untuk berada di sana, untuk memperolah penghormatan/penghargaan. Perasaan layak adalah salah satu halusinasi dosa yang menjangkiti semua manusia.

Continue reading

Views: 42

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 2 Comments

Kesalehan Palsu

Lukas 14:1-6

Kesalehan seseorang bisa menjadi kedok hati yang jahat. Orang yang mengutamakan kesalehan lahiriah dan legalistik padahal sikap dan tindakannya tidak mencerminkan hati yang memiliki sifat dan moralitas Illahi adalah orang-orang yang munafik. Ciri yang nampak: ketat sekali menerapkan aturan untuk orang lain, tetapi membuat pengecualian untuk diri sendiri. Hidup dengan standar ganda: keras dan mencari kesalahan orang lain, tapi punya alasan pembenar untuk diri sendiri.

Continue reading

Views: 32

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Betapa Besar Kasih Karunia Tuhan

Lukas 13:31-35

Hidup Tuhan Yesus tidak diatur oleh desakan dunia atau manusia, tetapi diatur oleh “jadwal Tuhan”. Tuhan Yesus tahu rencana Allah Bapa, dan Ia menjalani hidup-Nya mengikuti rencana itu. Ia hanya melakukan kehendak Bapa-Nya, dalam apa yang dilakukan, di mana melakukan, dan kapan melakukannya. Agenda Tuhan Yesus adalah agenda Bapa-Nya (ayat 31-32).

Continue reading

Views: 34

Posted in Lukas, Perjanjian Baru, Saat Teduh | Leave a comment

Hidup di Dalam Anugerah Tuhan

Filipi 4:21-23

Pada akhir suratnya, Paulus memberi salam kepada semua orang kudus di Filipi (ayat 21). Paulus juga menyampaikan salam dari para saudara sesama pekerja yang menyertainya (ayat 21), dan salam dari orang-orang percaya di Roma, khususnya mereka yang ada di istana Kaisar Roma (ayat 22).

Continue reading

Views: 101

Posted in Filipi, Perjanjian Baru, Saat Teduh | 6 Comments