Kristus, Sang Model Kesetiaan

Ibrani 3:1-6

Bagian ini berisi panggilan atau dorongan bagi umat Tuhan untuk setia. Umat Tuhan sudah diberi anugerah untuk menjadi bagian dari panggilan sorgawi, sehingga mereka telah menjadi umat yang kudus/khusus bagi Allah. Karena itu, umat Tuhan didorong untuk memandang Kristus sebagai sebuah model kesetiaan kepada kehendak Allah yang lebih tinggi/mulia daripada semuanya, sebab segala sesuatu dibangun oleh Kristus.

Ayat 1. “Sebab itu“–menunjukkan bagian ini merupakan konsekuensi dari bagian sebelumnya, yaitu bahwa Kristus lebih unggul dari para malaikat, dan dengan demikian Injil Kristus lebih unggul daripada Hukum yang disampiakan melalui perantraraan para malaikat, maka penulis mengajak umat Tuhan–“yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi” untuk memandang kepada Yesus, Sang Rasul dan Imam Besar.

Ayat 2-4. Yesus setia kepada Allah yang telah menetapkan-Nya–setia melakukan kehendak Allah. Musa, sebagai pekerja di dalam Rumah Allah memang setia, tetapi Yesus adalah Ahli Bangunan yang membangun Rumah Allah (sistem ibadah dan identitas umat pilihan, yaitu orang bangsa Israel)–Ia lebih tinggi dan dihormati ketimbang Rumah itu sendiri. Ditegaskan bahwa Allah adalah Ahli Bangunan atas segala sesuatu.

Ayat 5-6a. Musa setia melakukan panggilannya sebagai pelayan Allah di dalam Rumah Allah. Akan tetapi, Yesus bukan pelayan, melainkan Anak yang mengepalai Rumah Allah Bapa. Dengan demikian Yesus lebih tinggi dan lebih mulia daripada Musa–yang hanya seorang pelayan, sebab Yesus adalah Pembangun, Pemilik, dan Penguasa Rumah Allah–yaitu umat Tuhan.

Ayat 6b. Dalam bagian ini ada peringatan atau dorongan kepada orang percaya: untuk tetap teguh berpegang kepada kepercayaan/keyakinan dan pengharapan dalam Kristus sampai kesudahan–tidak dibelokkan atau disesatkan kepada pengajaran atau keyakinan di luar Kristus, sekalipun itu adalah hukum Musa–sebab Kristus dan Injil Kristus lebih tinggi daripada Musa.

Penerapan:
Terus memohon kekuatan dan kesanggupan dari Tuhan untuk setia menghidupi panggilan saya sampai garis akhir hidup saya.

Views: 2

This entry was posted in Ibrani, Perjanjian Baru, Saat Teduh. Bookmark the permalink.