Category Archives: Perjanjian Baru

Jangan memandang Muka!

Yakobus 2:1-13 akobus mengajarkan bagaimana mengimplementasikan iman di dalam tuindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara hidup yang dikritiknya adalah: perilaku memandang muka di antara jemaat–di mana jemaat menghormati orang yang kaya, tapi menghina/meremehkan orang yang miskin. Perilaku yang … Continue reading

Posted in Saat Teduh, Yakobus | Leave a comment

Peringatan agar Tidak Cepat Berkomentar dan Marah

Yakobus 1:19-27 erintah untuk umat jemaat: setiap orang hendaklah cepat untuk mendenger, tetapi lambat untuk berkata-kata dan juga lambat untuk marah (orge: wrath, anger as a state of mind, desire with grief–suasana hati yang murka/marah). Sebab amarah atua murka manusia … Continue reading

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Yakobus | 6 Comments

Perjuangan Melawan Pencobaan

Yakobus 1:13-18 etika seorang menjadi anak Allah, saat itulah peperangan baru dimulai. Ketika ia masih dalam dosa, tidak ada pergumulan, sebab ia adalah hamba dosa, ada di bawah kuasa dosa. Sehingga seudah sewajarnya ia berbuat dosa. Tetapi, ketika ia menjadi … Continue reading

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Yakobus | 6 Comments

Bertahan Dalam Ujian dan Kesukaran

Yakobus 1:1-12 espons alamiah dan manusiawi seseorang yang mengalami kesulitan atau kesesakan adalah: mengeluh, meratap, protes, bersungut-sungut, dan marah. Tetapi, bagi orang percaya, respons yang dikehendaki adalah: menjalani pencobaan itu dengan hati yang “gembira”–berserah, menjalaninya dengan tidak bersungut-sungut atau mengeluh … Continue reading

Posted in Perjanjian Baru, Saat Teduh, Yakobus | Leave a comment

TUHAN Mengundang Kita untuk Berdoa

Ibadah GKJ Nusukan – Minggu, 27 Juli 2025 ejadian 18:21, TUHAN berkata kepada Abraham: “Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya.“. Tentu saja TUHAN … Continue reading

Posted in Kejadian, Kolose, Lukas, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, Refleksi | Leave a comment