Pentingnya Klarifikasi

Yosua 22:1-34

Perbuatan yang baik atau benar, bisa disalahmengerti oleh orang lain–karena orang hanya bisa melihat perbuatan yang nampak, dan mengambil kesimpulan sendiri, tanpa bisa melihat niat atau isi hati orang lain. kesalahpakahan ini bisa membuat orang lain bersikap atau melakkan tindakan yang salah dan sehingga mereka jatuh dalam dosa-karena ketidaktahuan mereka. Klarifikasi dan penjelasan harus diberikan kepada orang yang salah paham–bukan hanya saja supaya kita tidak dituduh, tetapi supaya orang lain tidak tersandung dan jatuh ke dalam dosa karena ketidaktahuannya.

Continue reading

Views: 48

Posted in Perjanjian Lama, Saat Teduh, Yosua | 2 Comments

Janji Tuhan Pasti Digenapi

Yosua 21:1-45

Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi” (Yosua 21:45). TUHAN menepati janji-Nya. Seluruh negeri itu diberikan Tuhan kepada orang Israel, yakni negeri yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah untuk diberikan kepada nenek moyang mereka. Dan TUHAN mengaruniakan kepada mereka keamaan ke segala penjuru, tepat seperti yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah kepada nenk moyang mereka.

Continue reading

Views: 53

Posted in Perjanjian Lama, Saat Teduh, Yosua | 2 Comments

Kota Perlindungan

Yosua 20:1-9

Kota Perlindungan adalah bentuk keadilan dan belas kasihan TUHAN kepada umat-Nya. Kota-kota ini menjadi tempat berlindung bagi orang yang menghilangkan nyawa orang lain dengan tidak sengaja dan tidak ada niat lebih dahulu. Ketika orang itu datang berlindung ke kota-kota ini, maka penduduk kota harus melindungi dia dari para penuntut tebusan darah, sampai orang itu dihadapkan kepada rapat/pengadilan jemaah (ayat 9).

Continue reading

Views: 79

Posted in Perjanjian Lama, Saat Teduh, Yosua | 6 Comments

Meraih Penggenapan Janji Tuhan

Yosua 18-19

Sekalipun Tuhan sudah memberikan janji, ternyata umat-Nya bisa tidak bersemangat untuk meraih penggenapan janji itu. Yosua menegur 7 suku Israel yang belum memperoleh bagian warisan wilayah: “Berapa lama lagi kamu bermalas-malas, sehingga tidak pergi menduduki negeri yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu?” (ayat 3). Kata yang diterjemahkan menjadi “bermalas-malas” adalah: raphah (menjadi lemah, berhenti, membiarkan/meninggalkan, menjadi malas/santai).

Continue reading

Views: 48

Posted in Perjanjian Lama, Saat Teduh, Yosua | 2 Comments

Meminta Lebih Banyak

Yosua 16-17

Yusuf telah ditetapkan TUHAN untuk menerima hak anak sulung, menerima berkat ayahnya (Kejadian 49:26), kedua anak Yusuf dijadikan anak oleh Yakub, sehingga bagian keturunan Yusuf menjadi dua: Efraim dan Manasye (Kejadian 48:5). Pasal 16-17 berisi catatan pembagian wilayah untuk suku Efraim dan dan setengah suku Manasye.

Continue reading

Views: 41

Posted in Perjanjian Lama, Saat Teduh, Yosua | Leave a comment