Category Archives: Saat Teduh

Hidup yang Bersyukur dan Taat

Ulangan 27:1-10 erintah Musa kepada umat TUHAN mencerminkan prinsip dasar kehidupan yang harus dimiliki sebagai umat yang telah ditebus oleh TUHAN, yang menjadi milik TUHAN sendiri, yaitu: (1) hidup yang bersukacita dan penuh ucapan syukur atas anugerah yang telah diberikan … Continue reading

Posted in Perjanjian Lama, Saat Teduh, Ulangan | 2 Comments

Menjadi Umat Pilihan TUHAN

Ulangan 26:1-19 Ayat 1-11. Ritual persembahan sulung dari hasil bumi. Ketika umat TUHAN sudah masuk dan mendiami Tanah Perjanjian, mereka harus membawa buah pertama dari segala hasil bumi, dan membawanya ke Rumah TUHAN. Ketika menyerahkan persembahan sulung itu, umat TUHAN … Continue reading

Posted in Perjanjian Lama, Saat Teduh, Ulangan | 2 Comments

Keadilan, Belas Kasihan, dan Kepatutan

Ulangan 25:1-19 rinsip keadilan, belas kasihan, dan kepatutan dalam segala situasi. Prinsip-prinsip ini merupakan pencerminan sifat-sifat TUHAN yang adil, yang penuh belas kasihan, dan yang menghargai nilai manusia. Prinsip ini tidak hanya dilakukan ketika kehidupan berjalan normal, tetapi juga tetap … Continue reading

Posted in Perjanjian Lama, Saat Teduh, Ulangan | 2 Comments

Memiliki Belas Kasihan dan Kemurahan Hati

Ulangan 24:6,10-22 UHAN menghendaki agar umat-Nya memiliki belas kasihan kepada orang lain–khususnya kepada mereka yang dalam kondisi lemah atau terjepit. Umat TUHAN tidak boleh berlaku kejam atau bengis kepada mereka yang tidak punya kekuatan untuk melawan atau tidak punya daya … Continue reading

Posted in Perjanjian Lama, Saat Teduh, Ulangan | 2 Comments

Kekudusan Yang Substantial, Bukan Formalitas

Ulangan 24:1-5, 7-9, 16 ekudusan hidup yang dikehendaki TUHAN di dalam umat-Nya itu adalah kekudusan yang sifatnya hakiki atau esensial atau substansial, dengan acuan standar kekudusan TUHAN. Bukan hanya masalah memenuhi tuntutan ritual atau memenuhi syarat formal atau administrasi hukum … Continue reading

Posted in Perjanjian Lama, Saat Teduh, Ulangan | 2 Comments